Usai Prabowo Janji Penuhi Kebutuhan KPK, Setyo Budiyanto Langsung Bergerak Inventarisasi SDM dan Anggaran

Ilustrasi Gedung KPK, KPK Mulai Petakan Kebutuhan Internal, Pernyataan Prabowo Dinilai Bukti Keseriusan, Prabowo Siap Penuhi Kebutuhan KPK, Fokus Cegah Kebocoran Uang Negara
Ilustrasi Gedung KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menindaklanjuti komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan siap memenuhi kebutuhan lembaga penegak hukum untuk memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menginventarisasi berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam mendukung tugas dan fungsi pemberantasan korupsi. Kebutuhan tersebut mencakup sumber daya manusia (SDM), anggaran, hingga dukungan pembiayaan kegiatan operasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah tersebut merupakan respons atas pernyataan Presiden Prabowo dalam acara Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan lembaga-lembaga yang berperan dalam pengawasan dan penegakan hukum, termasuk KPK.

KPK Mulai Petakan Kebutuhan Internal

Setyo Budiyanto mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam merespons komitmen Presiden. Menurutnya, KPK terlebih dahulu perlu melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap kebutuhan yang benar-benar diperlukan untuk memperkuat kinerja lembaga.

"Kami akan menginventarisir kira-kira kebutuhannya apa, apakah dari sumber daya manusia, apakah dari sisi anggaran, pembiayaan kegiatan, dan lain-lain," kata Setyo Budiyanto.

Menurutnya, proses inventarisasi tersebut akan dilakukan melalui pembahasan internal agar kebutuhan yang nantinya disampaikan kepada pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi dan prioritas lembaga.

Setyo menegaskan bahwa setiap usulan harus melalui proses kajian dan evaluasi yang matang sebelum diputuskan.

"Ini tentu memerlukan pembahasan," ujarnya.

Pernyataan Prabowo Dinilai Bukti Keseriusan

Selain menyambut positif dukungan yang disampaikan Presiden, Setyo menilai komitmen tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung agenda pemberantasan korupsi.

Ia menyebut dukungan Presiden tidak hanya terlihat dari pernyataan yang disampaikan di ruang publik, tetapi juga dari sikap pemerintah yang selama ini memberikan ruang independensi kepada aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Setyo, salah satu indikator penting dari komitmen tersebut adalah tidak adanya intervensi terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan aparat.

"Saya yakin bagaimana pernyataan beliau kemudian terbukti dengan beberapa hal. Tidak ada intervensi terhadap aparat penegak hukum, keseriusan, dan banyak hal yang sudah dilakukan," jelasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa KPK melihat adanya dukungan politik yang kuat terhadap upaya pemberantasan korupsi yang sedang dijalankan.

Prabowo Siap Penuhi Kebutuhan KPK

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya untuk memperkuat seluruh aparat penegak hukum yang terlibat dalam pengawasan keuangan negara dan pemberantasan korupsi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka meminta pimpinan lembaga terkait untuk menyampaikan kebutuhan yang diperlukan agar tugas pengawasan dan penegakan hukum dapat berjalan lebih optimal.

Presiden bahkan menegaskan kesiapannya memenuhi kebutuhan tambahan personel maupun dukungan lainnya yang dibutuhkan lembaga negara.

"Kepala BPKP, apa yang kau butuh? Kalau kau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi. Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu, lapor, saya penuhi. Jaksa Agung, berapa saja yang kau perlu, saya penuhi," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap lembaga-lembaga yang memiliki peran strategis dalam menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Fokus Cegah Kebocoran Uang Negara

Prabowo menegaskan bahwa penguatan terhadap KPK, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), maupun Kejaksaan Agung merupakan bagian dari upaya pemerintah mencegah penyalahgunaan anggaran dan kebocoran keuangan negara.

Menurut Presiden, setiap rupiah yang berasal dari rakyat harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.

Karena itu, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan kepada aparat yang bertugas mengawasi dan menindak berbagai praktik korupsi.

Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ada pihak yang menyalahgunakan uang negara untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

"Saya tidak mau uang rakyat dicuri dan tidak ada pengecualian," tegas Prabowo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komitmen tersebut kini mulai ditindaklanjuti KPK melalui proses inventarisasi kebutuhan internal yang diharapkan dapat semakin memperkuat kapasitas lembaga antirasuah dalam menjalankan tugas pencegahan, penindakan, koordinasi, supervisi, hingga pendidikan antikorupsi di Indonesia.

Dengan langkah tersebut, KPK menegaskan kesiapannya memanfaatkan dukungan pemerintah untuk memperkuat efektivitas pemberantasan korupsi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap upaya penegakan hukum yang bersih dan independen.