PB XIV Hangabehi Tak Hadir dalam Malam Selikuran Keraton Solo yang Digelar LDA
Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat menggelar tradisi Malam Selikuran pada Senin (9/3/2026) malam.
Namun, Pakubuwono (PB) XIV Hangabehi tidak tampak hadir selama prosesi.
Dalam acara tersebut, para sentana dan abdi dalem melaksanakan Kirab Tumpeng Sewu mengelilingi kawasan Baluwarti sebelum berakhir di Masjid Agung.
Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut 10 hari terakhir Ramadhan.
Meskipun sempat diguyur gerimis dan mengalami gangguan listrik, prosesi tetap berjalan hingga selesai.
Kirab diwarnai hujan dan mati listrik
Menurut pantauan Kompas.com, rangkaian acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB setelah para kerabat keraton dan abdi dalem berkumpul di Bangsal Smarakata.
Mereka mengenakan pakaian adat berupa beskap putih untuk pria dan kebaya putih untuk wanita dipadukan dengan jarik berwarna kecokelatan.
Samir berwarna merah dan emas serta atribut tradisional seperti blangkon melengkapi pakaian para peserta kirab.
Sekitar pukul 20.40 WIB, rombongan kirab mulai bergerak dari Kori Kamandungan Lor.
Pasukan Bregada memimpin barisan yang membawa lampion, tumpeng, dan obor.
Rombongan berjalan melalui Kori Kamandungan Lor dan mengelilingi kawasan Baluwarti sebelum menuju Masjid Agung.
Namun, sebelum kirab dimulai, listrik di kawasan keraton sempat padam dua kali.
Pemadaman pertama terjadi saat pasukan Bregada berjalan memutari Kompleks Sri Manganti sehingga suasana sempat gelap beberapa saat.
Tak lama kemudian, listrik kembali padam dan berlangsung lebih lama dibanding sebelumnya.
Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi, menduga gangguan tersebut terjadi akibat korsleting listrik.
"Kayaknya ada yang korsleting listrik. Ini saya minta untuk mengecek," ujar Eddy di Bangsal Smarakata, Senin.
Ia juga membantah dugaan bahwa ada pihak yang sengaja mematikan listrik di kawasan keraton.
"Nggak ada (yang mematikan)," kata dia.
Meski demikian, kirab tetap berjalan di tengah gerimis. Musik Thing-thing hik mengiringi langkah rombongan, sementara cahaya lampion berwarna-warni dan obor menjadi penerangan tambahan.
Rombongan akhirnya tiba di Masjid Agung sekitar pukul 21.31 WIB. Di lokasi tersebut, Tumpeng Sewu didoakan sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Hangabehi tidak hadir
Dalam rangkaian Malam Selikuran yang digelar LDA tersebut, PB XIV Hangabehi tidak tampak menghadiri kegiatan.
Sebelum acara dimulai, Eddy Wirabhumi sempat mendapat pertanyaan seputar kehadiran Hangabehi.
Namun, ia tidak bisa memastikan kehadiran putra PB XIII.
"Saya belum tahu," ujar Eddy Wirabhumi.
Menurut KPH Eddy Wirabhumi, Hangabehi berhalangan hadir karena memiliki agenda lain pada waktu yang bersamaan.
Kirab Tumpeng Sewu di Malam Selikuran Keraton Solo yang digelar Lembaga Dewan Adat tiba di Masjid Agung, Senin (9/3/2026).
Dua kubu Keraton Solo gelar Malam Selikuran
Tradisi Malam Selikuran tahun ini digelar oleh dua kubu berbeda di lingkungan Keraton Surakarta.
Kubu PB XIV Purboyo mengadakan prosesi lebih awal dengan rute berbeda dengan yang diadakan LDA.
Kirab Malam Selikuran yang digelar kubu Purboyo tersebut berakhir di kawasan Sriwedari.
Sementara itu, kubu LDA melaksanakan Malam Selikuran pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB.
Berbeda dengan kubu Purboyo, kirab yang digelar LDA berfokus di kawasan Baluwarti dan berakhir di Masjid Agung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang