Anggaran Jadi Alasan Pemkot Solo Tangguhkan Listrik Keraton, Kapan Dibayar Lagi?

Keraton Solo, Pemkot Solo, Anggaran Jadi Alasan Pemkot Solo Tangguhkan Listrik Keraton, Kapan Dibayar Lagi?

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghentikan pembayaran tagihan listrik Keraton Kasunanan Surakarta untuk sementara. 

Selama ini tagihan listrik Keraton Solo mencapai sekitar Rp 19 juta per bulan. 

Keputusan ini diambil karena keterbatasan anggaran daerah pada awal tahun 2026. Pemkot menangguhkan pembayaran lima rekening listrik atas nama keraton. 

Lantas, kapan pembayaran tersebut akan kembali dilakukan?

Akui anggaran kurang 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono, menjelaskan bahwa kemampuan anggaran dinasnya saat ini belum mencukupi untuk menanggung beban listrik keraton.

"Kemampuan anggaran kami kan masih kurang. Jadi memang sementara kami masih tangguhkan dulu," terang Maretha, dikutip dari Tribun Solo, Senin (2/3/2026).

Ia menegaskan bahwa penangguhan ini bersifat sementara, bukan penghentian permanen. 

Menurutnya, pemkot tetap berupaya mencari solusi melalui mekanisme penganggaran yang tersedia.

Selama ini, Pemkot Solo membayarkan langsung tagihan listrik ke PT PLN, meskipun rekening tercatat atas nama keraton. 

Setiap bulan, total pembayaran untuk lima rekening tersebut mencapai sekitar Rp 19 juta.

"Per bulannya ada lima rekening, totalnya sekitar Rp 19 jutaan," katanya. 

Kemungkinan dibayar kembali April 2026

Maretha menyampaikan bahwa pihaknya akan mencoba menganggarkan kembali pembayaran listrik tersebut melalui mekanisme pergeseran anggaran pada triwulan kedua.

"Nanti di pergeseran kami coba menganggarkan kembali. Nah, kalau nanti di pergeseran cukup ya kami anggarkan. Kalau nanti enggak cukup ya nanti di perubahan," papar Maretha. 

Ia menjelaskan bahwa proses pergeseran anggaran memiliki tahapan administratif yang harus dilalui. 

Jika mekanisme tersebut dapat diselesaikan pada Maret, maka pembayaran berpotensi dilakukan pada April 2026.

"Mungkin bulan Maret ini ya pergeserannya melalui proses mekanisme pergeseran satu. Kalau bulan Maret ini APBD, ya nanti mungkin di April baru bisa dibayarkan," tuturnya.

Namun, Maretha belum bisa memastikan realisasi pembayaran tersebut karena masih menunggu hasil evaluasi kemampuan anggaran.

Keraton bayar listrik mandiri

Sementara itu, pihak Keraton Kasunanan Surakarta menyatakan telah membayar sendiri tagihan listrik bulan Januari 2026 setelah menerima surat pemberitahuan dari pemkot.

Juru Bicara Pakubuwono XIV Purboyo, KPA Singonagoro, menyebut langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab untuk merawat keraton.

"Kalau untuk terkait ngopeni kraton, terkait pembayaran listrik dan lain-lain, ketika kemarin ada seperti itu ya kami langsung membayar. Itu wujud bentuk kami ngopeni keraton, tanggung jawab kami," kata Singonagoro, dikutip dari Tribun Solo, Senin. 

Singonagoro juga menyebut kondisi serupa bukan kali pertama terjadi. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, keraton pernah membayar tagihan listrik secara mandiri ketika pemkot tidak menanggung biaya tersebut.

Untuk saat ini, pembayaran listrik masih ditanggung pihak keraton sambil menunggu kepastian dari Pemkot Solo terkait alokasi anggaran selanjutnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Di Balik Tak Mampunya Pemkot Bayar Anggaran Listrik Keraton Solo, Capai Rp19 Juta per bulan.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Pemkot Hentikan Pembayaran Listrik Keraton Solo, PB XIV Purboyo Menyesalkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang