Bentuk Yayasan Baru Keraton Solo, Tedjowulan Berupaya Rangkul Semua Kubu
Pelaksana Keraton Solo, KGPHPA Tedjowulan, Pelaksana Keraton Solo, KGPHPA Tedjowulan, tengah mempersiapkan pembentukan yayasan baru.
Yayasan baru tersebut digadang-gadang wadah resmi untuk menjalankan program pemerintah di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta.
Yayasan ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara keraton dan pemerintah sekaligus memperjelas hubungan kelembagaan.
Tedjowulan menekankan pentingnya melibatkan kedua kubu internal keraton agar yayasan dapat berjalan efektif.
Lantas, bagaimana proses Tedjowulan dalam membentuk yayasan ini?
Berusaha libatkan dua kubu di dalam yayasan
Melalui juru bicaranya, Pakoenegoro, Tedjowulan menjelaskan bahwa seluruh pihak di internal keraton diundang untuk ikut serta dalam pembentukan yayasan.
"Prinsipnya, Gusti Tedjowulan merangkul semua pihak. Baru satu yang kooperatif, hadir ketika diundang. Yang satu lagi belum bersedia hadir," ungkap Pakoenagoro, dikutip dari Tribun Solo, Selasa (24/2/2026).
Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa yayasan dapat segera berfungsi sebagai wadah resmi pelaksanaan program pemerintah.
Hingga saat ini, hanya satu kubu yang hadir dalam undangan resmi, sedangkan pihak lain belum menunjukkan sikap kooperatif.
Struktur Yayasan dan posisi Hangabehi dalam Kepengurusan
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) KPH Eddy Wirabhumi membenarkan bahwa Pakubuwono XIV Hangabehi telah dimasukkan dalam struktur kepengurusan yayasan sebagai sekretaris.
"Panembahan Agung sudah menyiapkan yayasan. Beliau akan menjadi ketua. Lalu Gusti Behi yang sekarang menjadi Sinuhun menjadi sekretaris monggo saja," paparnya, dikutip dari Tribun Solo, Selasa.
Meskipun struktur kepengurusan telah disiapkan, beberapa persyaratan administrasi masih harus dipenuhi sebelum yayasan resmi beroperasi.
Penempatan Hangabehi dalam posisi strategis merupakan bagian dari persiapan operasional yayasan agar dapat menjalankan program pemerintah secara resmi dan terkoordinasi.
Titik awal kolaborasi permanen dengan pemerintah
Menurut KPH Eddy Wirabhumi, pembentukan yayasan menjadi langkah awal untuk memperjelas hubungan kelembagaan antara keraton dan pemerintah.
"Keraton Surakarta adalah salah satu bagian dari negara Indonesia. Kalau pun secara hukum ketatanegaraan belum tuntas proses pembentukan hubungan ketatanegaraan itu sekarang hadirnya Kementerian Kebudayaan mewakili negara starting point menyambungkan kembali dengan negara. Mau nggak mau harus diakui Keraton ini berdiri belakang Republik," papar Eddy.
Yayasan ini akan menjadi wadah resmi untuk pelaksanaan program pemerintah, termasuk pengelolaan kegiatan dan administrasi.
Sekaligus memperkuat kolaborasi jangka panjang antara keraton dan kementerian terkait.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Soal Yayasan Baru Keraton Solo, Tedjowulan Sebut Sudah Coba Rangkul Kubu Purbaya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Hangabehi Jadi Sekretaris di Yayasan Baru Keraton Solo, Tapi Belum Penuhi Persyaratan Administrasi?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang