PB XIV Purboyo Bagi Sembako dan Uang Rp 14 Ribu ke Abdi Dalem, Murni Dana Pribadi

Pakubuwono XIV Purboyo membagikan sekitar 1.000 paket sembako dan uang tunai Rp 14.000 kepada abdi dalem menggunakan uang pribadinya pada Selasa (17/3/2026).
Peristiwa ini diungkap oleh Penghageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo, GKRP Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.
Ia mengatakan, pembagian sembako dan uang tunai di Sasana Hadi Kompleks Keraton Solo ini sesuai dengan kemampuan keuangan keraton.
“Hari ini alhamdulillah kami, saya mewakili Sinuhun Pakubuwono XIV, membagikan zakat fitrah berupa sembako dan uang senilai Rp 14 ribu. Ini adalah awal dari kepemimpinan beliau. Ini juga pertama kali membagikan zakat dan sembako. Ada 1.000 lebih sembako dibagikan kepada abdi dalem yang bekerja dan yang tidak bekerja di keraton. Kebetulan beliau Sinuhun ke-14 ini, kemampuan kami juga Rp 14 ribu melihat kondisi keraton seperti ini,” terangnya.
GKRP Timoer Rumbai menegaskan pembagian sembako ini dikeluarkan murni dari kantong pribadi Sinuhun Purboyo, bukan dari sumber dana lain.
“Pribadi. Sekarang dana dari pemkot dan pemprov belum turun. Setahu saya, dari dulu juga masalah zakat dan sembako diambil dari pribadi Sinuhun,” jelasnya.
Sumbangan sembako dari El Rumi dan Tommy Soeharto
Dilansir dari Tribun, Juru Bicara Purboyo, KPA Singonagoro mengungkapkan bahwa Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dan Ahmad Jalaluddin Rumi atau El Rumi juga ikut menyumbang sembako.
“Sembako ini untuk acara-acara keraton disengkuyung bersama-sama. Termasuk juga bantuan sembako dari Mas Tommy Soeharto. Beliau juga bagian dari keluarga Keraton Solo. Selain Mas Tommy, juga ada El Rumi. El berupa sembako yang warna biru,” ungkapnya.
Menurut Singonagoro, pembagian sembako untuk abdi dalem ini adalah bentuk dukungan keluarga besar untuk Keraton Solo.
Selain itu, Singonagoro juga menegaskan bahwa pembagian sembako dan uang tunai ini sama sekali tidak berkaitan dengan dengan dana hibah.
“Bagian dari support sentono Keraton Surakarta. Kalau ini tidak ada sangkut pautnya dengan hibah. Hibah hanya untuk belanja. Kalau kegiatan seperti ini dari internal kita. Dari dulu seperti ini. Hibah kan jelas pemakaiannya sesuai ajuan. Kalau ajuannya belanja, kita pakai seperti ini juga menyalahi aturan. Semuanya sudah sesuai dengan SPJ-nya,” jelasnya.
Singonagoro menjelaskan, para sentono dalem memang sudah berkali-kali mengirim sembako untuk dibagikan ke abdi dalem, terutama semenjak almarhum Pakubuwono XIII.
“Alhamdulillah dari dulu ada. Ada yang kirim beras, minyak, seperti Mas El kirim sembako lengkap. Bukan hal yang baru. Mas Tommy sering support mulai dari sowarga PB XIII,” tuturnya.
Wiharni bersyukur dapat sembako
Dilansir dari , Selasa, salah satu abdi dalem bernama Wiharni (69) bersyukur menerima sembako dari Sinuhun PB XIV.
Sembako yang diterimanya tersebut berupa beras, minyak goreng, mi instan, kecap dan sirup untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.
Wiharni mengungkap sudah menjadi abdi dalem Keraton Solo sejak kecil, tepatnya pada masa pemerintahan PB XII, meneruskan jejak orangtuanya.
Wiharni yang mendapat gelar Ibu Nyai Lurah Harso Pusoko tersebut dipercaya untuk menjaga Ndalem Ageng tempat pusaka keraton.
Selama puluhan tahun menjadi abdi dalem, Wiharni sudah mengalami banyak suka duka.
Namun demikian, Wiharni berharap siapapun pemimpinnya, bisa membawa keraton menjadi lebih baik.
Ia juga berharap, raja baru akan memberikan pengayoman dan ketenteraman kepada para abdi dalem keraton.
"Kepinginnya keraton itu baik. Tenteram, ayem (damai), loh jinawi semua bisa memimpin keraton yang baik," kata Wiharni yang mengaku digaji Rp 150.000 per bulan itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang