Momen Pertemuan dengan Pakubuwono XIV Hangabehi, GKR Panembahan Timoer: Ini Adik Saya
Momen canggung mewarnai pertemuan keluarga Keraton Kasunanan Surakarta saat Pakubuwono XIV Hangabehi disalami kakaknya, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.
Peristiwa itu terjadi usai rapat di Ruang Rapat Wali Kota Solo, Senin (15/12/2025).
Dalam situasi tersebut, Gusti Timoer, yang kini mendukung Pakubuwono XIV Purboyo, menghampiri Hangabehi dan mengajaknya bertegur sapa.
Raut wajah keduanya nampak sumringah, keduanya saling bertukar senyum dan diliputi suasana hangat.
Pertemuan singkat itu menjadi sorotan karena berlangsung di tengah perbedaan sikap mengenai penerus takhta Keraton Surakarta.
Momen Salaman Usai Rapat di Balai Kota Solo
Usai rapat, Gusti Timoer mendatangi Hangabehi dan menyalaminya secara langsung.
Ia menyapa adiknya itu dengan nada santai sambil bercanda di hadapan sejumlah pihak yang hadir.
“Ini adik saya. Mau dipegang seperti ini saya Alhamdulillah,” ungkap Gusti Timoer.
Ia menegaskan bahwa hubungan persaudaraan tetap terjaga meski terdapat perbedaan pandangan terkait penerus takhta Keraton Kasunanan Surakarta.
Menurutnya, komunikasi tetap terbuka jika sewaktu-waktu Hangabehi ingin menjalin dialog.
“Namanya juga tetap saudara. Itu adik saya. Hanya ingin kalau beliau berbicara dengan saya, saya persilakan. Waktu tujuh harian masih (bertemu),” terang Gusti Timoer.
Penjelasan Hangabehi soal Tegur Sapa Keluarga
Menanggapi momen tersebut, Hangabehi menyebut bahwa bertegur sapa merupakan hal yang wajar di antara sesama kerabat dalem.
Ia menegaskan bahwa Gusti Timoer adalah kakaknya sendiri, sehingga sikap saling menyapa tidak perlu dipersoalkan.
sama saling bertatap muka sebaiknya seperti apa,” terangnya.
Hangabehi juga menyampaikan bahwa tidak ada pembahasan khusus dalam pertemuan singkat tersebut.
Percakapan yang terjadi berlangsung ringan dan bersifat kekeluargaan.
“Tidak ada, cuma berbincang biasa antara mbak yu dan adik,” jelasnya.
Upaya Komunikasi dan Upaya Mencari Titik Temu
Hangabehi turut menanggapi pernyataan Gusti Timoer terkait keterbukaan komunikasi.
Ia menyatakan pihaknya juga membuka ruang dialog untuk meredakan perselisihan yang tengah terjadi.
Menurut Hangabehi, silaturahmi menjadi langkah penting untuk mencari jalan tengah.
Ia berharap komunikasi ke depan dapat menghasilkan titik temu bagi semua pihak.
“Nanti silaturahmi penting itu kita usahakan ada titik temu,” tuturnya.
Dualisme Klaim Pakubuwono XIV
Sorotan pertemuan kakak beradik ini tidak terlepas dari memanasnya kembali polemik suksesi takhta Keraton Kasunanan Surakarta.
Saat ini, terdapat dua figur yang sama-sama mengklaim sebagai Pakubuwono XIV, yakni KGPAA Gusti Purboyo dan KGPH Hangabehi.
Keduanya merupakan putra dari raja sebelumnya, Pakubuwono XIII, yang wafat pada Minggu, 2 November 2025.
Pasca wafatnya PB XIII, proses suksesi kembali memunculkan dualisme kepemimpinan di Keraton Solo, mengingatkan pada konflik serupa yang terjadi pada 2004 setelah wafatnya PB XII.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Dualisme Keraton Solo: Momen Canggung Pakubuwono XIV Hangabehi Disalami GKR Panembahan Timoer".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang