Pemkot Setop Pembayaran Listrik Keraton Solo, Pihak Purboyo: Bukan Pertama Kalinya
Keraton Kasunanan Surakarta membayar sendiri tagihan listrik setelah menerima surat penghentian pembayaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
Surat tersebut menyatakan bahwa pemkot menangguhkan pembayaran listrik karena keterbatasan anggaran.
Pihak keraton mengaku baru mengetahui keputusan itu beberapa hari terakhir.
Begitu menerima surat, keraton langsung melunasi tagihan ke PLN pada hari yang sama.
Juru Bicara Pakubuwono XIV Purboyo, KPA Singonagoro, mengatakan pihaknya menerima surat pemberitahuan penghentian pembayaran pada pagi hari.
Pada sore harinya, perwakilan keraton langsung mendatangi kantor PLN untuk melakukan pembayaran.
"Pemutusan itu kan sebelumnya juga tidak ada pemberitahuan bahwa pemkot itu dengan adanya keberatan itu. Jadi kami hanya menerima tiba-tiba ada surat bahwa pemkot tidak mau membayar. Sesuai dengan tanggal surat itu, jadi kami terima pagi, sore itu Kanjeng Dany yang membayar waktu itu," terang Singonagoro, dikutip dari Tribun Solo, Senin (2/3/2026).
Tagihan Januari dibayar mandiri
KPA Singonagoro menegaskan bahwa untuk tagihan bulan Januari 2026, keraton sudah menyelesaikan pembayaran secara mandiri.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab untuk merawat keraton.
"Kalau untuk terkait ngopeni kraton, terkait pembayaran listrik dan lain-lain, ketika kemarin ada seperti itu ya kami langsung membayar. Itu wujud bentuk kami ngopeni keraton, tanggung jawab kami," ujar dia.
Singonagoro juga menyebut kondisi serupa bukan kali pertama terjadi.
Pada tahun-tahun sebelumnya, keraton pernah membayar tagihan listrik sendiri ketika pemkot tidak menanggung biaya tersebut.
"Kalau sebetulnya kondisi seperti ini tidak hanya hari ini saja. Beberapa tahun sebelumnya juga kami pernah membayar sendiri. Pada dasarnya kami mengikuti kebijakan pemkot itu," papar Singonagoro.
"Jadi kalau Sinuhun pada dasarnya siap, kayak kemarin ketika kita dapat surat itu ya kita langsung bayar juga di PLN," lanjutnya.
Pemkot akui anggaran kurang
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono, mengungkapkan alasan pemkot menangguhkan pembayaran listrik keraton.
Pihak Pemkot menangguhkan pembayaran ke lima rekening atas nama keraton karena keterbatasan anggaran.
"Kemampuan anggaran kami kan masih kurang. Jadi memang sementara kami masih tangguhkan dulu," jelas Maretha, dikutip dari Tribun Solo, Senin.
Pemkot selama ini mengeluarkan sekitar Rp 19 juta per bulan untuk membayar lima rekening listrik keraton.
Maretha mengatakan pihaknya akan mencoba menganggarkan kembali melalui mekanisme pergeseran pada triwulan kedua.
Jika belum mencukupi, ia akan mengusulkan pembiayaan tersebut dalam APBD Perubahan.
Pembayaran kembali paling cepat diperkirakan bisa dilakukan pada April 2026, meski ia belum bisa memastikan realisasinya.
Di sisi lain, pihak keraton menyayangkan keputusan tersebut.
Mereka mengingatkan bahwa Keraton Kasunanan Surakarta berstatus sebagai cagar budaya nasional, sehingga menurut mereka pemerintah memiliki tanggung jawab dalam upaya pelestariannya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Pemkot Hentikan Pembayaran Listrik Keraton Solo, PB XIV Purboyo Menyesalkan.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Di Balik Tak Mampunya Pemkot Bayar Anggaran Listrik Keraton Solo, Capai Rp19 Juta per bulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang