Top 5+ Bahan yang Harus Dihindari pada Camilan Manis Menurut Ahli Gizi
Menikmati hidangan manis saat memang terasa nikmat apalagi dikonsumsi saat acara tertentu seperti momen berkumpul keluarga, berbuka puasa atau acara besar lainnya.
Seperti camilan manis yang tidak pernah absen pada meja makan keluarga, setiap dari kita pasti kerap kali menjumpai donat, cinnamon roll, croissant dan camilan kekinian saat ini.
Dikemas dengan cara menarik, tidak heran jika camilan manis selalu disukai banyak orang. Namun, ternyata tidak semua camilan baik untuk dikonsumsi karena kandungan yang ada didalamnya.
Kebanyakan camilan justru mengandung bahan-bahan yang seharusnya dihindari agar tidak berakibat buruk bagi kesehatan tubuh.
Berikut beberapa bahan yang harus diwaspadai pada camilan manis yang dilansir dari Antara (10/4/2026) menurut Plymouth Keri Anderson seorang pelatih nutrisi dan kebugaran Eat This Not That.
1. Gula tambahan
Gula tambahan ini menjadi penyebab umum dari berbagai penyakit dalam tubuh. Anderson menjelaskan seperti gula tebu, sirup beras merah, sirup tapioka dan jus tambahan dalam satu produk makanan.
Menurut Anderson, adanya gula tambahan ini bisa membuat gula darah melonjak dan sering membuat orang cepat lapar.
2. Minyak nabati
Minyak nabati yang melewati banyak proses juga kurang baik bagi kesehatan. Seperti pemanasan dengan suhu tinggi, pemurnian hingga penghilangan bau bisa menurunkan kualitas minyak nabati.
Sejumlah minyak nabati seperti kedelai, jagung dan kanola umumnya banyak ditemukan pada camilan manis, jadi jika minyak nabati yang kurang berkualitas digabungkan dengan karbohidrat bisa membuat seseorang sulit berhenti makan.
3. Pemanis buatan
Bahan pemanis buatan pada camilan juga harus diwaspadai. Sebab, pemanis buatan bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Bahan pemanis tambahan seperti sukralosa atau aspartam biasanya sering muncul pada makanan ‘rendah gula’, justru bisa meningkatkan keinginan makan yang sulit terkontrol.
4. Daftar bahan yang panjang
Jika kamu hendak membeli camilan manisa, pastikan lihat dulu daftar bahan pembuatan camilan. Anderson mengatakan jika sebuah camilan memiliki banyak bahan dalam kemasannya bisa menjadi tanda bahwa makanan tersebut sudah ditambah bahan lain untuk menambah rasa.
Anderson juga menambahkan bahwa bahan yang lebih sederhana dalam sebuah kemasan biasanya lebih mudah diproses ditubuh.
5. Rendah protein dan serat
Perhatikan kandungan protein dan serat dalam camilan. Menurut Anderson, camilan yang mengandung protein atau serat rendah tidak baik bagi tubuh.
Walaupun terlihat sehat, sayangnya camilan dengan protein dan serat rendah tidak membuat kenyang lebih lama. Akibatnya, orang yang mengonsumsinya akan terus ingin ngemil karena merasa mudah lapar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang