Minum Minuman Manis Saat Berbuka, Menurut Pakar Ini Batas Amannya

Minum Minuman Manis Saat Berbuka, Menurut Pakar Ini Batas Amannya, 1. Mengganggu Pola Gizi Seimbang, 2. Meningkatkan Risiko Karies Gigi, 3. Berisiko Menyebabkan Kenaikan Berat Badan, 4. Memicu Lonjakan Gula Darah

minuman manis saat berbuka puasa? Kebiasaan mengonsumi minuman manis memang tidak bisa lepas dari keseharian kita. Ternyata menurut pakar ada loh batasan minum minuman manis yang tepat agar tetap baik bagi tubuh.  

Guru Besar Ilmu Gizi Pangan IPB University, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa banyak orang memilih makanan dan minuman manis saat berbuka untuk mengembalikan kadar gula darah. Selain itu, asupan gula dan karbohidrat dapat merangsang produksi hormon serotonin yang menimbulkan rasa nyaman dan bahagia.

Meski demikian, konsumsi gula tetap harus dibatasi. Dalam pedoman konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), batas asupan gula harian dianjurkan tidak lebih dari 50 gram atau setara empat sendok makan per hari. Gula juga berada di puncak piramida gizi seimbang, sehingga porsinya memang sebaiknya sedikit.

Dampak Minuman Manis jika Dikonsumsi Berlebihan

1. Mengganggu Pola Gizi Seimbang

Minuman manis dapat membuat perut cepat kenyang. Akibatnya, konsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, dan sumber protein menjadi berkurang sehingga kebutuhan nutrisi harian tidak terpenuhi secara optimal.

2. Meningkatkan Risiko Karies Gigi

Asupan gula yang tinggi dapat memicu pertumbuhan bakteri di rongga mulut yang menyebabkan kerusakan atau karies gigi.

3. Berisiko Menyebabkan Kenaikan Berat Badan

Gula mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik, kondisi ini dapat memicu penambahan berat badan.

4. Memicu Lonjakan Gula Darah

Terutama bagi penderita Diabetes Melitus, konsumsi minuman manis secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan kadar trigliserida yang berisiko pada penyakit jantung.

Alternatif minuman manis yang lebih sehat

Agar tetap bisa menikmati rasa manis tanpa berlebihan, ada beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan. Air kelapa, misalnya, mengandung elektrolit alami yang membantu menggantikan cairan tubuh setelah seharian berpuasa.

Jus buah dan sayur juga dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan minuman tinggi gula tambahan. Namun, sebaiknya hindari menambahkan gula berlebihan agar manfaat kesehatannya tetap terjaga.

Buah dengan rasa manis alami, seperti kurma segar (ruthob) maupun kurma kering, bisa menjadi sumber energi saat berbuka. Kandungan gula alaminya membantu memulihkan tenaga dengan cepat. Meski lebih sehat, konsumsinya tetap perlu dibatasi, cukup satu hingga tiga butir agar asupan gula tetap terkontrol.

Pada akhirnya, minuman manis saat berbuka bukanlah sesuatu yang sepenuhnya dilarang. Kuncinya adalah mengatur porsi dan memilih sumber rasa manis yang lebih alami agar tubuh tetap sehat selama menjalani ibadah puasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang