Apa yang Terjadi pada Otak Jika Tubuh Kekurangan Protein, Menurut Ahli Gizi
Protein selama ini identik dengan pembentukan otot. Namun, para ahli gizi menegaskan bahwa nutrisi ini juga memiliki peran krusial bagi kesehatan otak, mulai dari menjaga fokus hingga kestabilan emosi.
Ketika asupan protein tidak mencukupi, dampaknya tidak hanya terasa pada tubuh, tetapi juga pada fungsi mental.
Peran penting protein bagi otak
Protein dari makanan dipecah menjadi asam amino, yaitu “bahan baku” pembentuk zat kimia otak atau neurotransmitter seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Zat-zat ini berperan dalam mengatur suasana hati, motivasi, hingga kemampuan berpikir.
Menurut ahli gizi, tubuh tidak bisa menyimpan asam amino untuk digunakan nanti. Artinya, otak membutuhkan pasokan protein setiap hari agar dapat berfungsi optimal.
Tanpa asupan yang cukup, produksi neurotransmitter bisa terganggu, yang berdampak pada energi mental dan kesejahteraan emosional.
Selain itu, protein juga membantu perbaikan sel, termasuk sel otak. Jika proses ini terganggu, kemampuan otak untuk tetap tajam dan fokus juga bisa menurun.
Dampak kekurangan protein dalam jangka pendek
Dalam beberapa hari saja, kekurangan protein sudah bisa memengaruhi kondisi mental. Beberapa efek yang umum terjadi antara lain:
- Mood berubah: mudah marah, cemas, atau kehilangan motivasi
- Lelah dan kurang energi
- Sering lapar dan ngidam makanan
- Sulit fokus (brain fog)
- Penurunan kemampuan berpikir cepat
Tak hanya itu, interaksi sosial juga bisa terdampak. Seseorang mungkin menjadi lebih sensitif, mudah salah memahami ucapan orang lain, atau cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
Dampak jangka panjang yang lebih serius
Jika kekurangan protein berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, risikonya menjadi jauh lebih serius, seperti:
Ilustrasi otak. 14 Ciri-ciri Orang Cerdas yang Tak Bisa Disembunyikan Menurut Ahli, Apa Saja?
- Penurunan fungsi kognitif
- Risiko demensia lebih tinggi
- Depresi berat
- Kerusakan struktur otak (neurodegenerasi)
Dalam kondisi ekstrem, tubuh bahkan akan memecah jaringan otot untuk mendapatkan asam amino yang dibutuhkan, termasuk untuk fungsi otak. Hal ini bisa memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Meski begitu, para ahli menyebutkan bahwa dalam banyak kasus, kerusakan ini masih bisa diperbaiki jika asupan protein segera diperbaiki sejak dini.
Berapa kebutuhan protein harian?
Kebutuhan protein setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas. Namun, secara umum:
- Orang dewasa: sekitar 1,2–1,6 gram per kilogram berat badan per hari
- Orang yang aktif berolahraga bisa membutuhkan lebih banyak
- Konsumsi protein secara merata sepanjang hari
- Sertakan protein di setiap waktu makan
- Pilih sumber protein beragam: daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan produk susu
Namun perlu diingat, konsumsi protein berlebihan juga tidak dianjurkan. Batas aman umumnya sekitar 0,9 gram per pon berat badan per hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang