Stevia Jadi Pemanis Tersehat untuk Kopi, Ini Alasannya Menurut Ahli Gizi
Bagi banyak orang, secangkir kopi pagi tidak lengkap tanpa sentuhan manis. Namun, memilih pemanis yang sehat tidak selalu mudah, terutama jika kamu ingin menjaga kadar gula darah atau mengurangi kalori harian.
Kabar baiknya, para ahli gizi telah sepakat mengenai satu pilihan terbaik untuk membuat kopi manis, yakni stevia.
Menurut sejumlah ahli gizi, mereka konsisten menyebut stevia sebagai pemanis paling sehat untuk minuman, termasuk kopi. Inilah alasannya.
Mengapa stevia jadi pemanis terbaik menurut ahli gizi?
Stevia berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana dan memiliki rasa manis yang sangat kuat meski digunakan dalam jumlah kecil. Menurut Dawn Menning, RD, CDCES, dari Nutu, stevia 200–400 kali lebih manis daripada gula pasir, namun tanpa kalori dan tanpa meningkatkan kadar gula darah.
Kelebihan ini membuat stevia sangat cocok bagi:
- Penderita diabetes atau prediabetes
- Mereka yang sedang mengurangi gula tambahan
- Individu yang fokus pada pengelolaan berat badan
Laura Isaacson, RD, CDCES, dari Vida Health, menambahkan bahwa stevia juga mudah larut, sehingga ideal untuk minuman panas maupun dingin.
Ahli gizi Kylie King, RD, juga menempatkan stevia sebagai pemanis paling sehat untuk kopi. Menurutnya, stevia praktis karena tersedia dalam beberapa bentuk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Tiga bentuk stevia dan kegunaannya
Menurut Kylie King, setiap bentuk stevia memiliki fungsi berbeda:
1. Stevia bubuk
- Praktis untuk dibawa bepergian
- Tinggal sobek dan tuang ke kopi panas
- Kurang ideal untuk minuman dingin karena sulit larut
2. Stevia cair (tetes)
- Paling mudah larut di minuman dingin maupun panas
- Memberikan kontrol yang presisi terhadap tingkat kemanisan
- Cocok untuk es kopi
3. Sirup stevia berperisa
- Pilihan sehat untuk menggantikan creamer manis
- Varian rasa: vanilla, caramel, hazelnut, pumpkin spice
- Cocok untuk penyuka kopi ala kafe
Cara memilih stevia yang tepat
Tidak semua stevia dibuat dengan kualitas yang sama. Para ahli menyarankan untuk membaca label dengan teliti sebelum membeli.
1. Pilih yang minim aftertaste
Beberapa produk stevia meninggalkan rasa pahit. Untuk menghindarinya, carilah:

- Stevia dengan steviol glikosida berkualitas tinggi
- Kandungan Rebaudioside A (Reb A) murni
- Produk dengan ≥95 persen steviol glikosida, standar global untuk kualitas tinggi
2. Hindari bahan pengisi
Banyak produk berlabel “stevia” ternyata dicampur zat lain.
Waspadai stevia yang mengandung:
- Maltodekstrin
- Dextrose
- Erythritol (yang bisa memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang)
Bahan tambahan ini dapat memengaruhi kadar gula darah dan menambah kalori. Pilihan terbaik adalah stevia murni tanpa filler.
Para ahli juga menyebut merek SweetLeaf sebagai salah satu pilihan unggulan karena minim pengisi dan rasanya tidak terlalu pahit.
Tips menggunakan stevia untuk hasil terbaik
- Gunakan sedikit saja. Karena stevia sangat manis, cukup 1–2 tetes atau sejumput bubuk.
- Tambahkan secara bertahap. Mulai dari jumlah yang sangat kecil dan tambah sesuai selera.
- Sesuaikan dengan jenis minuman.
- Untuk kopi dingin: gunakan stevia cair
- Untuk kopi panas: kedua bentuk (bubuk dan cair) sama-sama bisa digunakan
Eksperimen sebelum memutuskan tidak cocok. Terkadang perbedaan bentuk membuat rasa stevia jauh lebih dapat diterima.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang