Top 5+ Kombinasi Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan, Menurut Ahli Kesehatan
Kamu perlu tahu bahwa tidak semua kombinasi makanan baik untuk tubuh. Para ahli gizi menekankan bahwa sejumlah makanan tertentu dapat saling menghambat penyerapan nutrisi atau menimbulkan ketidaknyamanan pencernaan.
“Senyawa tertentu dapat menghambat penyerapan vitamin dan mineral. Jika kita sedang memprioritaskan suatu nutrisi atau memiliki kondisi defisiensi, sebaiknya memperhatikan kombinasi makanan yang dikonsumsi,” kata ahli gizi Avery Zenker.
Sementara itu, kombinasi lain justru dapat menyebabkan asupan zat gizi tertentu menjadi berlebihan.
Meskipun tidak ada makanan yang benar-benar “baik” atau “buruk”, para ahli sepakat bahwa memperhatikan cara kita memasangkan makanan merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan.
5 kombinasi makanan yang sebaiknya dihindari
Berikut 5 kombinasi makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan, menurut para ahli.
1. Susu dengan jeruk-jerukan
Mengonsumsi segelas susu bersamaan dengan jeruk atau lemon bukanlah pilihan yang ideal—terutama bagi yang sensitif terhadap laktosa.

Zenker menjelaskan bahwa keasaman tinggi pada buah citrus dapat membuat protein susu menggumpal.
Proses ini dapat menimbulkan kembung, gas, sakit perut, atau gangguan pencernaan karena gumpalan tersebut lebih sulit dicerna tubuh.
2. Cokelat hitam dan susu
Meski terdengar menggoda, memadukan cokelat hitam dengan susu ternyata dapat menghilangkan manfaat kesehatannya.
Ilustrasi cokelat hitam. Cokelat hitam merupakan sumber serat yang baik dan kaya akan mineral penting untuk kesehatan secara keseluruhan, seperti magnesium dan zat besi.
Dokter jantung preventif Elizabeth Klodas mengungkapkan bahwa flavonoid dalam cokelat hitam yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan mendukung kesehatan jantung, tidak dapat diserap tubuh jika bercampur dengan protein susu.
Akibatnya, manfaat utama cokelat hitam menjadi hilang.
3. Kopi dengan pisang
Sarapan cepat dengan kopi dan pisang mungkin terlihat praktis, namun kombinasi ini bisa membuat energi cepat turun.
Ilustrasi kopi. Alasan kopi tak dianjurkan diminum kopi saat sahur dan berbuka.
Suhaul Rivera, pendiri Alkaline Herb Shop, menjelaskan bahwa kafein yang dipadukan dengan karbohidrat cepat cerna menciptakan sensasi energi palsu. Begitu kadar gula darah turun, tubuh akan mengalami crash energi dan rasa lelah berlebih.
Sebaiknya konsumsi protein terlebih dahulu, seperti telur orak-arik, sebelum menikmati kopi.
4. Mi instan dan kecap ssin
Menambahkan kecap asin pada mi instan adalah kebiasaan umum, tetapi bisa meningkatkan asupan natrium hingga ribuan miligram dalam satu porsi.
Ilustrasi mi instan.
Zenker mengingatkan bahwa konsumsi natrium berlebih dalam jangka panjang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Dehidrasi juga dapat memperparah efek negatif ini.
5. Selai kacang dan kue beras
Kue beras sering dipilih sebagai camilan cepat, terutama jika dipadukan dengan selai kacang. Namun, menurut Rivera, kombinasi ini tidak memberi rasa kenyang yang bertahan lama karena minim serat dan karbohidrat kompleks.
ilustrasi selai kacang
Akibatnya, energi cepat habis dan tubuh lebih cepat merasa lapar kembali, kurang ideal untuk hari yang padat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang