Alasan Menghindari 6 Makanan Ini untuk Sarapan, Menurut Ahli Gizi
Sarapan adalah waktu makan yang sangat penting untuk memulai hari dengan energi yang cukup.
Namun, tak semua jenis makanan cocok dijadikan menu sarapan harian. Beberapa makanan yang terlihat praktis dan lezat ternyata bisa membuat tubuh cepat lemas, lapar kembali, dan bahkan memicu kebiasaan makan yang kurang sehat.
Menurut para ahli gizi seperti Caroline Susie, RD/LD, dan Kristen Smith, MS, RD, LD, kunci sarapan ideal adalah makanan yang seimbang, tinggi protein, dan kaya serat. Karena itu, ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi saat sarapan.
6 makanan yang sebaiknya dihindari saat sarapan
Berikut adalah 6 makanan yang sebaiknya kamu hindari untuk sarapan, lengkap dengan alternatif sehatnya.
1. Yogurt rasa
Yogurt dikenal sebagai makanan probiotik yang baik untuk pencernaan. Namun, tidak semua yogurt diciptakan sama. Yogurt dengan rasa buah atau topping manis biasanya mengandung gula tambahan yang tinggi, bahkan bisa setara dengan sebatang permen.
Ilustrasi es yoghurt stroberi
- Memicu lonjakan gula darah
- Membuat tubuh cepat lapar kembali
Alternatif lebih sehat:
Pilih yogurt Greek plain yang tinggi protein. Tambahkan buah segar, kacang, atau sedikit madu untuk rasa manis alami.
2. Muffin kemasan
Muffin memang tampak seperti pilihan sarapan yang praktis dan mengenyangkan. Namun muffin yang dijual di toko umumnya dibuat dari tepung olahan dan gula tinggi, sehingga lebih mirip kue pencuci mulut dibanding menu sarapan.
Ilustrasi muffin pisang vegan.
Dampaknya:
- Rendah protein dan serat
- Cepat membuat tubuh lapar
Alternatif lebih sehat:
Buat muffin sendiri dari tepung gandum utuh, pisang tumbuk sebagai pemanis alami, dan tambahkan kacang atau biji-bijian untuk protein tambahan.
3. Smoothies botolan dan jus kemasan
Smoothies dan jus kemasan memang praktis, tetapi banyak yang mengandung gula tinggi dan minim serat. Padahal serat penting untuk menjaga kenyang lebih lama dan menahan lonjakan gula darah.
Ilustrasi jus buah. Jenis buah yang sebaiknya dihindari saat berjerawat adalah buah dengan tambahan gula.
Dampaknya:
- Energi cepat naik lalu turun
- Tidak mengenyangkan karena serat rendah
Alternatif lebih sehat:
Buat smoothie sendiri dari buah utuh, sayuran hijau, yogurt Greek atau protein powder, serta lemak sehat seperti selai kacang atau biji rami.
4. Donat dan pastry manis
Tak perlu penjelasan panjang: donat, croissant cokelat, dan kue manis lainnya memang enak, tapi jelas bukan pilihan sarapan sehat. Makanan ini biasanya tinggi gula dan rendah nutrisi.
Ilustrasi donat kentang gula bubuk untuk jualan.
Dampaknya:
- Tidak membuat kenyang
- Memicu ngemil gula sepanjang hari
Alternatif lebih sehat:
Sesekali boleh menikmati donat, tetapi imbangi dengan protein, misalnya telur atau sosis ayam, agar lebih stabil dan tidak cepat lapar.
5. Granola dan granola bar kemasan
Meski terlihat sehat, sebagian besar granola kemasan mengandung gula tambahan, minyak tidak sehat, dan kalori yang tinggi. Granola bar bahkan bisa menyerupai permen berkedok makanan sehat.
Ilustrasi granla
Dampaknya:
- Kandungan gula tinggi
- Tidak sebaik yang terlihat
Alternatif lebih sehat:
Pilih granola rendah gula atau buat sendiri di rumah. Atau ganti dengan oatmeal yang ditambah kacang, biji-bijian, dan buah beri.
6. Daging olahan
Daging olahan seperti sosis memang memberikan asupan protein cepat, tetapi juga kaya lemak jenuh dan natrium yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan peradangan.
Ilustrasi sosis.
Dampaknya:
- Tinggi garam dan lemak jenuh
- Tidak ideal dikonsumsi setiap hari
Alternatif lebih sehat:
Pilih telur, sosis kalkun rendah lemak, atau tambahkan sayuran sebagai pendamping untuk sarapan bergizi.
Mengapa kita sebaiknya menghindari 6 makanan itu?
Menurut para ahli, makanan-makanan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari karena:
1. Memicu lonjakan dan penurunan gula darah
Kandungan gula tinggi tanpa serat membuat tubuh cepat lemas dan lapar kembali.
2. Tidak mengenyangkan
Sarapan rendah protein dan lemak sehat menyebabkan kita lebih cepat mencari camilan dan makan berlebih.
3. Mendorong pola makan tidak sehat sepanjang hari
Sarapan yang manis dan olahan dapat memicu ngemil makanan manis dan ultra-proses lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang