Top 5+ Perawatan Rambut Keriting agar Tidak Kering dan Kusut Menurut Ahli

rambut keriting, 5 Perawatan Rambut Keriting agar Tidak Kering dan Kusut Menurut Ahli, 1. Kenali dulu jenis rambut keriting, 2. Jangan terlalu sering keramas, 3. Fokus menjaga kelembapan rambut, 4. Hindari menyisir rambut saat kering, 5. Perhatikan cara tidur dan paparan matahari

Setiap jenis rambut memiliki perawatannya sendiri, tak terkecuali rambut keriting. Volume dan karakter rambutnya yang unik, membuat rambut keriting cenderung lebih rentan mengalami kekeringan, kusut, atau patah.

Tak sedikit pemilik rambut keriting yang merasa rambut mereka sulit diatur, terutama ketika cuaca panas atau kelembapan udara sedang tinggi.

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), tekstur rambut keriting membuat minyak alami dari kulit kepala lebih sulit menyebar hingga ke ujung rambut.

Kondisi inilah yang membuat rambut keriting membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam menjaga kelembapan.

Apa saja perawatan khusus yang perlu dilakukan? Simak penjelasannya.

Perawatan Khusus untuk Rambut Keriting

1. Kenali dulu jenis rambut keriting

rambut keriting, 5 Perawatan Rambut Keriting agar Tidak Kering dan Kusut Menurut Ahli, 1. Kenali dulu jenis rambut keriting, 2. Jangan terlalu sering keramas, 3. Fokus menjaga kelembapan rambut, 4. Hindari menyisir rambut saat kering, 5. Perhatikan cara tidur dan paparan matahari

Ilustrasi Rambut Keriting

Melansir Mind Body Green, pola rambut keriting ternyata sangat beragam, mulai dari gelombang longgar tipe 2 hingga coil rapat tipe 4C. Bahkan, satu orang bisa memiliki lebih dari satu pola keriting dalam satu kepala.

Faktor seperti porositas rambut, kondisi kulit kepala, panjang, hingga kepadatan rambut dapat memengaruhi kebutuhan perawatan setiap orang.

Penata rambut sekaligus pendiri Miss Jessie’s, Miko Branch, menjelaskan bahwa porositas rambut juga menentukan bagaimana rambut menyerap kelembapan.

“Porositas rambut menggambarkan bagaimana kutikula rambut menyerap dan mempertahankan kelembapan di pori-porinya,” kata Miko kepada Mind Body Green.

Rambut dengan porositas rendah biasanya lebih sulit menyerap air maupun produk perawatan. Sebaliknya, rambut dengan porositas tinggi cenderung lebih mudah menyerap kelembapan, tetapi juga lebih cepat kehilangan hidrasi.

2. Jangan terlalu sering keramas

Salah satu kesalahan paling umum dalam merawat rambut keriting adalah terlalu sering mencuci rambut. Kebiasaan ini justru dapat membuat rambut semakin kering dan mengembang.

AAD merekomendasikan pemilik rambut keriting untuk mencuci rambut hanya saat diperlukan, minimal setiap dua hingga tiga minggu sekali agar kulit kepala tidak mengalami penumpukan minyak maupun ketombe.

Senada dengan itu, ahli trikologi Bridgette Hill mengatakan kepada Mind Body Green bahwa memperpanjang jeda keramas dapat membantu menjaga hidrasi alami rambut keriting.

“Saya ingin menekankan bahwa membasahi, membilas, dan/atau menggunakan kondisioner setiap hari tidak sama dengan keramas,” ujar Bridgette.

Ia menjelaskan bahwa keramas merujuk pada penggunaan agen pembersih khusus seperti sampo untuk membersihkan rambut dan kulit kepala.

3. Fokus menjaga kelembapan rambut

Kelembapan adalah kunci dari merawat rambut keriting. Karena teksturnya cenderung lebih kering, penggunaan conditioner tidak bisa dilewatkan begitu saja.

AAD menyarankan penggunaan conditioner pada seluruh bagian rambut, bukan hanya di ujungnya. Setelah keramas, pemilik rambut keriting juga disarankan menggunakan leave-in conditioner atau hair oil untuk membantu mengunci kelembapan.

Selain itu, pemilik rambut keriting juga dianjurkan memilih produk dengan kandungan seperti minyak argan, gliserin, atau fatty alcohol seperti cetyl alcohol dan stearyl alcohol.

Mind Body Green juga menyoroti pentingnya penggunaan leave-in conditioner, terutama bagi pemilik rambut panjang.

Pasalnya, minyak alami dari kulit kepala membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai ujung rambut. Karena itu, bagian bawah batang rambut biasanya membutuhkan hidrasi tambahan agar tidak mudah bercabang atau patah.

4. Hindari menyisir rambut saat kering

Rambut keriting lebih mudah kusut dibandingkan jenis rambut lainnya. Jadi, cara mengurai rambut juga perlu diperhatikan agar helai rambut tidak rusak.

AAD menyarankan rambut dibasahi terlebih dahulu sebelum diurai. Setelah itu, gunakan leave-in conditioner dan uraikan rambut secara perlahan menggunakan jari atau sisir bergigi jarang.

Proses mengurai rambut juga sebaiknya dilakukan per bagian agar lebih mudah dan tidak menarik rambut terlalu keras.

Selain itu, pemilik rambut keriting disarankan mengurai rambut saat keramas untuk membantu mengurangi kusut setelah rambut kering.

5. Perhatikan cara tidur dan paparan matahari

Perawatan rambut keriting ternyata tidak berhenti setelah styling selesai. Kebiasaan sehari-hari seperti tidur atau beraktivitas di bawah matahari juga dapat memengaruhi kondisi rambut.

AAD menjelaskan, bahwa panas dan sinar ultraviolet dari matahari dapat membuat rambut keriting semakin kering. Karena itu, penggunaan topi bertepi lebar dapat membantu melindungi rambut saat beraktivitas di luar ruangan.

Sementara saat tidur, gesekan antara rambut dan sarung bantal bisa membuat rambut lebih mudah kusut dan patah.

AAD menyarankan rambut diikat longgar menyerupai “nanas” di atas kepala atau dikepang longgar sebelum tidur untuk membantu menjaga bentuk keriting.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang