Hati-hati Makan Berlebihan Saat Lebaran, Ahli Gizi UI Ungkap Dampaknya untuk Tubuh
Kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran bisa memicu berbagai gangguan kesehatan jika tidak dikendalikan dengan baik.
Mengutip Antara, Jumat (20/3/2026), Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia (UI), Prof Sandra Fikawati, mengingatkan bahwa porsi makan perlu dikontrol saat Lebaran.
Ia menekankan bahwa momen Lebaran memang identik dengan beragam hidangan, tetapi konsumsi berlebihan dapat berdampak negatif pada tubuh.
Makanan Lebaran bisa membebani sistem pencernaan
Prof Sandra menjelaskan bahwa banyak orang cenderung ingin menikmati semua makanan yang tersedia saat Lebaran. Namun, kondisi ini bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat.
“Pada momen Lebaran, banyak orang cenderung ingin menikmati berbagai hidangan yang tersedia. Namun, jika porsinya tidak dikendalikan, hal ini dapat membebani sistem pencernaan dan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan,” ujar Prof Sandra.
Ia menyebutkan bahwa makanan berlemak dan bersantan, seperti opor ayam atau gulai, jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan perut kembung, mual, sakit perut, hingga gangguan seperti diare atau sembelit.
Kue kering dan minuman manis picu lonjakan gula darah
ilustrasi nastar keju kacang. Konsumsi makanan berlebihan saat Lebaran bisa memicu gangguan pencernaan hingga meningkatkan risiko penyakit serius, menurut ahli gizi UI.
Selain makanan utama, konsumsi kue kering dan minuman manis juga perlu diperhatikan.
Prof Sandra mengingatkan bahwa konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah.
Kondisi ini berisiko terutama bagi orang dengan diabetes atau yang memiliki risiko penyakit tersebut.
Risiko kolesterol hingga penyakit jantung meningkat
Makanan Lebaran yang tinggi lemak dan garam juga berpotensi meningkatkan kolesterol dan tekanan darah.
Hal ini dapat memperbesar risiko penyakit jantung dan stroke jika tidak dikendalikan.
Selain itu, asupan kalori berlebih juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan serta membuat tubuh mudah lelah dan mengantuk.
Tetap bisa menikmati makanan Lebaran dengan bijak
Meski demikian, Prof Sandra menegaskan bahwa masyarakat tetap bisa menikmati hidangan khas Lebaran.
Kuncinya adalah menjaga keseimbangan dan mengatur porsi makan.
Hidangan seperti ketupat, opor ayam, gulai, dan rendang tetap boleh dikonsumsi selama dalam jumlah wajar.
Ia menyarankan untuk mengambil makanan secukupnya, membatasi kue kering dan minuman manis, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
Langkah ini dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.
“Lebaran seharusnya tetap menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan. Dengan pola makan yang lebih bijak dan seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Idul Fitri tanpa harus mengorbankan kesehatan,” kata Prof Sandra.
Jangan lupa air putih dan tetap aktif bergerak
Selain mengatur pola makan, menjaga asupan cairan juga penting.
Minum air putih yang cukup dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dan mendukung proses pencernaan.
Prof Sandra juga menyarankan untuk makan secara perlahan agar tubuh dapat mengenali rasa kenyang.
Aktivitas ringan seperti berjalan kaki juga dianjurkan agar kebugaran tetap terjaga. Cara ini dapat membantu menjaga keseimbangan energi selama masa Lebaran.
Dengan langkah sederhana tersebut, masyarakat tetap bisa menikmati makanan Lebaran tanpa mengganggu kesehatan tubuh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang