Apa yang Terjadi Jika Makan Tomat Setiap Hari? Ahli Gizi Ungkap 4 Manfaatnya

tomat, Apa yang Terjadi Jika Makan Tomat Setiap Hari? Ahli Gizi Ungkap 4 Manfaatnya, Mengapa tomat dianggap kaya nutrisi?, Apa manfaat makan tomat setiap hari?, Siapa yang perlu berhati-hati saat makan tomat?, Tomat kalengan juga bisa bermanfaat

Tomat sering hadir dalam berbagai hidangan, mulai dari salad, sup, sambal, hingga saus pasta. Namun, di balik penggunaannya yang sederhana, tomat ternyata menyimpan sejumlah nutrisi yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi secara rutin.

Melansir Real Simple (7/6/2026), ahli gizi menyebut bahwa makan tomat setiap hari dapat mendukung kesehatan jantung, sistem imun, mata, hingga saluran pencernaan.

Meski demikian, ada beberapa kondisi tertentu yang membuat sebagian orang perlu membatasi konsumsinya.

Mengapa tomat dianggap kaya nutrisi?

Menurut ahli gizi terdaftar Katharine Rosenthal, RDN, tomat termasuk salah satu makanan yang padat nutrisi meski kandungan protein, lemak, dan karbohidratnya tidak terlalu tinggi.

"Tomat adalah salah satu makanan paling kaya nutrisi yang bisa ditambahkan ke piring makan. Tomat mengandung vitamin C, kalium, folat, dan vitamin K, tetapi yang paling menonjol adalah likopen," kata Rosenthal.

Likopen merupakan pigmen yang memberi warna merah pada tomat. Senyawa ini juga dikenal sebagai antioksidan yang telah banyak diteliti manfaatnya bagi kesehatan.

Rosenthal menjelaskan bahwa likopen bekerja hingga ke tingkat sel untuk membantu melawan stres oksidatif, yaitu kerusakan dalam tubuh yang dapat memicu berbagai penyakit kronis.

Selain likopen, tomat juga mengandung beta-karoten dan asam klorogenat.

Ahli gizi Jill McNutt, MS, RDN, mengatakan beta-karoten berperan sebagai prekursor vitamin A yang mendukung fungsi imun dan kesehatan mata.

Sementara itu, asam klorogenat disebut dapat membantu mengatur gula darah dan menurunkan tekanan darah pada individu dengan kadar yang tinggi.

Apa manfaat makan tomat setiap hari?

tomat, Apa yang Terjadi Jika Makan Tomat Setiap Hari? Ahli Gizi Ungkap 4 Manfaatnya, Mengapa tomat dianggap kaya nutrisi?, Apa manfaat makan tomat setiap hari?, Siapa yang perlu berhati-hati saat makan tomat?, Tomat kalengan juga bisa bermanfaat

Ilustrasi tomat. Ahli gizi menyebut makan tomat setiap hari dapat mendukung kesehatan jantung, mata, sistem imun, hingga usus.

Berkat kandungan nutrisi tersebut, konsumsi tomat secara rutin dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan.

1. Mendukung kesehatan jantung

Rosenthal mengatakan jantung menjadi salah satu organ yang paling diuntungkan dari konsumsi tomat secara teratur.

"Jika Anda mengonsumsi tomat secara konsisten, jantung kemungkinan akan berterima kasih kepada Anda," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa likopen membantu mengurangi peradangan dan kerusakan akibat stres oksidatif, sedangkan kalium berperan dalam membantu mengatur tekanan darah.

Selain itu, vitamin K mendukung proses pembekuan darah yang sehat, sementara likopen juga dapat membantu menurunkan oksidasi kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

2. Mendukung sistem imun

McNutt mengatakan perlindungan antioksidan dari tomat dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan mendukung kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Ia menambahkan bahwa beberapa penelitian juga menunjukkan konsumsi tomat berpotensi membantu menurunkan risiko jenis kanker tertentu.

3. Menjaga kesehatan usus

Manfaat lain yang ditemukan adalah dukungan terhadap kesehatan saluran cerna.

Menurut McNutt, penelitian menunjukkan bahwa memasukkan tomat ke dalam pola makan dapat meningkatkan jumlah dan keragaman mikroorganisme baik di usus.

"Secara keseluruhan, tomat merupakan makanan kaya nutrisi yang dapat mendukung kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan usus," kata McNutt.

4. Baik untuk mata dan jaringan tubuh

karoten dalam tomat mendukung kesehatan mata melalui perannya sebagai sumber vitamin A.

Selain itu, folat yang terkandung di dalamnya membantu mendukung kesehatan sel dan jaringan tubuh.

Siapa yang perlu berhati-hati saat makan tomat?

Meski aman bagi sebagian besar orang, tomat tidak selalu cocok untuk semua kondisi kesehatan.

Rosenthal menjelaskan bahwa tomat memiliki sifat asam yang dapat memicu keluhan pada penderita refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

"Jika Anda menyukai tomat tetapi merasakan sensasi terbakar atau tidak nyaman, cobalah mengurangi konsumsinya atau perhatikan apakah tomat mentah atau tomat matang yang menjadi pemicunya," kata Rosenthal.

Sementara itu, McNutt mengatakan sebagian kecil orang dengan kondisi autoimun tertentu merasa gejala peradangan atau nyeri sendi mereka memburuk setelah mengonsumsi tomat.

Tomat termasuk kelompok tanaman nightshade yang mengandung senyawa alami bernama alkaloid.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa tomat tetap merupakan makanan yang aman dan sehat bagi sebagian besar orang.

Tomat kalengan juga bisa bermanfaat

Menariknya, manfaat tomat tidak hanya berasal dari tomat segar.

Rosenthal mengatakan tomat kalengan juga merupakan pilihan yang baik karena proses pemanasan justru dapat meningkatkan kadar likopen.

"Jangan meremehkan tomat kalengan. Karena likopen meningkat melalui proses pemanasan dan pengolahan, tomat kalengan sering kali memiliki konsentrasi likopen lebih tinggi dibandingkan tomat segar," ujarnya.

Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi tomat bersama sumber lemak sehat agar penyerapan likopen, beta-karoten, dan vitamin K berlangsung lebih optimal.

Saat memilih produk olahan tomat, seperti saus pasta atau saus tomat dalam kemasan, Rosenthal menyarankan memilih produk tanpa tambahan gula dan dengan kandungan natrium yang lebih rendah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang