Top 5+ Minuman Umum yang Bisa Memperparah Sakit, Menurut Ahli Gizi
Saat sedang sakit, atau mengalami radang, kita harus menjaga asupan makanan dan minuman agar kembali sehat.
Selama ini, fokus kita mungkin tertuju pada makanan ketika ingin sembuh. Namun tanpa disadari, minuman yang rutin kita konsumsi justru bisa menjadi pemicu sakit dan peradangan yang lebih besar.
Menurut Samantha Peterson, MS, RDN, seorang ahli gizi fungsional, sakit dan peradangan jarang disebabkan oleh satu jenis minuman saja.
Kombinasi pola makan, tingkat stres, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan gaya hidup keseluruhanlah yang menjadi penentu.
Artinya, membatasi beberapa minuman tertentu sambil menerapkan kebiasaan sehat dapat memberikan manfaat besar.
5 minuman yang bikin kamu tambah sakit
Berikut lima jenis minuman yang paling sering memicu sakit dan peradangan menurut para ahli gizi.
1. Soda
Soda memang digemari, tetapi kandungan gulanya yang tinggi bisa memicu peradangan. Peterson menjelaskan bahwa soda mengirimkan gula tambahan dalam jumlah besar dengan sangat cepat.
Ilustrasi minuman bersoda. Benarkah minum soda bisa sebabkan batu ginjal?
Karena tidak mengandung serat, protein, atau lemak, gula dari soda langsung diserap sehingga memicu lonjakan gula darah dan respons insulin yang kuat.
Dalam jangka panjang, konsumsi gula tambahan yang berlebihan dapat membuatmu sakit dan menambah beban pada sistem metabolik tubuh, termasuk sensitivitas insulin dan kesehatan jantung.
Banyak soda juga mengandung asam fosfat, kafein, pewarna, dan pengawet. Bahan-bahan ini aman dalam jumlah kecil, tetapi konsumsi sering bisa menambah risiko sakit melalui gangguan gula darah, perubahan mikrobiota usus, hingga gangguan tidur.
2. Minuman olahraga
Minuman olahraga sering dipromosikan sebagai minuman kesehatan, tetapi banyak di antaranya mengandung high-fructose corn syrup, sebuah bentuk gula tambahan.
Ilustrasi minuman olahraga segar.
Konsumsi gula tinggi dalam waktu singkat memicu lonjakan glukosa darah, dan bila terjadi rutin, dapat meningkatkan kadar sitokin, protein pemicu sakit dan peradangan.
Jika belum siap meninggalkan minuman olahraga, pilihlah yang mengandung kurang dari 10 gram gula tambahan per saji. Alternatif lain adalah membuat minuman olahraga sendiri sehingga kadar gula bisa dikontrol.
3. Jus buah manis dengan gula
Banyak orang menganggap jus buah otomatis “sehat” karena berasal dari buah asli. Padahal, sebagian besar jus buah manis diproses secara intensif dan memiliki kadar serat yang jauh lebih rendah dari buah utuh.
Ilustrasi jus jeruk blewah
Tanpa serat, gula dalam jus masuk ke aliran darah dengan sangat cepat, memicu lonjakan gula darah dan insulin. Jika sering dikonsumsi, hal ini dapat meningkatkan marker peradangan dan risiko penyakit metabolik.
Bagaimana dengan jus tanpa tambahan gula? Meski tanpa gula tambahan, jus tetap mengandung fruktosa dalam konsentrasi tinggi. Konsumsi jus terlalu sering atau dalam jumlah besar dapat membuat kita melewatkan kesempatan makan buah utuh yang lebih kaya nutrisi dan serat.
4. Minuman energi
Jika ingin mengurangi peradangan, minuman energi perlu diperhatikan. Selain gula tambahan, minuman energi mengandung kafein dengan dosis tinggi. Pada jumlah sedang, kafein tidak banyak memicu peradangan dan bahkan memiliki efek anti-inflamasi ringan, terutama dalam kopi.
Selain menambah tenaga, minuman berenergi (energy drink) memiliki sederet manfaat bagi tubuh. (Dok. salah satu produk minuman energi)
Namun, kafein dalam minuman energi biasanya jauh lebih tinggi. Konsumsi rutin dapat membebani sistem kardiovaskular dan saraf, yang pada akhirnya memicu disfungsi metabolik serta meningkatkan risiko peradangan.
Kombinasi gula tinggi dan kafein berlebih juga memperkuat efek satu sama lain, membuat tubuh bekerja ekstra dan memperbesar potensi stres fisiologis.
5. Kopi manis
Kopi hitam sebenarnya tidak bermasalah—bahkan mengandung antioksidan yang bermanfaat. Namun banyak kafe menyajikan kopi dengan tambahan:
Ilustrasi minuman soda. Beberapa minuman dianggap terburuk karena kandungannya, seperti gula dan lemak jenuh. Minuman ini termasuk soda, alkohol, kopi manis, dan jus.
- Sirup rasa
- Gula tambahan
- Krim kental
- Saus karamel atau cokelat
- Whipped cream
- Cold foam
Kombinasi bahan tersebut bisa membuat satu gelas kopi mengandung gula dan lemak jenuh yang tinggi, dua komponen yang berkaitan dengan peningkatan peradangan.
Selain itu, beberapa bahan tambahan dapat mengganggu saluran cerna atau mengacaukan keseimbangan mikrobiota usus pada orang yang sensitif, padahal usus memegang peranan penting dalam regulasi imunitas dan inflamasi.
Jika dikonsumsi saat tubuh sedang stres, kurang tidur, atau kekurangan energi, kandungan kafein tinggi dalam kopi manis juga dapat memperburuk kelelahan dan menambah beban pada sistem saraf.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang