Bolehkah Makan Gorengan saat Berbuka Puasa? Ini Kata Ahli Gizi IPB
Sebagai salah satu makanan takjil yang disukai banyak orang, gorengan hampir tidak pernah lepas dan selalu ada dalam kudapan berbuka puasa.
Namun, kebiasaan mengonsumsi gorengan ketika perut kosong setelah berpuasa selama seharian berpuasa ternyata tidak dianjurkan dan sebaiknya dihindari karena beresiko pada pencernaan.
Hal ini selaras dengan penjelasan yang diberikan Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani, MGizi salah satu pakar gizi IPB University. Beliau menjelaskan bahwa gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi akibat proses penggorengan.
“Sebenarnya tidak dianjurkan untuk berbuka puasa dengan gorengan,” tulis Kompas dari laman resmi IPB. Dr dr Karina juga menjelaskan bahwa lemak merupakan zat gizi yang sulit dicerna jika dibandingkan dengan karbohidrat.
Menurut Dr Karina, setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat yang cukup lama. Jika langsung mengonsumsi makanan tinggi lemak, sistem pencernaan harus bekerja lebih berat.
Tips makan gorengan yang aman untuk tubuh
Meski demikian Dr dr Karina menyarankan untuk berbuka puasa itu boleh asalkan tidak berlebihan. “Makan gorengan saat berbuka puasa itu boleh, tapi dengan catatan, diberi jeda waktu dan tidak berlebihan,” katanya.
Ia juga menyarankan untuk mengkonsumsi makanan gorengan dipastikan perut diisi terlebih dahulu dengan makanan ringan atau makanan utama. Selain itu, jumlah gorengan juga perlu dibatasi. Konsumsi lemak berlebih secara terus-menerus beresiko menumpuk dalam tubuh dapat memicu obesitas.
Selain itu, Dr dr Karina juga mengungkapkan bahwa ada cara membuat gorengan menjadi lebih sehat tanpa menghilangkan cita rasanya. Misalnya kamu bisa memilih pilihan minyak goreng yang sehat seperti minyak kelapa atau zaitun.
Lalu hindari menggoreng dengan deep frying menjadi air fraying. Menggantikan tepung terigu dengan tepung non-gluten seperti tepung beras atau jagung.
Dr dr Karina juga menyarankan untuk menjaga suhu minyak tetap pada kisaran ideal antara 175-190°C agar membantu mencegah makanan menyerap terlalu banyak minyak. Kamu juga bisa memasak potongan lebih kecil agar cepat matang dan tidak banyak minyak.
Ia juga menyarankan untuk meniriskan gorengan di atas rak pendingin atau dengan tisu dapur, serta menghindari penggunaan minyak goreng secara berulang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang