Manfaat Mengurangi Makanan Olahan, Ahli Gizi Ungkap Manfaatnya
Makanan olahan sering menjadi pilihan praktis bagi banyak orang, mulai dari makanan beku, camilan kemasan, hingga kue dan minuman manis.
Namun, para ahli gizi mengungkapkan bahwa mengurangi konsumsi makanan olahan, terutama yang tergolong ultra-proses, dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa tidak semua makanan olahan bersifat buruk. Beberapa produk seperti sayuran beku, kacang kalengan, roti gandum utuh, yogurt tanpa tambahan gula, dan selai kacang dengan bahan sederhana tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Apa itu makanan olahan?
Makanan olahan adalah makanan yang telah mengalami perubahan selama proses produksi atau persiapan, seperti dicuci, dipotong, dibekukan, dimasak, atau diberi tambahan garam, gula, maupun pengawet.
Di sisi lain, makanan ultra-proses umumnya melalui banyak tahapan pengolahan dan mengandung berbagai bahan tambahan seperti perasa, pewarna, atau pengawet buatan.
Jenis makanan ini biasanya juga tinggi lemak jenuh, natrium, dan gula tambahan yang berpotensi berdampak negatif bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Manfaat mengurangi makanan olahan
Berikut ini adalah manfaat mengurangi makanan olahan:
Kolesterol bisa membaik
Salah satu manfaat utama dari mengurangi makanan olahan adalah perbaikan kadar kolesterol.
Banyak makanan ultra-proses seperti gorengan, kue kemasan, dan makanan siap saji mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau yang dikenal sebagai kolesterol "jahat".
Dengan mengurangi makanan tersebut, kadar LDL dapat menurun secara bertahap sehingga membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan gangguan kardiovaskular lainnya.
Tekanan darah lebih terkontrol
Makanan olahan juga sering mengandung natrium atau garam dalam jumlah tinggi. Kandungan ini banyak ditemukan pada daging olahan, makanan beku, sup instan, dan berbagai camilan kemasan.
Ilustrasi hipertensi yang diukur dengan alat medis. Hipertensi adalah salah satu the silent killer di dunia, karena diam-diam bisa menyebabkan penyakit jantung yang mematikan. Ketahui cara mencegahnya.
Ketika asupan natrium berkurang, tekanan darah cenderung menjadi lebih stabil. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membantu mengurangi risiko hipertensi, stroke, serta penyakit jantung.
Selain itu, pengurangan konsumsi garam berlebih juga dapat meringankan beban kerja ginjal dan mengurangi retensi cairan yang sering menyebabkan tubuh terasa kembung.
Energi lebih stabil sepanjang hari
Mengurangi makanan dan minuman tinggi gula tambahan juga memberikan manfaat yang cepat dirasakan.
Minuman manis, sereal bergula, dan berbagai jenis pastry dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis, sehingga tubuh mudah merasa lelah.
Saat makanan tersebut dikurangi, kadar gula darah menjadi lebih stabil dan energi tubuh cenderung bertahan lebih lama sepanjang hari. Banyak orang juga melaporkan berkurangnya keinginan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan.
Menurunkan risiko diabetes dan obesitas
Dalam jangka panjang, membatasi makanan yang kaya gula tambahan dapat membantu menurunkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Selain itu, ketika makanan ultra-proses dikurangi, tubuh memiliki lebih banyak ruang untuk menerima makanan yang kaya nutrisi seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan sumber protein berkualitas.
Pola makan jadi lebih berkualitas
Para ahli menekankan bahwa tujuan utamanya bukan menghilangkan seluruh makanan olahan dari menu harian. Yang lebih penting adalah mengubah pola makan secara keseluruhan dengan memperbanyak makanan bernutrisi.
Buah dan sayuran menyediakan vitamin, mineral, serta serat. Biji-bijian utuh membantu menjaga energi lebih lama, sementara protein tanpa lemak berperan dalam perbaikan jaringan dan fungsi tubuh.
Sementara itu, lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun mendukung kesehatan jantung dan otak.
Dengan kata lain, mengurangi makanan olahan bukan soal pantangan ketat, melainkan memberi porsi lebih besar bagi makanan yang lebih kaya nutrisi. Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan tubuh dari waktu ke waktu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang