Tips Makan Gorengan agar Tetap Aman bagi Tubuh Menurut Ahli Gizi

makan gorengan, Tips Makan Gorengan agar Tetap Aman bagi Tubuh Menurut Ahli Gizi, 1. Jangan langsung makan gorengan saat berbuka, 2. Batasi jumlah gorengan, 3. Pilih minyak yang lebih sehat, 4. Perhatikan suhu minyak saat menggoreng, 5. Tiriskan gorengan sebelum disajikan

Gorengan menjadi salah satu menu takjil yang hampir selalu hadir saat waktu berbuka puasa. Mulai dari bakwan, tahu isi, hingga pisang goreng sering menjadi pilihan karena rasanya gurih dan mudah ditemukan.

Namun, kebiasaan langsung menyantap gorengan saat perut masih kosong setelah seharian berpuasa sebenarnya tidak dianjurkan karena dapat membebani sistem pencernaan.

Dosen gizi dari IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa gorengan umumnya mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang cukup tinggi akibat proses penggorengan. Lemak juga lebih sulit dicerna dibandingkan karbohidrat.

Karena itu, setelah berpuasa seharian ketika sistem pencernaan berada dalam kondisi “istirahat”, konsumsi makanan tinggi lemak secara langsung dapat membuat kerja pencernaan menjadi lebih berat.

Meski demikian, gorengan tetap boleh dikonsumsi saat berbuka puasa selama tidak berlebihan dan dilakukan dengan cara yang lebih bijak.

Tips makan gorengan yang lebih aman saat berbuka

1. Jangan langsung makan gorengan saat berbuka

Saat berbuka, sebaiknya awali dengan makanan atau minuman yang lebih ringan, misalnya air putih, buah, atau makanan manis dalam jumlah wajar. Setelah itu, barulah gorengan bisa dikonsumsi.

Memberi jeda waktu membantu sistem pencernaan beradaptasi setelah seharian tidak menerima asupan makanan sehingga tubuh tidak langsung terbebani oleh makanan tinggi lemak.

2. Batasi jumlah gorengan

Meski rasanya menggugah selera, gorengan sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak. Asupan lemak berlebih yang berlangsung terus-menerus dapat menumpuk dalam tubuh dan meningkatkan risiko obesitas.

Karena itu, cukup konsumsi gorengan dalam porsi kecil sebagai pelengkap menu berbuka, bukan sebagai makanan utama.

3. Pilih minyak yang lebih sehat

Jenis minyak yang digunakan untuk menggoreng juga memengaruhi kualitas gorengan. Pilih minyak yang relatif lebih baik, seperti minyak kelapa atau minyak zaitun.

Penggunaan minyak yang tepat dapat membantu mengurangi kandungan lemak tidak sehat yang terbentuk selama proses penggorengan.

4. Perhatikan suhu minyak saat menggoreng

Suhu minyak yang terlalu rendah dapat membuat makanan menyerap lebih banyak minyak. Idealnya, minyak dipanaskan pada suhu sekitar 175–190 derajat Celsius agar makanan cepat matang dan tidak terlalu berminyak.

Selain itu, memotong bahan makanan dalam ukuran lebih kecil juga dapat membantu proses memasak menjadi lebih cepat.

5. Tiriskan gorengan sebelum disajikan

Setelah digoreng, sebaiknya gorengan ditiriskan terlebih dahulu menggunakan rak pendingin atau tisu dapur. Cara ini membantu mengurangi sisa minyak yang menempel pada makanan.

Hindari juga menggunakan minyak goreng secara berulang kali karena dapat menurunkan kualitas minyak dan berpotensi menghasilkan senyawa yang kurang baik bagi kesehatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang