Makan Telur Setiap Hari Bantu Kurangi Risiko Alzheimer Menurut Ahli
Rutin makan telur membantu mengurangi risiko Alzheimer hingga 27 persen, menurut penelitian terbaru dari Loma Linda University Health di California, Amerika Serikat.
"Pada kelompok masyarakat yang sadar akan kesehatan ini, konsumsi telur dalam jumlah sedang dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer yang secara signifikan lebih rendah," tulis para peneliti, dilansir dari Science Direct, Jumat (15/5/2026).
Sebagai informasi, Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan keterampilan kognitif.
Rutin makan telur bantu kurangi risiko Alzheimer
Manfaat telur untuk lansia
Penelitian terbaru mengungkap makan telur rutin bantu kurangi risiko Alzheimer hingga 27 persen.
Para peneliti mengamati lebih dari 40.000 orang selama lebih dari 15 tahun, serta hasilnya diterbitkan dalam Journal of Nutrition.
Para lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun ke atas yang mengonsumsi setidaknya satu butir telur setiap hari, lima kali sepekan, memiliki risiko terkena Alzheimer hingga 27 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi telur.
"Dibandingkan dengan tidak pernah mengonsumsi telur, mengonsumsi setidaknya lima butir telur per minggu dapat menurunkan risiko Alzheimer," kata profesor di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Loma Linda University Health, sekaligus peneliti utama studi ini, Joan Sabaté, MD, DrPH, dikutip dari SciTechDaily.
Sementara itu, para peneliti juga melihat manfaat pada orang yang jarang makan telur. Makan telur satu sampai tiga kali per bulan tetap ada gunanya karena dikaitkan dengan penurunan risiko Alzheimer sebesar 17 persen.
Lantas, bagaimana jika makan telur dua sampai empat kali seminggu? Penurunan risiko Alzheimer disebut mencapai angka 20 persen.
Mengapa telur bermanfaat untuk otak?
Penelitian terbaru mengungkap makan telur rutin bantu kurangi risiko Alzheimer hingga 27 persen.
Menurut para peneliti, telur mengandung banyak nutrisi penting. Sabaté menuturkan, telur adalah sumber kolin yang sangat baik, yang membantu tubuh memproduksi acetylcholine (asetilkolin) dan phosphatidylcholine (fosfatidilkolin).
Kedua senyawa tersebut penting untuk daya ingat, sekaligus membantu komunikasi antar-sel otak tetap lancar.
Selain itu, telur mengandung lutein dan zeaxanthin, jenis karotenoid yang menumpuk di jaringan otak. Kandungan ini dikaitkan dengan kinerja kognitif yang lebih baik, serta membantu menurunkan stres oksidatif pada otak.
Tidak hanya itu, telur juga menyediakan asam lemak omega-3 yang sangat sehat.
Sementara itu, kuning telur kaya akan fosfolipid, zat yang membentuk hampir 30 persen dari total lemak yang ada pada telur. Fosfolipid punya peran besar dalam fungsi reseptor neurotransmitter.
Kasus Alzheimer dalam studi ini diidentifikasi melalui diagnosis dokter. Data diambil dari catatan Medicare terhadap sekitar 40.000 peserta dan para peneliti mengikuti kondisi kesehatan peserta selama rata-rata 15,3 tahun.
Namun, para peneliti mengingatkan bahwa konsumsi telur sebaiknya menjadi bagian dari diet seimbang.
Tidak hanya itu, jika memiliki kondisi tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada pakar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang