Pantas Diincar Donald Trump, Ternyata Kolombia Surga Minyak hingga Batu Bara

Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menghebohkan dunia internasional. Setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump menyatakan bahwa pihaknya juga telah menargetkan Presiden Kolombia Gustavo Petro. Pernyataan Trump ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan antara Washington dan kawasan Amerika Selatan.

Menyusul pernyataan kontroversial tersebut, perhatian publik pun tertuju pada Kolombia, salah satu negara penting di Amerika Latin. Lantas, apa saja pesona dan fakta menarik dari Kolombia? Berikut rangkumannya, seperti dilansir dari laman WorldAtlas, Rabu, 7 Januari 2026.

Pada tahun 2017 Kolombia diketaui memiliki produk domestik bruto (PDB) mencapai sekitar 309,2 miliar USD atau setara dengan Rp 5.180 triliun. Berdasarkan data Bank Dunia, PDB Kolombia saat itu menempati peringkat ke-39 tertinggi di dunia, sementara PDB per kapitanya berada di posisi ke-86.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengategorikan Kolombia sebagai negara dengan ekonomi menengah ke atas dan termasuk salah satu ekonomi terbesar di kawasan Amerika Latin. Seperti banyak negara di Amerika Selatan, perekonomian Kolombia sangat dipengaruhi oleh kekayaan sumber daya alamnya, mulai dari lahan pertanian hingga berbagai jenis mineral yang menopang pertumbuhan ekonomi.

Sumber daya alam Kolombia mencakup lahan subur serta mineral penting seperti emas dan batu bara. Tak heran, sebagian besar sektor industri di negara ini bertumpu pada pertanian dan komoditas. Beberapa produk ekspor utama Kolombia antara lain batu bara, minyak bumi, kopi, dan emas.

Pada 2015, lahan pertanian hanya mencakup sekitar 1,5 persen dari total wilayah Kolombia. Sejak 2004, luas lahan pertanian di negara ini mengalami fluktuasi yang cukup signifikan, salah satunya akibat perubahan pola cuaca. Meski demikian, sektor pertanian tetap memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Pemerintah Kolombia mencatat bahwa pada 2015, sektor pertanian menyumbang sekitar 9,3 persen terhadap PDB negara tersebut. Sementara itu, Kementerian Tenaga Kerja Kolombia memperkirakan pada 2013 sekitar 6,6 persen tenaga kerja Kolombia terlibat langsung di sektor pertanian. Tanaman utama yang dibudidayakan antara lain jagung, tembakau, dan kopi.

Kopi

Kopi telah lama menjadi bagian penting dari sejarah dan perekonomian Kolombia. Hingga kini, kopi masih menjadi salah satu komoditas unggulan negara tersebut. Pemerintah Kolombia memperkirakan sekitar 2,3 juta penduduk terlibat dalam sektor kopi. Sebagian besar kopi Kolombia diproduksi untuk pasar ekspor, dengan Amerika Serikat, Italia, dan Prancis sebagai pembeli utama.

Kolombia bahkan memiliki kawasan khusus yang dikenal sebagai Sabuk Kopi, yang membentang di beberapa departemen seperti Tolima dan Caldas, serta kota-kota seperti Ibagué dan Manizales. Pada pertengahan 1980-an, kopi menyumbang sekitar 51 persen dari total ekspor Kolombia. Namun, kontribusi tersebut terus menurun hingga pada 2006 hanya sekitar 6 persen. Tantangan utama sektor kopi Kolombia adalah fluktuasi harga kopi dunia, yang sempat berdampak besar pada industri ini pada 2003. Untuk mengatasinya, pemerintah melakukan berbagai reformasi pengelolaan sektor kopi yang terbukti cukup berhasil. Produksi kopi meningkat, dan pemerintah juga mendorong masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi kopi lokal guna memperkuat pasar domestik.

Bunga

Berdasarkan data pemerintah Kolombia, pada 2016 produksi bunga menyumbang sekitar 4,2 persen dari total output pertanian nasional. Saat itu, hampir 200 ribu orang bekerja di sektor industri bunga, dengan lebih dari separuh tenaga kerjanya adalah perempuan. Pada 2010, tercatat sekitar 300 perusahaan yang bergerak di bidang produksi bunga, dan sekitar 80 persen di antaranya dimiliki oleh warga Kolombia sendiri. Jenis bunga yang banyak dibudidayakan antara lain mawar, krisan, dan anyelir. Sebagian besar bunga Kolombia, sekitar 82 persen, diekspor ke Amerika Serikat, sementara Uni Eropa menyerap sekitar 9 persen. Menariknya, industri bunga Kolombia berkembang pesat dengan keterlibatan pemerintah yang relatif minim.

Mineral

Kolombia memiliki cadangan mineral yang melimpah dan bernilai ekonomi tinggi, seperti batu bara, emas, dan nikel. Sejak masa lampau, emas sudah memiliki peranan penting bagi masyarakat Kolombia. Hingga kini, penambangan emas masih dilakukan di sejumlah wilayah, salah satunya di Cajamarca. Pada 2008, pemerintah Kolombia mencatat produksi emas mencapai sekitar 34.132 pon, meningkat sekitar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu tambang emas terbesar di Kolombia adalah La Colosa, yang diperkirakan memiliki cadangan sekitar 806.250 pon emas. Tantangan utama sektor ini adalah dampaknya terhadap lingkungan.

Batu Permata

Selain mineral, Kolombia juga dikenal sebagai penghasil batu permata, terutama zamrud, yang sangat diminati di pasar internasional. Untuk meningkatkan daya saing, pemerintah Kolombia berinvestasi besar dalam pengembangan industri pertambangan batu permata. Sebagian besar zamrud ditambang di wilayah Cundinamarca dan Boyacá, yang terletak di bagian timur negara tersebut. Namun, industri ini masih menghadapi masalah serius berupa praktik penyelundupan.

Batu Bara

Batu bara merupakan salah satu sumber daya alam terpenting Kolombia, yang sebagian besar ditambang di wilayah utara negara itu. Pada 1981, produksi batu bara Kolombia tercatat sekitar 4 juta ton. Jumlah tersebut terus meningkat hingga pada 2006 mencapai sekitar 65,6 juta ton. Sekitar 95 persen batu bara Kolombia dikenal memiliki kandungan panas yang sangat tinggi. Memasuki abad ke-21, pemerintah mengurangi keterlibatannya dalam industri batu bara, sehingga mendorong masuknya investasi dari perusahaan lokal maupun asing.

Minyak dan Gas

Kolombia juga dianugerahi cadangan minyak dan gas alam yang besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sebagian besar produksi minyak Kolombia diekspor ke luar negeri, dengan Amerika Serikat sebagai pembeli utama. Pada 2006, sektor minyak menyumbang sekitar 26 persen dari total ekspor Kolombia. Pemerintah Kolombia terus melakukan investasi besar untuk meningkatkan kinerja dan daya saing sektor minyak dan gas.