Perintahkan Kirim 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Donald Trump: Uangnya untuk Kepentingan Rakyat

Presiden AS Donald Trump sebelum bertolak dengan Marine One di White House.
Presiden AS Donald Trump sebelum bertolak dengan Marine One di White House.

 Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela memasuki babak baru. Presiden AS Donald Trump mengumumkan otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak dari negara tersebut untuk dijual ke pasar global.

Pengumuman pengambilalihan hingga 50 juta barel minyak disampaikan tiga hari setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Caracas. Tepat pada Selasa malam waktu setempat melalui unggahan media sosial miliknya. 

Trump mengatakan telah memerintahkan Menteri Energi Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana ini. Puluhan juta minyak mentah dari Venezuela akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan untuk dibawa langsung ke dermaga bongkar muat di AS. 

Puluhan juta barel minyak Venezuela akan dijual dengan harga pasar yang berlaku dan dana hasil penjualan akan dikelola langsung oleh Trump. Ia menengaskan, hasil penjulan minyak akan digunakan untuk kepentingan warga Venezuela dan AS. 

Labirin dan katup minyak mentah Departemen Energi AS

"Uang itu akan dikendalikan oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat," tulis Trump dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu, 7 Januari 2026.

Melansir Oil Price, harga minyak mentah global terpantau rontok. Harga minyak mentah WTI anjlok 1,28 persen menjadi US$56,40 per barel sedangkan minyak mentah Brent merosot 1,02 persen menjadi US$60,08 per barel.

Maduro dan istri digelandang ke New York oleh pasukan elite AS, Delta Forces, bersamaan serangan militer skala besar di negara tersebut. Mereka didakwa atas dugaan perdagangan narkoba.

Dalam sidang  di Pengadilan Distrik AS di Manhattan pada Senin, 5 Januari 2026, Maduro dan istri menyatakan secara tegas tidak bersalah. Maduro mengatakan dirinya telah diculik sebagai tawanan perang.