Bantah Jalani Pemeriksaan MRI, Kesehatan Donald Trump Dipertanyakan

Presiden AS Donald Trump tertidur saat rapat kabinet
Presiden AS Donald Trump tertidur saat rapat kabinet

  Kondisi kesehatan presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali jadi sorotan. Jika selama beberapa bulan belakangan dirinya menyatakan menjalani pemeriksaan MRI. 

Namun awal tahun ini Trump menyebut bahwa dirinya tak pernah menjalani hal tersebut. Diungkap kepala negara Amerika Serikat itu ia menjalani jenis screening lain. 

"Itu bukan MRI. Pemeriksaannya tidak sampai MRI. Itu hanya screening,” ujar Trump kepada The Wall Street Journal (WSJ) saat menanggapi berbagai kekhawatiran soal kesehatannya yang mencuat selama masa jabatan keduanya.

Sementara itu dokter kepresidenan, Kapten Angkatan Laut Sean Barbabella, membenarkan kepada WSJ bahwa Trump sebenarnya menjalani CT scan. CT scan merupakan metode yang lebih cepat dan umum digunakan untuk menghasilkan gambaran detail bagian dalam tubuh.

MRI membutuhkan waktu lebih lama dan lebih efektif untuk memeriksa jaringan lunak. Barbabella menjelaskan, awalnya dokter memberi tahu Trump bahwa mereka akan melakukan MRI atau CT scan dalam pemeriksaan tersebut. Namun pada akhirnya kepala negara tersebut memilih CT scan. 

Ia mengatakan pemeriksaan itu dilakukan untuk benar-benar memastikan tidak ada masalah kardiovaskular dan hasilnya tidak menunjukkan kelainan apa pun.

Usai pemeriksaan kesehatan Trump pada Oktober, Barbabella dan juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sempat menyebut pemeriksaan tersebut sebagai screening lanjutan tanpa menjelaskan secara rinci jenis screening yang dimaksud.

Namun pada akhir Oktober lalu, Trump mengatakan kepada wartawan saat dalam penerbangan menuju Tokyo bahwa pencitraan lanjutan itu adalah MRI. 

"Benar, saya menjalani MRI. Hasilnya sempurna,” kata Trump kala itu.

Setelah terus didesak untuk memberikan penjelasan lebih detail, pada Desember Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak tahu bagian tubuh mana yang diperiksa dengan MRI. 

"Itu hanya MRI. Bagian tubuh apa? Bukan otak, karena saya menjalani tes kognitif dan hasilnya sangat baik," kata dia. 

Namun ternyata bukan hanya soal bagian tubuh yang membuat Trump ragu. Leavitt juga tidak menjelaskan mengapa presiden tidak meluruskan klaim soal MRI tersebut sejak awal.

Trump mengungkapkan bahwa kini ia menyesal telah menjalani CT scan. 

"Kalau dipikir-pikir, seharusnya saya tidak melakukannya karena itu memberi mereka sedikit amunisi. Saya akan jauh lebih baik jika pemeriksaan itu tidak dilakukan, karena dengan menjalani tes itu orang jadi bertanya, ‘Ada apa?’ Padahal tidak ada apa-apa,” tambahnya.

Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, Trump memang menghadapi berbagai sorotan terkait kondisi kesehatannya. Pada Juli, ia didiagnosis mengalami penyakit vena kronis setelah terlihat dengan pergelangan kaki yang membengkak.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump juga kerap terlihat dengan memar gelap di bagian belakang tangannya. Leavitt sempat menyebut hal itu disebabkan oleh terlalu sering berjabat tangan, sementara Trump mengatakan konsumsi aspirin dosis tinggi setiap hari membuat kulitnya mudah memar.

Trump juga memicu kekhawatiran setelah tertangkap kamera seperti tertidur dalam beberapa pertemuan di Ruang Oval. Namun, presiden menegaskan dirinya hanya sedang berkedip. Trump dan dokternya tetap bersikukuh bahwa kondisi kesehatannya sangat baik.