Donald Trump Soal Akuisisi Netflix–Warner Bross: Itu Masalah Besar
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi Netflix akuisisi Warner Bros. Discovery senilai US$72 miliar atau Rp 1.201,8 triliun estimasi kurs Rp 16.690 per dolar AS). Trump menyebut kesepakatan tersebut berpotensi menimbulkan masalah serius terutama terkait pangsa pasar yang akan semakin besar setelah merger rampung.
Pernyataan tersebut Trump lontarkan dalam acara Kennedy Center Honors di Washington, D.C pada Minggu, 7 Desember 2025. Orang nomor satu di negara Paman Sam itu mengaku telah bertemu dengan Co-CEO Netflix, Ted Sarandos.
Trump memuji kepemimpinan Sarandos karena Netflix memiliki pangsa pasar sangat besar dan aksi korporasi semakin mendominasi industri streaming. Dibalik kesuksesan itu, kata Trump, dapat menimbulkan masalah.
“Dan ketika mereka (Netflix) memiliki Warner Brothers, pangsa itu naik banyak. Tidak diragukan lagi, itu bisa jadi masalah,” ujar Trump dikutip dari USA Today pada Rabu, 10 Desember 2025.
Netflix.
Netflix sebelumnya mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk membeli divisi TV, film, dan streaming Warner Bros. Discovery. Langkah ini membuat Netflix memenangkan perang penawaran yang berlangsung beberapa minggu dan mengalahkan Paramount–Skydance yang menawarkan hampir US$24 per saham untuk seluruh aset WBD.
Rencana akuisisi ini juga memicu gelombang penolakan dari berbagai pihak. Sejumlah politisi Partai Republik memperingatkan bahwa merger tersebut dapat mengurangi pilihan konsumen dan memberi Netflix pangsa pasar streaming yang dinilai terlalu besar.
Ketua subkomite antitrust, Senator Mike Lee, mengatakan bahwa rencana Netflix untuk membeli aset streaming WBD “seharusnya menjadi alarm bagi para penegak antitrust di seluruh dunia.”
Penolakan juga datang dari Partai Demokrat. Senator Elizabeth Warren menyebut kesepakatan itu sebagai mimpi buruk anti-monopoli. Ia menilai merger Netflix–Warner Bros dapat menciptakan raksasa media dengan kontrol hampir separuh pasar streaming, yang berpotensi memicu kenaikan harga dan pilihan konten yang semakin terbatas.
Di sisi lain, Netflix membantah anggapan dan menekankn bahwa akuisisi ini akan membuka lapangan kerja dan memberikan nilai lebih bagi 300 juta pelanggannya. Langkah tersebut juga akan menghilangkan kompetisi langsung antara Netflix dan HBO Max.
Kesepakatan raksasa ini diperkirakan menghadapi proses peninjauan antitrust yang ketat oleh Departemen Kehakiman AS sebelum dapat disetujui. Antitrust juga disebut juga hukum persaingan usaha atau antimonopoli.
Regulasi ini berisi undang-undang dan peraturan yang bertujuan mencegah praktik bisnis tidak sehat seperti monopoli, kartel, dan penetapan harga ilegal. Tujuannya memastikan persaingan pasar yang sehat, melindungi konsumen, dan mendorong efisiensi ekonomi.