Presiden FIGC Gravina Mengundurkan Diri Usai Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menghadapi perubahan besar setelah presidennya, Gabriele Gravina, memutuskan mundur dari jabatan.
Melansir laporan The Guardian, Kamis (2/4/2026), keputusan ini diambil dalam rapat darurat FIGC, dua hari setelah kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
Italia gagal lolos Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Bosnia and Herzegovina pada babak play off.
Hasil tersebut menambah tekanan terhadap Gravina, terlebih setelah Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, meminta adanya perubahan dalam kepemimpinan federasi.
Tekanan ke Gravina
Gravina telah menjabat presiden FIGC sejak 2018. Ia sempat membawa Italia menjuarai Euro 2021.
Namun, pada periode yang sama, ia juga menyaksikan kegagalan beruntun Italia untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 dan 2026.
Kiper Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, bereaksi setelah kekalahan adu penalti lawan Bosnia dan Herzegovina. Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai menelan kekalahan 1-4 pada babak adu penalti saat bermain lawan Bosnia dan Herzegovina pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
“Krisisnya sangat dalam, sepak bola (Italia) perlu dirancang ulang,” aku Gravina.
Kegagalan ini juga berdampak pada posisi pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso.
Dampak ke Timnas dan Pelatih
Masa jabatan Gattuso diperkirakan berakhir setelah tidak mampu memenuhi target lolos ke Piala Dunia 2026.
Gattuso mulai menangani Italia pada Juni 2025 sebagai pengganti Luciano Spalletti. Namun, hasil di play off membuat masa kerjanya terancam.
Federasi Sepak Bola Italia dijadwalkan memilih pemimpin baru pada Juni 2026.
Tugas utama pengganti Gravina adalah memperbaiki kondisi tim nasional serta mengatasi berbagai persoalan dalam sepak bola Italia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang