Alasan Presiden Gabon Skorsing Aubameyang dkk Usai Gagal di Piala Afrika 2025
Pemerintah Gabon mengambil langkah kontroversial dengan menskors tim nasional mereka hingga waktu yang belum ditentukan, menyusul kegagalan total pada ajang Piala Afrika 2025 di Maroko.
Keputusan tersebut turut disertai skorsing kepada dua pemain senior, termasuk Pierre-Emerick Aubameyang, untuk kembali memperkuat timnas.
Kebijakan itu diumumkan melalui pernyataan resmi pemerintah yang dibacakan di televisi nasional, tak lama setelah Gabon tersingkir di fase grup Piala Afrika 2025.
Finis Juru Kunci Grup dan Kekalahan Menyakitkan
Timnas Gabon menempati posisi terbawah Grup F setelah menelan kekalahan dalam seluruh pertandingan fase grup.
Kekalahan paling mencolok terjadi pada laga terakhir melawan Pantai Gading.
Dalam pertandingan tersebut, Gabon sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya kolaps.
Gol Jean-Phillippe Krasso pada menit ke-44, disusul dua gol telat dari Evan Guessand dan Bazoumana Traore pada 10 menit terakhir, memastikan kemenangan Pantai Gading.
Aubameyang sebelumnya mencetak gol dalam kekalahan 2-3 dari Mozambik, namun tidak masuk skuad pada laga kontra Pantai Gading akibat masalah otot paha.
Sementara itu, kapten tim Bruno Ecuele Manga tampil pada dua laga awal sebelum dicadangkan di pertandingan terakhir.
Aubameyang dan Ecuele Manga Dibekukan, Staf Pelatih Dibubarkan
Dalam pernyataannya, pemerintah Gabon menyebut performa tim “memalukan” dan bertentangan dengan nilai etika serta keteladanan yang dijunjung negara.
Pemerintah memutuskan membubarkan staf pelatih, menangguhkan aktivitas tim nasional, serta mencoret Aubameyang dan Ecuele Manga dari timnas.
Ecuele Manga merupakan pemain dengan jumlah caps terbanyak dalam sejarah Gabon, yakni 105 penampilan.
Aubameyang sendiri tercatat sebagai pencetak gol terbanyak tim nasional dengan koleksi 41 gol.
Pelatih kepala Thierry Mayouma, mantan pemain timnas Gabon yang mencatat lebih dari 30 penampilan internasional, dipastikan meninggalkan jabatannya setelah pemerintah membubarkan staf teknis.
Reaksi Presiden dan Risiko Sanksi FIFA
Presiden Gabon Brice Clotaire Oligui Nguema mengeluarkan pernyataan kuat setelah pembekuan tersebut.
"Kegagalan tim nasional ini telah melemahkan sebagian identitas bangsa," tuturnya seperti dikutip dari AFP.
"Hal ini menyoroti dua persoalan utama, yakni lemahnya metode pembinaan dan tidak efektifnya pengelolaan sumber daya."
Presiden menjanjikan keputusan “kuat dan struktural” demi memulihkan tata kelola olahraga nasional.
Namun, langkah pemerintah ini berpotensi menimbulkan masalah dengan FIFA, yang secara tegas melarang intervensi pemerintah dalam urusan federasi anggotanya.
Sebelumnya, Gabon juga gagal lolos ke Piala Dunia setelah kalah dari Nigeria pada semifinal play-off satu leg, meski memenangi delapan dari 10 laga kualifikasi dan hanya terpaut satu poin dari pemuncak grup Pantai Gading.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang