Komentar Tegas Presiden PSSI-nya Palestina Usai Diminta Jabat Tangan Pejabat Israel
Presiden PFA (PSSI-nya Palestina), Jibril Rajoub, berbicara kepada media usai ia dipaksa bersalaman dengan pejabat sepak bola Israel Basim Sheikh Suliman di atas panggung Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada, pada Kamis (30/4/2026).
Momen tegang antara kedua sosok ini terjadi pada penutupan Kongres FIFA tersebut setelah kedua perwakilan menyampaikan pidato.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat mengundang Rajoub dan Suliman untuk berdiri bersama dalam sesi foto.
Namun, ajakan tersebut tidak direspons positif oleh Rajoub yang memilih untuk tidak ikut serta. Infantino sempat membujuk sang presiden PFA selama sekitar 2 menit sebelum akhirnya mengalah dan menuju ke panggung.
Setelahnya, Rajoub mengatakan bahwa niat sang presiden FIFA mungkin baik tetapi ia merasa tidak ada kesamaan dengan wakil Israel tersebut.
"Infantino, saya pikir dengan niat baik dirinya mencoba untuk berfoto bersama atau berjabat tangan," tuturnya kepada media seusai acara, dikutip dari Middle East Eyes.
"Namun, analisis dan pemahaman saya menunjukkan bahwa perwakilan Israel bukanlah mitra yang layak untuk berjabat tangan dengannya."
"Dia pembela (Benjamin) Netanyahu dan pemerintahannya, yang menurut saya terisolasi."
Seluruh Dunia Sudah Tahu Kekejaman Israel
Ia pun melanjutkan bahwa sekarang ini seluruh dunia percaya bahwa warga Palestina adalah korban dan pemerintah Israel harus dikenai sanksi.
"Saya rasa tidak ada kesamaan antara saya dan dia," ujarnya.
"Alih-alih berbicara untuk olahraga, untuk undang-undang, untuk hak-hak Palestina, dan sebagainya, dia datang untuk membela dan bahkan menutupi wajah buruk pemerintah Israel ini."
Seorang pengunjung Palestina mengambil foto di situs bersejarah Romawi di kota Sebastia, Tepi Barat.
Rajoub juga mengkritik pernyataan perwakilan Israel dalam Kongres FIFA ke-76 ini.
“Orang yang berbicara mewakili Israel bahkan tidak memperhatikan penderitaan yang terjadi.”
“Saya menolak berjabat tangan, bagaimana saya bisa berjabat tangan atau berfoto dengan orang seperti itu?” kata Rajoub.
"Saya pikir Gianni berhak untuk mencoba menjembatani kesenjangan."
"Dia berhak untuk mencoba menyatukan semua orang."
"Menurut saya mungkin dia mengerti, tetapi tidak tahu penderitaan mendalam yang dialami rakyat Palestina."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang