Disangka Hidup Enak Sebagai Putri Gus Dur, Inayah Wahid Blak-blakan Jadi Anak Presiden RI ke-4
Menjadi anak seorang presiden mungkin dianggap sebagai sebuah keberuntungan besar. Banyak orang membayangkan kehidupan yang nyaman, penuh fasilitas, dan mendapat berbagai kemudahan. Namun, pandangan itu ternyata tidak sepenuhnya benar bagi Inayah Wahid, putri dari Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau yang akrab dikenal sebagai Gus Dur.
Dalam perbincangannya bersama Helmy Yahya, Inayah secara terbuka mengungkapkan bahwa menjadi anak Gus Dur justru membawa beban yang tidak ringan. Bahkan ketika ditanya apakah dirinya merasa beruntung atau terbebani karena memiliki ayah seorang tokoh besar bangsa, jawabannya sangat tegas yakni merasa beban.
"Oh, beban jelas,” jawab Inayah Wahid yang dikutip dari YouTube Helmy Yahya Bicara pada Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Inayah, salah satu tantangan terbesar adalah ekspektasi masyarakat yang sangat tinggi. Sosok Gus Dur dikenal sebagai ulama, pemikir, aktivis, presiden, sekaligus tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
Karena itu, masyarakat sering kali mengharapkan anak-anak Gus Dur memiliki standar yang sama dengan sang ayah.
"Beban karena orang cenderung melihat Gus Dur itu keren banget. Islamic scholar, pemikir, aktivis, presiden, pelawak, semuanya lengkap. Jadi selalu ada standar-standar yang harus dipatuhi,” jawabnya lagi.
Meski demikian, Inayah mengaku tidak pernah berusaha menjadi salinan ayahnya. Ia memilih menjadi dirinya sendiri, bahkan tetap berani menyampaikan kritik dan pandangan yang dianggap kontroversial oleh sebagian orang.
Salah satu fakta menarik yang diungkap Inayah adalah dirinya tidak pernah merasakan pengawalan khusus sebagaimana yang sering diasosiasikan dengan keluarga presiden. Saat Helmy Yahya menanyakan apakah dirinya mendapat pengawalan, Inayah menjawab dengan candaan khasnya.
"Aku bersama Tuhan aja,” katanya.
Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merasa menjadi "anak presiden", melainkan hanya anak Gus Dur.
"Aku bukan anak presiden. Aku anak Gus Dur aja,” tambahnya lagi.
Banyak orang mungkin mengira anak seorang presiden menerima warisan besar berupa kekayaan. Namun Inayah membantah anggapan tersebut.
"Kalau untuk bisa punya warisan ke anak yang gede, berarti dia harus punya duit banyak dulu. Gus aja enggak punya duit,” lanjut Inayah.
Ia menjelaskan bahwa warisan terbesar yang diberikan Gus Dur bukanlah materi, melainkan pekerjaan dan perjuangan yang tidak pernah selesai.
"Warisannya itu adalah pekerjaan,” lanjutnya lagi menegaskan.
Di antara banyak hal yang ia pelajari dari sang ayah, ada satu nilai yang paling membekas dalam diri Inayah, yakni integritas. Menurutnya, Gus Dur selalu berusaha memegang teguh prinsip yang diyakini benar, bahkan ketika keputusan tersebut berpotensi merugikan dirinya sendiri.
"Mau posisinya ada di mana pun, dia punya prinsip,” tutur Inayah.
Inayah mengagumi bagaimana Gus Dur tetap mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan keadilan dalam berbagai situasi politik yang sulit.
Ia juga masih mengingat rasa sakit ketika Gus Dur dilengserkan dari kursi presiden. Bukan karena kehilangan jabatan, melainkan karena sang ayah dituduh melakukan hal yang menurutnya tidak pernah dilakukan.
"Menyakitkannya itu lebih karena dia enggak melakukan apa yang dituduhkan,” tandasnya.