Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter Dukung Wacana Boikot Piala Dunia di AS

Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter

 Wacana boikot Piala Dunia di Amerika Serikat kembali menguat setelah Sepp Blatter angkat suara. Mantan Presiden FIFA itu secara terbuka mendukung seruan agar penggemar menjauhi pertandingan yang digelar di AS.

Blatter menjadi tokoh terbaru dari komunitas sepak bola internasional yang mempertanyakan kelayakan Amerika Serikat sebagai tuan rumah turnamen terbesar dunia tersebut.

Dukungan itu ia sampaikan melalui unggahan di platform X pada Senin, dengan merujuk pada pernyataan profesor hukum, Mark Pieth dalam wawancara dengan surat kabar Swiss Der Bund.

Dalam unggahannya, Blatter mengutip pandangan Pieth dan menegaskan keraguannya terhadap penyelenggaraan Piala Dunia di AS. “Saya pikir Mark Pieth benar untuk mempertanyakan Piala Dunia ini,” tulis Blatter, dikutip Selasa, 27 Januari 2026.

Trofi Piala Dunia

Mark Pieth bukan figur sembarangan di lingkaran FIFA. Pengacara Swiss yang dikenal sebagai pakar kejahatan kerah putih dan anti-korupsi itu pernah memimpin pengawasan Komite Tata Kelola Independen dalam proses reformasi FIFA satu dekade lalu. Sementara Blatter sendiri menjabat Presiden FIFA pada periode 1998–2015, sebelum mundur di tengah penyelidikan korupsi.

Dalam wawancaranya dengan Der Bund, Pieth menyampaikan peringatan keras kepada para penggemar sepak bola. Ia menyarankan agar suporter mempertimbangkan untuk tidak datang ke Amerika Serikat dan memilih menyaksikan pertandingan dari rumah.

“Jika kita mempertimbangkan semua yang telah kita diskusikan, hanya ada satu nasihat untuk para penggemar: jauhi AS. Akan lebih mudah menontonnya di TV,” ujar Pieth. Ia juga menyinggung potensi risiko bagi penggemar asing yang bepergian ke AS, terutama jika berhadapan dengan otoritas setempat.

Amerika Serikat dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia bersama Kanada dan Meksiko, dengan turnamen berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli. Namun, kekhawatiran terhadap situasi di AS terus berkembang di kalangan komunitas sepak bola internasional.

Sorotan tersebut antara lain berkaitan dengan sikap ekspansionis Trump terhadap Greenland, kebijakan larangan perjalanan, serta pendekatan agresif pemerintahannya dalam menangani migran dan demonstran penegakan hukum imigrasi di sejumlah kota Amerika, termasuk Minneapolis.

Keraguan serupa juga datang dari Eropa. Oke Gottlich, salah satu wakil presiden Federasi Sepak Bola Jerman, mengatakan kepada surat kabar Hamburger Morgenpost bahwa sudah waktunya mempertimbangkan secara serius opsi memboikot Piala Dunia di Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump saat memaparkan operasi Absolute Resolve di Venezuela

Presiden AS Donald Trump saat memaparkan operasi Absolute Resolve di Venezuela

Dampak kebijakan AS bahkan telah dirasakan secara langsung oleh sebagian penggemar. Dua minggu lalu, rencana perjalanan suporter dari dua negara kuat sepak bola Afrika menjadi kacau setelah pemerintahan Trump mengumumkan larangan yang secara efektif membatasi masuknya warga Senegal dan Pantai Gading, kecuali mereka yang telah memiliki visa.

Trump menyebut adanya “kekurangan dalam penyaringan dan pemeriksaan” sebagai alasan utama kebijakan tersebut. Selain itu, penggemar dari Iran dan Haiti, dua negara lain yang telah memastikan lolos ke Piala Dunia, juga berpotensi dilarang memasuki AS karena termasuk dalam larangan perjalanan tahap pertama yang diumumkan pemerintah.