Cerita Eks Presiden Barcelona Gagal Rekrut Vinicius Jr dan Kylian Mbappe

Real Madrid, Paris Saint-Germain, Barcelona, bursa transfer, Kylian Mbappe, Cerita Eks Presiden Barcelona Gagal Rekrut Vinicius Jr dan Kylian Mbappe

Mantan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, mengungkapkan sebuah fakta soal kegagalan Barcelona mendatangkan Vinicius Junior dan Kylian Mbappe.

Menurut pengakuannya, kedua pemain tersebut sempat masuk dalam radar serius tim sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG).

Berbicara menjelang laga panas El Clasico, Bartomeu menjelaskan bahwa peluang mendatangkan Vinicius sebenarnya jauh lebih nyata bagi Barcelona dibandingkan Mbappe pada bursa transfer beberapa tahun silam.

Ia membeberkan bahwa komunikasi dengan pihak pemain asal Brasil tersebut sudah memasuki tahap yang sangat serius.

Bartomeu menyebutkan bahwa pihak klub sudah menjalin pembicaraan intens dengan keluarga maupun agen sang pemain.

Bahkan, menurutnya, kesepakatan secara prinsip hampir tercapai sebelum akhirnya sang rival abadi datang memberikan penawaran yang lebih tinggi.

“Klub tertarik pada Vinicius; kami berbicara dengan keluarganya dan agennya, dan memang ada kesepakatan awal,” komentar Bartomeu seperti dikutip dari Marca.

Namun, upaya tersebut kandas setelah Madrid bergerak lebih agresif.

“Real Madrid mungkin memberikan tawaran yang lebih baik dan akhirnya merekrutnya,” kata mantan presiden Barcelona itu.

Kendala Harga Tinggi Kylian Mbappe

Situasi yang berbeda terjadi pada proses perburuan Kylian Mbappe.

Bartomeu mengakui bahwa tuntutan finansial dari AS Monaco saat itu berada di luar jangkauan keuangan klub.

“AS Monaco meminta angka yang sangat tinggi yang tidak mampu dibayar Barça saat itu,” akui mantan presiden tersebut.

Selain faktor harga, tekanan dari klub Perancis lainnya juga menjadi penghalang besar bagi kepindahan Mbappe ke Spanyol saat itu.

Real Madrid, Paris Saint-Germain, Barcelona, bursa transfer, Kylian Mbappe, Cerita Eks Presiden Barcelona Gagal Rekrut Vinicius Jr dan Kylian Mbappe

Kylian Mbappe (tengah) diapit oleh Antonio Blanco dan Angel Perez dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid vs Alaves di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 21 April 2026. (Foto oleh Pierre-Philippe MARCOU / AFP)

“Saya ingat pernah berbicara dengan ayah Mbappe beberapa kali, tetapi Paris Saint-Germain memberikan banyak tekanan pada Monaco, and saya pikir Kylian juga lebih memilih untuk pergi ke PSG, tim Prancis,” jelas Bartomeu.

Alih-alih Mbappe, saat itu klub lebih memilih fokus untuk mendatangkan pemain lain.

“Kami sedang bernegosiasi dengan Ousmane Dembele, yang merupakan pemain pilihan pelatih,” tuturnya.

Klarifikasi Kasus Negreira dan Isu Wasit

Dalam kesempatan tersebut, Bartomeu juga menanggapi isu hangat mengenai kasus Negreira yang masih terus bergulir.

Ia membantah dengan keras tuduhan bahwa klub pernah memberikan dana untuk memengaruhi keputusan wasit di lapangan.

Dirinya menegaskan bahwa dana yang dikeluarkan adalah untuk layanan analisis pertandingan yang profesional.

“Ada dugaan bahwa Barça membayar untuk membeli pertandingan atau memengaruhi keputusan wasit, dan ini tidak benar,” ungkapnya melanjutkan.

"Barça membayar untuk laporan wasit dan layanan analisis pertandingan yang disediakan oleh Javier Enriquez, yang merupakan putra dari Bapak Negreira."

Ia juga berharap agar perkara ini tidak sampai ke ranah pengadilan karena klaim tersebut dianggap berlebihan.

“Masalah ini telah dibesar-besarkan. Jelas, masalah ini sedang dalam proses peninjauan yudisial."

"Saya berharap, dan saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengatakan bahwa saya benar-benar percaya, bahwa kita tidak akan sampai ke pengadilan, karena tidak ada bukti yang membuktikan bahwa Barcelona membayar wasit,” tegas Bartomeu.

Sebagai penutup, ia menekankan bahwa kesaksian para pengadil lapangan di Spanyol sejauh ini mendukung klaimnya.

“Semua wasit Spanyol telah bersaksi dan mengatakan hal yang sama. Saya tidak pernah menerima permintaan, tidak ada seorang pun yang pernah meminta apa pun kepada saya,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang