Bolehkah Mencicipi Makanan saat Puasa? Ini Penjelasan Lengkap Buya Yahya
Pertanyaan tentang hukum mencicipi makanan saat puasa sering muncul, terutama bagi ibu rumah tangga atau pelaku usaha kuliner yang harus memastikan rasa masakan tetap pas. Apakah tindakan tersebut membatalkan puasa di bulan Ramadhan? Bagaimana batasannya menurut Islam?
Ulama kharismatik Buya Yahya memberikan penjelasan yang cukup rinci dan menenangkan terkait persoalan ini. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa mencicipi makanan saat puasa pada dasarnya diperbolehkan, tetapi ada syarat yang harus dipenuhi.
"Para ulama menjelaskan mencicipi makanan itu boleh tapi dengan catatan tidak ditelan, mencicipi makanan itu maksudnya makan dan mencicipi di lidah sudah ketahuan rasanya dilepeh dibuang lagi,” ujat Buya Yahya menjelaskan yang dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV pada Rabu, 4 Maret 2026.
Artinya, seseorang boleh merasakan sedikit makanan di ujung lidah hanya untuk memastikan rasanya, lalu langsung membuangnya dan tidak menelannya. Selama tidak ada yang masuk ke tenggorokan dengan sengaja, maka puasanya tetap sah.
Meski diperbolehkan, Buya Yahya juga mengingatkan agar hal tersebut tidak dijadikan kebiasaan jika sebenarnya bisa dihindari. Misalnya, bagi yang sudah terbiasa memasak, takaran bumbu biasanya sudah dipahami dengan baik.
"Kalau memang harus mungkin sudah belajar dengan resep kan bisa belajar di malam harinya dengan takaran bumbu sudah dipahami,” ujarnya lagi.
Bagi pelaku usaha seperti katering yang harus memastikan kualitas rasa sebelum dikirim ke pelanggan, Buya Yahya memberikan solusi bijak. Ia menyarankan agar proses pengecekan rasa bisa dilakukan pada malam hari sebelum puasa.
"Maka bisa saja rasa itu dibuat di malam harinya, besoknya tinggal Anda menyajikannya,” kata Buya.
Dengan cara ini, kewajiban menjaga kualitas tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kesempurnaan ibadah puasa Ramadan. Hal yang paling penting ditekankan oleh Buya Yahya adalah jangan sampai seseorang sengaja tidak berpuasa hanya karena alasan ingin mencicipi makanan.
"Yang jelas tidak diperkenankan bagi Anda untuk tidak berpuasa gara-gara hanya ingin mencicipi saja, maka Anda tetap berpuasa dan Insya Allah setelah ini rezekinya semakin lapang dan permintaan yang pesan kepada Anda lebih banyak lagi dan merasakan lezatnya karena dibarengi dengan keimanan yang ada pada hati Anda,” tandasnya.