2 Amalan Sederhana yang Bikin Usaha Lebih Sukses dan Lancar Menurut Buya Yahya

Buya Yahya
Buya Yahya

 Banyak orang yang memulai usaha dengan berbagai persiapan matang. Mulai dari riset pasar, menentukan target konsumen, menyusun strategi promosi, hingga menghitung modal dan keuntungan. Semua langkah tersebut memang penting dalam dunia bisnis modern.

Namun menurut Buya Yahya, ada satu hal yang sering terlupakan oleh para pelaku usaha, terutama seorang Muslim, yakni melibatkan Allah dalam setiap langkah yang dijalani. Sebab, sehebat apa pun strategi yang disiapkan, hasil akhirnya tetap berada dalam kuasa Sang Pencipta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah ceramahnya, Buya Yahya mengingatkan bahwa aktivitas mencari rezeki seharusnya tidak hanya dimulai dengan perencanaan bisnis, tetapi juga diawali dengan ibadah dan doa.

Ia menilai banyak orang terlalu fokus pada aspek teknis usaha, sementara hubungan spiritual dengan Allah justru sering terabaikan.

Dua Amalan yang Dianjurkan Sebelum Memulai Usaha

Buya Yahya menjelaskan bahwa ada dua amalan sederhana yang bisa dilakukan sebelum memulai aktivitas usaha setiap hari.

Amalan pertama adalah berwudhu lalu melaksanakan salat hajat sebelum membuka tempat usaha atau memulai pekerjaan. Jika tidak memungkinkan karena keterbatasan waktu, seseorang tetap dianjurkan berwudhu kemudian berdoa kepada Allah.

Menurutnya, kedua amalan tersebut merupakan bentuk pengakuan bahwa rezeki datang dari Allah dan bukan semata-mata hasil kerja keras manusia.

"Anda membuka toko, siapa di antara kita di saat buka toko mengambil air wudhu lalu berdoa atau mengambil air wudhu lalu salat? Ada dua cara dalam riwayat hadis Nabi, pertama mengambil air wudhu kemudian berdoa atau mengambil air wudhu lalu salat hajat," ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube pada Kamis, 11 Juni 2026. 

Ia kemudian menggambarkan bagaimana seharusnya seorang pedagang atau pengusaha memulai aktivitasnya.

"Ya Allah, aku akan membuka toko, cari rezeki, lapangkan rezekiku ya Allah," lanjutnya.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelaku Usaha

Buya Yahya menyoroti kebiasaan sebagian orang yang hanya mengandalkan kemampuan bisnis tanpa melibatkan doa dan tawakal.

Menurutnya, pikiran para pebisnis sering kali dipenuhi berbagai teori pemasaran, target pasar, hingga strategi promosi. Padahal, semua itu hanyalah ikhtiar yang tetap membutuhkan pertolongan Allah.

"Siapa yang ada di otak kita? Prinsip bisnis, market, bidik pasar, strategi promo, itu saja," katanya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan usaha bukan semata-mata ditentukan oleh kecerdasan dalam berbisnis. Allah-lah yang menentukan siapa yang diberi kelapangan rezeki.

Kaya Tidak Selalu Sama Nilainya

Dalam ceramah tersebut, Buya Yahya juga menjelaskan bahwa seseorang bisa saja menjadi kaya meski tidak dekat dengan Allah. Namun, menurutnya ada perbedaan besar antara kekayaan yang diperoleh dengan kesadaran kepada Allah dan kekayaan yang membuat seseorang lupa kepada-Nya.

"Siapa yang menjadikan orang kaya? Allah. Biarpun tanpa mengenal Allah pun bisa kaya raya, tapi beda kayanya dengan Allah dan kaya yang lupa dengan Allah," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kekayaan yang tidak dibarengi kedekatan kepada Allah sering kali membuat seseorang sulit memanfaatkan hartanya untuk hal-hal yang bernilai ibadah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebaliknya, orang yang mendapatkan rezeki sambil menjaga hubungan dengan Allah akan lebih mudah menggunakan hartanya untuk kebaikan dan kemanfaatan bagi sesama.

"Dia yang kaya dengan Allah, begitu mudahnya dia membawa hartanya kepada Allah hingga surga," ujar Buya Yahya.