Ini Pesan Menyentuh Buya Yahya saat Bertemu Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya
Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya

 Pertemuan dua ulama terkemuka Indonesia, yaitu Buya Yahya dan Ustaz Abdul Somad, menjadi momen yang penuh makna bagi para santri dan jamaah. Dalam kunjungannya ke Pesantren An Azzahra di Riau, Buya Yahya menyampaikan sejumlah pesan penting yang tidak hanya berkaitan dengan dakwah, tetapi juga tentang persatuan, cinta, dan semangat menjaga umat.

Kedatangan Buya Yahya disambut hangat oleh Ustaz Abdul Somad beserta para santri. Dalam sambutannya, Ustaz Abdul Somad mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena Buya Yahya menyempatkan hadir di tengah padatnya agenda perjalanan ilmiahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ustaz Abdul Somad, kehadiran Buya Yahya membawa semangat tersendiri bagi perkembangan pesantren dan perjuangan dakwah di Riau.

Buya Yahya mendoakan agar Ustaz Abdul Somad beserta keluarganya selalu diberi kekuatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalankan perjuangan dakwah.

"Semoga dan keluarga dijaga oleh Allah, diberi kekuatan untuk berjuang, kedamaian, keindahan, dan juga keberkahan hidup,” kata Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Kamis, 4 Juni 2026. 

Salah satu pesan yang paling menyentuh dalam pertemuan tersebut adalah ajakan Buya Yahya untuk mengutamakan cinta karena Allah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, manusia akan memperoleh kemuliaan jika menjalin hubungan, pertemanan, dan kerja sama yang didasari niat mencari ridha Allah.

"Tidak ada cara hidup lebih indah dari mengutamakan cinta. Itu yang disanjung oleh Allah kelak di padang mahsyar,” katanya lagi. 

Buya Yahya menjelaskan bahwa cinta karena Allah dapat diwujudkan melalui aktivitas yang membawa kebaikan, seperti membahas pendidikan, pesantren, santri, dan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi umat.

"Dan cinta karena Allah itu ya bertemunya untuk membincangkan tentang urusan-urusan yang diridai oleh Allah,” ujar Buya. 

Dalam kesempatan itu, Buya Yahya juga menyoroti pentingnya kerja sama antar pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Ia menilai semakin banyak pesantren yang berdiri merupakan kabar baik bagi masa depan generasi Muslim.

Menurutnya, semua pihak perlu memiliki kesadaran untuk saling mendukung dan memperkuat perjuangan satu sama lain.

"Kesadaran untuk saling menguatkan. Saling menguatkan,” tambahnya. 

Ia menegaskan bahwa perjuangan dakwah tidak boleh dibatasi oleh kelompok atau lembaga tertentu. Siapa pun yang memiliki semangat memperjuangkan umat harus didukung.

"Siapapun punya semangat untuk berjuang dan ini adalah karunia agung dari Allah,” tegasnya. 

Buya juga mengingatkan bahwa mendidik umat melalui pesantren merupakan investasi besar yang pahalanya terus mengalir meski seseorang telah meninggal dunia.

Menurutnya, menyelamatkan satu atau dua orang saja dari keburukan sudah menjadi amal yang sangat berharga di sisi Allah.

"Kalau kita meninggal dunia, kita jadi kaya raya di akhirat,” tegasnya lagi. 

Karena itu, ia meminta para pengajar, santri, dan pejuang dakwah untuk tetap istiqamah meskipun menghadapi berbagai tantangan.

"Jangan ragu istiqamah, istiqamah, berjanji sampai mati saya tetap berjuang,” pesannya. 

Menutup pertemuan tersebut, Buya Yahya memimpin doa panjang yang berisi harapan agar umat Islam dijauhkan dari perpecahan, kebencian, dan fitnah.

Ia berharap masyarakat Indonesia menjadi pribadi yang saling mencintai, menjaga persaudaraan, serta mampu menjadi pembawa kedamaian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semoga Allah menjadikan kita hamba yang saling mencintai,” tutur buya Yahya. 

"Semoga Allah menjaga negeri ini. Dan semoga Allah menjadikan kita juru damai di negeri ini,” tutupnya.