Dokter Ingatkan Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Puasa
Pemilihan makanan saat sahur dan berbuka puasa perlu diperhatikan agar tubuh tetap bertenaga selama menjalani ibadah puasa.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RS Pondok Indah, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, mengingatkan bahwa tidak semua jenis makanan mendukung kebutuhan energi tubuh saat puasa.
Ia menyarankan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih makanan, terutama jika tetap aktif berolahraga selama bulan Ramadhan.
“Hindari mengonsumsi gorengan dan gula sederhana,” ujar dr. Risky kepada Kompas.com pada Rabu (25/2/2026).
Menurut dia, jenis makanan tersebut sering dikonsumsi saat berbuka, tetapi tidak selalu memberikan manfaat yang baik bagi tubuh.
Makanan yang perlu dihindari saat puasa
Berikut adalah beberapa jenis makanan yang perlu dihindari saat sahur dan berbuka puasa.
1. Makanan tinggi gula sederhana
Makanan yang mengandung gula sederhana sering menjadi pilihan saat berbuka puasa karena rasanya manis dan dapat memberikan energi dengan cepat.
Namun, konsumsi gula sederhana secara berlebihan tidak membantu menjaga energi tubuh dalam waktu lama.
Energi dari gula sederhana biasanya hanya bertahan sebentar sehingga tubuh dapat kembali merasa lemas setelahnya.
Karena itu, konsumsi gula sederhana sebaiknya dibatasi agar tubuh tetap memiliki energi yang lebih stabil selama menjalani puasa.
2. Gorengan
Ilustrasi makanan berlemak. Dokter olahraga dr. Risky Dwi Rahayu mengingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi gorengan dan gula sederhana saat puasa karena tidak membantu menjaga energi tubuh dalam waktu lama.
Gorengan juga termasuk makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan saat sahur maupun berbuka puasa. Makanan yang digoreng umumnya mengandung lemak yang tinggi.
Jenis makanan ini memang sering menjadi menu favorit saat berbuka, tetapi tidak selalu mendukung kebutuhan nutrisi tubuh.
Konsumsi gorengan secara berlebihan dapat membuat asupan kalori meningkat tanpa memberikan keseimbangan nutrisi yang cukup.
Pilih makanan yang lebih seimbang
Risky menyarankan agar sahur dan berbuka tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi.
“Sahur dan berbuka puasa sebaiknya tetap mempertimbangkan kecukupan zat gizi seperti karbohidrat kompleks, protein berkualitas baik, lemak, dan cairan,” jelasnya.
Karbohidrat kompleks dapat membantu menjaga energi tubuh lebih stabil sepanjang hari.
Protein berkualitas baik juga penting untuk membantu mempertahankan massa otot, terutama bagi orang yang tetap aktif berolahraga selama puasa.
Selain itu, kebutuhan cairan juga perlu dipenuhi agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan selama berpuasa.
Pentingnya memilih makanan yang tepat
Pemilihan makanan yang tepat membantu tubuh tetap bertenaga selama menjalani puasa sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari.
Dengan membatasi konsumsi makanan tinggi gula sederhana dan gorengan, tubuh dapat memperoleh asupan nutrisi yang lebih seimbang.
Hal ini juga membantu menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang