Olahraga Saat Puasa Tetap Aman, Dokter Ingatkan 4 Hal Penting Ini
Olahraga tetap bisa dilakukan selama puasa, tetapi perlu pengaturan waktu, durasi, dan intensitas agar tubuh tidak mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RS Pondok Indah, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, mengatakan olahraga saat puasa pada dasarnya aman selama dilakukan dengan cara yang tepat.
“Agar olahraga di bulan puasa tidak membahayakan kesehatan, sebaiknya sesuaikan waktu, durasi, dan intensitas olahraga dengan tepat,” ujar dr. Risky kepada Kompas.com pada Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa tubuh sedang berada dalam kondisi tanpa asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama sehingga aktivitas fisik perlu dilakukan secara lebih terukur.
Tips olahraga saat puasa
Berikut adalah beberapa tips olahraga saat puasa yang perlu diketahui.
1. Pilih waktu olahraga yang tepat
Pemilihan waktu menjadi salah satu hal penting saat berolahraga di bulan Ramadhan.
Menurut Risky, olahraga setelah berbuka puasa dapat menjadi pilihan yang lebih aman karena tubuh sudah kembali mendapatkan energi dan cairan.
Pada waktu tersebut, tubuh juga lebih siap untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas yang lebih tinggi.
Kondisi ini berbeda dengan olahraga yang dilakukan saat masih berpuasa karena tubuh belum mendapatkan asupan energi tambahan.
2. Sesuaikan durasi dan intensitas latihan
Ilustrasi olahraga. Dokter olahraga dr. Risky Dwi Rahayu menjelaskan bahwa olahraga saat puasa tetap aman dilakukan selama waktu latihan, intensitas, serta kebutuhan nutrisi diatur dengan tepat.
Selain waktu olahraga, durasi dan intensitas latihan juga perlu diperhatikan.
Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat meningkatkan risiko kelelahan, terutama jika dilakukan dalam kondisi tubuh kekurangan cairan dan energi.
Karena itu, olahraga sebaiknya dilakukan dengan intensitas yang sesuai dengan kondisi tubuh. Pengaturan intensitas membantu tubuh tetap aktif tanpa menimbulkan tekanan berlebihan selama puasa.
3. Perhatikan kebutuhan nutrisi saat sahur dan berbuka
Pemenuhan nutrisi juga menjadi faktor penting bagi orang yang tetap berolahraga selama puasa.
Risky menjelaskan bahwa sahur dan berbuka puasa sebaiknya tetap memperhatikan kecukupan zat gizi agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas.
“Sahur dan berbuka puasa sebaiknya tetap mempertimbangkan kecukupan zat gizi seperti karbohidrat kompleks, protein berkualitas baik, lemak, dan cairan,” jelasnya.
Karbohidrat kompleks dapat membantu menjaga energi tubuh lebih stabil sepanjang hari. Protein berkualitas baik juga penting untuk membantu mempertahankan massa otot, terutama bagi orang yang rutin melakukan aktivitas fisik.
4. Hindari makanan yang kurang mendukung performa olahraga
Selain memperhatikan jenis nutrisi yang dikonsumsi, Risky juga menyarankan agar menghindari beberapa jenis makanan.
Ia mengingatkan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi gorengan dan gula sederhana saat berbuka maupun sahur.
Jenis makanan tersebut dapat memberikan energi yang cepat tetapi tidak membantu menjaga stamina tubuh dalam waktu lama.
Pemilihan makanan yang tepat membantu tubuh tetap bertenaga saat menjalani puasa sekaligus mendukung aktivitas olahraga.
Tetap aktif selama Ramadhan
Olahraga saat puasa tetap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Pengaturan waktu latihan, intensitas olahraga, serta pemenuhan nutrisi yang cukup membantu menjaga tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang