Dokter Ungkap Urutan Makan Saat Buka Puasa agar Pencernaan Tetap Sehat
Berpuasa menjadi momen ibadah umat muslim selama kurang lebih tiga puluh hari lamanya. Menahan makan dan minum seharian tentu membuat tubuh perlu menyesuaikan kembali dengan asupan yang dimakan saat berbuka puasa.
Maka dari itu, dr Widya Eka Nugraha, Msi Med, dokter IPB University seorang ahli biomedik biologi sel dan molekuler membeberkan urutan konsumsi makanan dan kandungan bagi tubuh saat berbuka puasa.
Menurut dr Widya, tujuan utama dari berbuka puasa perlu asupan energi dan cairan yang hilang selama berpuasa. Saat berbuka puasa, ia menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang cepat melepaskan energi serta cairan yang cukup.
Urutan konsumsi saat berbuka puasa menurut ahli
Berikut beberapa urutan konsumsi berbuka puasa menurut dr Widya, antara lain:
1. Kurma dan air putih
Asupan pertama yang bisa kamu makan saat berbuka puasa adalah kurma. Kurma merupakan sumber energi yang tinggi serat, kalsium dan zat besi. Namun, karena kurma memiliki kadar gula yang tinggi pastikan tidak dikonsumsi berlebihan.
7 butir sudah cukup ideal. Selain itu, pastikan bahwa kamu juga sudah memenuhi kebutuhan cairan dengan minum delapan gelas antara berbuka hingga sahur. Setelah berbuka baiknya minum 1-2 gelas.
2. Karbohidrat
Selanjutnya, konsumsi karbohidrat dalam jumlah kecil. Nasi, roti, kentang dengan jumlah ¼ piring. Tidak dianjurkan makan 1 porsi penuh saat berbuka karena dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung atau rasa yang tidak nyaman di perut.
3. Protein
Selanjutnya, jangan lupakan berbagai makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Beberapa makanan yang dianjurkan seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan telur, kacang polong dan produksi susu rendah lemak.
Hal ini akan membuat perut cepat kenyang saat berbuka puasa tanpa membuat sakit pencernaan. Pastikan kamu tidak memakan makanan olahan yang tinggi garam. Ha; ini bisa menyebabkan resiko dehidrasi saat berpuasa.
Selain itu, dr Widya juga menyarankan untuk menghindari minuman kafein dan manis seperti sirup, jus dengan gula atau susu kental manis berlebihan. Ia menyarankan untuk memberikan jeda waktu minimal dua jam antara makan malam dan waktu berbaring untuk tidur malam agar tidak muncul gangguan pencernaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang