Soroti Kadar Gula Makanan Indonesia, Van Gastel Minta Pemain PSIM Sadar Diri saat Idulfitri

Jean-Paul van Gastel, Super League, Besiktas, PSIM Yogyakarta, Soroti Kadar Gula Makanan Indonesia, Van Gastel Minta Pemain PSIM Sadar Diri saat Idulfitri

Pelatih kepala PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memberikan peringatan serius kepada anak asuhnya menjelang masa libur hari raya Idul Fitri.

Paul van Gastel menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik agar tidak melorot saat kompetisi kasta tertinggi, Super League 2025-2026, kembali bergulir.

Kebijakan libur selama enam hari diberikan kepada skuad Laskar Mataram mulai tanggal 17 Maret hingga 22 Maret 2026.

Jean-Paul van Gastel sengaja memberikan kelonggaran waktu tersebut agar para pemain dapat merayakan momen lebaran bersama keluarga, namun dengan catatan profesionalisme yang tetap terjaga.

Mantan asisten pelatih klub raksasa Turki, Besiktas, ini secara spesifik menyoroti tradisi kuliner di Indonesia yang identik dengan makanan manis saat hari raya.

Ia merasa cemas jika konsumsi gula yang berlebihan dapat mengganggu berat badan ideal para pemain PSIM.

"Kami terus berlatih selama beberapa hari dan kemudian memberi kesempatan mereka libur enam hari," ujar Van Gastel.

"Saya memberikan libur untuk mereka agar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati istirahat karena saya pikir itu penting," lanjutnya.

Meski memberikan waktu jeda, pelatih berusia 53 tahun itu memberikan peringatan mengenai pola makan atlet selama di kampung halaman.

"Secara keseluruhan makanan Indonesia mengandung banyak gula di dalam masakannya," kata pria asal Belanda tersebut menyoroti kebiasaan kuliner lokal.

Tanggung Jawab Individu dan Ancaman Sanksi Tegas

Alih-alih melarang secara total, Van Gastel lebih memilih untuk menyerahkan urusan nutrisi kepada kesadaran masing-masing pemain.

Namun, ia menegaskan bahwa setiap pilihan makanan akan membawa konsekuensi saat mereka kembali berkumpul di mess PSIM Yogyakarta.

"Anda harus sadar akan apa makanan untuk Anda konsumsi," ucapnya.

Ia pun tidak segan-segan untuk memberikan tindakan disiplin jika ada pemain yang kembali ke tim dalam kondisi fisik yang tidak proporsional.

"Saya memperingatkan mereka untuk kembali ke latihan nanti dalam kondisi yang bugar dan ideal dengan berat badan proporsional," tegasnya.

Peringatan ini diakhiri dengan ancaman sanksi bagi mereka yang lalai menjaga kebugaran.

"Saya akan mengambil tindakan tegas jika mereka tidak kembali seperti keinginan saya."

Persiapan Menatap Laga Kontra Dewa United

Kebugaran pemain menjadi prioritas utama karena PSIM dijadwalkan akan melakoni laga berat melawan Dewa United pada 3 April 2026 mendatang.

Sebagai tim promosi yang saat ini bertengger di posisi kedelapan klasemen dengan 38 poin, menjaga konsistensi performa sangatlah krusial.

"Kami punya waktu dua minggu bersiap menghadapi laga lawan Dewa United FC," kata Van Gastel.

"Setelah itu, kami mulai lagi menuju hari pertama persiapan melawan Dewa United."

Di saat anak asuhnya berlebaran di Indonesia, sang pelatih memilih untuk menghabiskan waktu jeda kompetisi di luar negeri.

"Secara pribadi saya pergi ke Vietnam. Saya akan pergi untuk liburan bersama keluarga saya," pungkas Jean-Paul van Gastel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang