Mengapa Puasa Membuat Hati Tenang? Ini Penjelasan Psikiater

puasa, kesehatan jiwa, spiritual coping, Mengapa Puasa Membuat Hati Tenang? Ini Penjelasan Psikiater, Apa itu spiritual coping?, Puasa menguatkan makna hidup, Menghadapi tekanan dengan lebih tenang, Penting untuk kesehatan mental

Puasa dapat membantu seseorang menghadapi tekanan hidup dengan lebih tenang melalui penguatan nilai spiritual dan makna hidup.

Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI, dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, menyebut praktik spiritual selama puasa berperan penting dalam menjaga kesehatan jiwa.

Dalam keterangan yang diterima pada Kamis (19/2/2025), ia menjelaskan bahwa puasa menjadi sarana spiritual coping atau cara menghadapi masalah dengan memanfaatkan nilai agama dan keyakinan.

Apa itu spiritual coping?

Spiritual coping adalah cara seseorang menggunakan nilai dan keyakinan agama untuk menghadapi tekanan hidup.

Cara ini bukan hanya soal menjalankan ritual, tetapi juga proses menenangkan diri dan mencari makna di balik peristiwa yang dialami.

Kegiatan seperti doa, sembahyang, membaca kitab suci, dan merenung menjadi bagian penting selama puasa.

Aktivitas tersebut membantu seseorang memperlambat kesibukan dan memberi waktu untuk berpikir lebih dalam. Proses ini dapat menumbuhkan rasa tenang dan harapan.

Puasa menguatkan makna hidup

puasa, kesehatan jiwa, spiritual coping, Mengapa Puasa Membuat Hati Tenang? Ini Penjelasan Psikiater, Apa itu spiritual coping?, Puasa menguatkan makna hidup, Menghadapi tekanan dengan lebih tenang, Penting untuk kesehatan mental

Ilustrasi puasa. Psikiater menjelaskan bahwa puasa membantu seseorang menemukan makna hidup dan menghadapi tekanan dengan lebih tenang.

Lahargo menjelaskan bahwa orang yang mempraktikkan coping spiritual cenderung memiliki rasa makna hidup yang lebih kuat.

Makna hidup membantu seseorang memahami tujuan dan arah hidupnya. Ketika tujuan hidup terasa jelas, tekanan tidak mudah membuat seseorang merasa putus asa.

Puasa menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki niat.

“Dalam hening puasa, jiwa belajar menemukan arti di tengah keterbatasan,” ujar dr. Lahargo.

Menghadapi tekanan dengan lebih tenang

Praktik spiritual yang dilakukan secara rutin dapat membantu mengurangi beban pikiran. Doa dan refleksi membuat pikiran lebih terarah dan tidak mudah terbawa kecemasan.

Sikap menerima keadaan dengan tenang membantu seseorang melihat masalah secara lebih jernih.

Penerimaan bukan berarti menyerah, tetapi memahami situasi dengan sikap yang lebih bijak. Puasa menciptakan suasana hening yang mendukung proses penguatan batin tersebut.

Penting untuk kesehatan mental

Spiritual coping menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan jiwa. Harapan dan makna hidup yang kuat membantu seseorang tetap tangguh menghadapi tantangan.

Puasa memperkuat hubungan dengan Tuhan sekaligus membantu seseorang lebih mengenal dirinya sendiri.

Proses ini membantu menata ulang pikiran yang sebelumnya dipenuhi tekanan dan gangguan.

Lahargo menegaskan bahwa puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga perjalanan batin untuk menjaga keseimbangan jiwa.

Puasa dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat harapan, memperjelas tujuan hidup, dan meningkatkan ketenangan mental secara menyeluruh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang