Top 10+ Awal Dzulhijjah Jadi Waktu Istimewa, Ini Amalan yang Dianjurkan Menurut Buya Yahya
Bulan Dzulhijjah kembali menjadi perhatian umat Muslim karena memiliki banyak keutamaan, terutama pada 10 hari pertamanya. Momen ini disebut sebagai salah satu waktu terbaik untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pendakwah kondang Buya Yahya menjelaskan bahwa 10 awal Dzulhijjah merupakan hari-hari yang sangat dimuliakan. Bahkan, menurutnya, keutamaan hari-hari tersebut begitu besar hingga amal saleh yang dilakukan di waktu itu disebut lebih dicintai Allah dibanding hari-hari lainnya. Dalam ceramahnya, Buya Yahya mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad.
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung dan lebih dicintai oleh Allah melebihi daripada 10 awal Dzulhijjah. Maka perbanyaklah tahlil, tahmid, tasbih dan takbir,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, umat Muslim dianjurkan memperbanyak dzikir seperti membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Illallah, dan Allahu Akbar selama 10 hari pertama Dzulhijjah. Menurutnya, kesempatan tersebut tidak boleh dilewatkan begitu saja karena pahala amal baik dilipatgandakan.
Buya Yahya juga menyinggung perbandingan antara 10 akhir Ramadan dan 10 awal Dzulhijjah. Ia menerangkan bahwa malam-malam terbaik memang berada di penghujung Ramadan, namun jika berbicara tentang hari terbaik, maka 10 awal Dzulhijjah memiliki keutamaan luar biasa.
“Kalau bicara tentang malam-malam istimewa adalah 10 akhir Ramadan. Tapi kalau bicara tentang hari, maka ketahuilah 10 awal Zulhijah adalah hari-hari istimewa,” jelasnya.
Tak hanya zikir, berbagai ibadah lain juga dianjurkan untuk diperbanyak. Mulai dari sedekah, membantu fakir miskin, membangun masjid, hingga memperbanyak puasa sunnah. Buya Yahya menyebut semua amal saleh yang dilakukan pada waktu tersebut memiliki nilai besar di sisi Allah.
Salah satu yang paling dianjurkan adalah puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Menurut Buya Yahya, puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa karena dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.
Ia juga menjelaskan bahwa hari Arafah menjadi momen Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka. Sementara bagi jamaah haji, wukuf di Arafah menjadi salah satu puncak ibadah yang sangat istimewa.
“Jangan sampai Arafah nanti tidak berpuasa,” ujar Buya Yahya.
Selain itu, ibadah khas Dzulhijjah seperti haji dan kurban juga menjadi pembeda dengan bulan-bulan lainnya. Menurut Buya Yahya, dua ibadah tersebut hanya bisa dilakukan pada bulan Dzulhijjah sehingga menambah kemuliaan bulan ini.
Di akhir penjelasannya, Buya Yahya mengajak umat Muslim memanfaatkan momen 10 awal Dzulhijjah untuk memperbanyak amal baik dan menghidupkan suasana ibadah, termasuk dengan mengumandangkan takbir menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Jadi, mari kita hidupkan di 10 awal Dzulhijjah dengan kebaikan-kebaikan sebisa kita,” tuturnya.
Takbiran, zikir, puasa sunnah, sedekah hingga memperbanyak doa disebut menjadi amalan yang bisa dilakukan sejak awal Dzulhijjah. Dengan memahami keutamaannya, umat Muslim diharapkan tidak melewatkan kesempatan meraih pahala besar di bulan yang penuh kemuliaan tersebut.