Rekomendasi Wisata Edukatif Surabaya, Seru dan Penuh Sejarah!

wisata surabaya, Museum, tempat wisata surabaya, museum surabaya, museum di surabaya, apa saja museum di Surabaya, museum Surabaya apa saja, Rekomendasi Wisata Edukatif Surabaya, Seru dan Penuh Sejarah!, 1. Museum Empu Tantular, Jejak Peninggalan Sejarah di Sidoarjo, 2. Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH, 3. House of Sampoerna, Kisah Bisnis dari Sebuah Pabrik Rokok Tua, 4. Tugu Pahlawan, Simbol Heroik Arek-arek Suroboyo, 5. Museum Sejarah Indonesia, Wajah Kepemimpinan Negeri, 6. Monumen Jalesveva Jayamahe, Simbol Kejayaan di Laut, 7. Museum Kapal Selam (Monkasel), Menyelami Dunia Bawah Laut, 8. Perpustakaan Medayu Agung, Harta Karun Buku Langka

Sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, Surabaya tak hanya dikenal dengan geliat industrinya, tetapi juga dengan pesona wisata sejarah dan budayanya.

Kota ini berhasil memadukan modernitas dan nilai historis dalam satu napas, menjadikannya destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin menelusuri jejak masa lalu Indonesia.

Setiap sudut Kota Pahlawan ini menyimpan cerita. Gemerlap lampu kota berpadu dengan keanggunan bangunan heritage Surabaya, sementara taman-taman dan kawasan wisatanya terus dipercantik untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Tak heran, Surabaya sering disebut sebagai kota dengan “seribu cerita sejarah.”

Berikut sejumlah museum dan monumen bersejarah di Surabaya yang wajib dikunjungi dikutip dari buku Jalan-jalan Surabaya, Enaknya ke Mana?

1. Museum Empu Tantular, Jejak Peninggalan Sejarah di Sidoarjo

Museum Empu Tantular awalnya berdiri di depan Kebun Binatang Surabaya, namun sejak 2004 berpindah ke Jalan Raya Buduran, Kabupaten Sidoarjo, tak jauh dari Bundaran Aloha. Museum ini merupakan kelanjutan dari Stedelijk Historisch Museum Surabaya yang didirikan Godfried Hariowald Von Faber pada 1933.

Di museum milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini, pengunjung dapat menemukan sembilan jenis koleksi mulai dari arkeologi, numismatika, geologi, biologi, seni rupa, etnografi, sejarah, filologi, hingga iptek.

Museum buka setiap Selasa hingga Minggu dengan jam operasional berbeda setiap harinya.

Koleksi andalannya meliputi benda purbakala seperti fosil gading gajah, tengkorak manusia purba (Pithecanthropus erectus), hingga Alquran kuno dan guci dari Tiongkok.

Menariknya, di lantai dua tersedia alat peraga ilmu pengetahuan seperti miniatur PLTA dan dongkrak hidrolik yang dapat digunakan untuk kegiatan edukatif.

2. Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH

wisata surabaya, Museum, tempat wisata surabaya, museum surabaya, museum di surabaya, apa saja museum di Surabaya, museum Surabaya apa saja, Rekomendasi Wisata Edukatif Surabaya, Seru dan Penuh Sejarah!, 1. Museum Empu Tantular, Jejak Peninggalan Sejarah di Sidoarjo, 2. Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH, 3. House of Sampoerna, Kisah Bisnis dari Sebuah Pabrik Rokok Tua, 4. Tugu Pahlawan, Simbol Heroik Arek-arek Suroboyo, 5. Museum Sejarah Indonesia, Wajah Kepemimpinan Negeri, 6. Monumen Jalesveva Jayamahe, Simbol Kejayaan di Laut, 7. Museum Kapal Selam (Monkasel), Menyelami Dunia Bawah Laut, 8. Perpustakaan Medayu Agung, Harta Karun Buku Langka

Museum Kesehatan dr. Adyatama, atau sering juga disebut Museum Santet, di Jalan Indrapura 17, Surabaya. Salah satu koleksinya adalah jailangkung magis ini.

Berbeda dari museum lain, Museum Kesehatan Surabaya yang berlokasi di Jalan Indrapura No.17 ini menampilkan perjalanan dunia medis Indonesia dari masa ke masa.

Didirikan oleh dr. Harijadi Soeparto pada 1990, museum ini memiliki tiga ruang utama: Sejarah Kesehatan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Kesehatan Budaya.

Uniknya, di ruang Kesehatan Budaya pengunjung dapat melihat koleksi benda-benda mistis seperti jaelangkung, nini towok, hingga foto hasil rontgen korban santet.

Koleksi ini menggambarkan pandangan masyarakat terhadap kesehatan tradisional dan budaya spiritual.

3. House of Sampoerna, Kisah Bisnis dari Sebuah Pabrik Rokok Tua

Terletak di Jl. Taman Sampoerna, bangunan bergaya kolonial ini dulunya merupakan pabrik rokok pertama keluarga Sampoerna. Kini, museum ini menjadi destinasi populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Meski bukan perokok, pengunjung tetap bisa menikmati pengalaman unik belajar sejarah industri rokok di Indonesia, lengkap dengan galeri foto, ruang produksi manual, serta kafe bergaya vintage.

Masuk ke museum ini gratis dan buka setiap hari pukul 09.00–22.00, kecuali saat Idul Fitri.

4. Tugu Pahlawan, Simbol Heroik Arek-arek Suroboyo

wisata surabaya, Museum, tempat wisata surabaya, museum surabaya, museum di surabaya, apa saja museum di Surabaya, museum Surabaya apa saja, Rekomendasi Wisata Edukatif Surabaya, Seru dan Penuh Sejarah!, 1. Museum Empu Tantular, Jejak Peninggalan Sejarah di Sidoarjo, 2. Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH, 3. House of Sampoerna, Kisah Bisnis dari Sebuah Pabrik Rokok Tua, 4. Tugu Pahlawan, Simbol Heroik Arek-arek Suroboyo, 5. Museum Sejarah Indonesia, Wajah Kepemimpinan Negeri, 6. Monumen Jalesveva Jayamahe, Simbol Kejayaan di Laut, 7. Museum Kapal Selam (Monkasel), Menyelami Dunia Bawah Laut, 8. Perpustakaan Medayu Agung, Harta Karun Buku Langka

Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen untuk mengenang sejarah perjuangan arek-arek Surabaya pada Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Ikon paling terkenal Kota Surabaya ini berdiri tegak setinggi 45 meter di depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Tugu ini dibangun untuk mengenang Pertempuran 10 November 1945, ketika warga Surabaya mempertahankan kemerdekaan dari pasukan Sekutu.

Di bawah monumen terdapat Museum 10 November yang menampilkan dokumentasi perjuangan arek-arek Suroboyo.

Setiap tanggal 10 November, kawasan ini menjadi pusat upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional.

5. Museum Sejarah Indonesia, Wajah Kepemimpinan Negeri

Terletak di depan Gedung Grahadi, museum ini menghadirkan konsep sejarah Indonesia melalui keunikan para presiden Indonesia.

Museum ini juga dilengkapi dengan perpustakaan, ruang seminar, dan taman terbuka yang terhubung dengan Taman Apsari dan Arca Joko Dolog.

6. Monumen Jalesveva Jayamahe, Simbol Kejayaan di Laut

wisata surabaya, Museum, tempat wisata surabaya, museum surabaya, museum di surabaya, apa saja museum di Surabaya, museum Surabaya apa saja, Rekomendasi Wisata Edukatif Surabaya, Seru dan Penuh Sejarah!, 1. Museum Empu Tantular, Jejak Peninggalan Sejarah di Sidoarjo, 2. Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH, 3. House of Sampoerna, Kisah Bisnis dari Sebuah Pabrik Rokok Tua, 4. Tugu Pahlawan, Simbol Heroik Arek-arek Suroboyo, 5. Museum Sejarah Indonesia, Wajah Kepemimpinan Negeri, 6. Monumen Jalesveva Jayamahe, Simbol Kejayaan di Laut, 7. Museum Kapal Selam (Monkasel), Menyelami Dunia Bawah Laut, 8. Perpustakaan Medayu Agung, Harta Karun Buku Langka

Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya, Jawa Timur.

Berlokasi di dalam kompleks TNI AL Koarmada II Ujung Surabaya, Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) melambangkan kejayaan maritim Indonesia.

Monumen setinggi 60 meter ini menampilkan patung perwira TNI Angkatan Laut karya pematung Nyoman Nuarta yang menatap ke laut.

Monumen ini juga berfungsi sebagai mercusuar. Di dalamnya terdapat diorama perjuangan pelaut Indonesia sejak masa pra-revolusi hingga 1990-an.

Di pelatarannya, berdiri gong raksasa “Kiai Tentrem” seberat 2,2 ton, gong terbesar di dunia yang dibuat oleh pengrajin asal Bantul, Yogyakarta.

7. Museum Kapal Selam (Monkasel), Menyelami Dunia Bawah Laut

Berlokasi di tepi Sungai Kalimas dekat Plaza Surabaya, Monkasel adalah museum kapal selam pertama di Indonesia. Kapal KRI Pasopati 410 yang pernah bertugas di Laut Arafuru kini menjadi ruang edukatif tentang dunia bawah laut.

Pengunjung bahkan bisa mendengar langsung kisah para mantan awak kapal yang pernah bertugas di dalamnya, sebuah pengalaman unik yang membawa kita “menyelam” ke masa lalu.

8. Perpustakaan Medayu Agung, Harta Karun Buku Langka

Terletak di kawasan Rungkut, Perpustakaan Medayu Agung menyimpan koleksi buku kuno dan naskah langka, termasuk Mein Kampf karya Adolf Hitler dan naskah asli Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.

Perpustakaan ini dikelola oleh Oei Hiem Hwie, seorang penyintas tahanan politik Orde Baru dan sahabat Pramoedya di Pulau Buru. Koleksinya sering menjadi referensi untuk penulisan buku sejarah seperti Surabaya Tempo Doeloe dan Silang Budaya Tionghoa Indonesia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.