Menepi Sejenak di Kalimas, Cara Baru Menikmati Surabaya dari Atas Air

Surabaya, sungai, Menepi Sejenak di Kalimas, Cara Baru Menikmati Surabaya dari Atas Air

Di jantung Kota Surabaya, Jawa Timur, aliran Sungai Kalimas kini bukan sekadar saksi sejarah.

Ia telah berubah menjadi ruang hidup yang menghadirkan pengalaman berbeda, tenang, hangat, dan penuh makna bagi siapa saja yang menyusurinya.

Dari dermaga yang terletak di Taman Prestasi, perahu-perahu kecil membawa pengunjung menikmati perjalanan singkat menuju kawasan seperti Taman Ekspresi dan Museum Pendidikan Surabaya.

Di sepanjang rute, wajah Surabaya terasa lebih dekat tidak tergesa, tidak bising, hanya aliran air dengan pemandangan sejumlah gedung yang menjulang tinggi.

Saat malam tiba, Kalimas berubah menjadi ruang yang nyaris puitis. Lampion dan lampu hias menyala di sepanjang tepian sungai, memantulkan cahaya yang menari di permukaan air.

Momen inilah yang paling ditunggu pengunjung, bukan sekadar berkeliling, tetapi untuk merasakan suasana dengan berfoto, berbincang, hingga menikmati jeda dari rutinitas.

“Kalau musim liburan seperti kemarin memang ramai. Pagi hari sudah mulai banyak yang datang, terutama sekitar pukul 09.30 WIB. Tapi puncaknya biasanya malam hari,” ujar koordinator Wisata Perahu Kalimas, Fery Murgianto kepada Kompas.com, Minggu (5/4/2026) malam.

Menurutnya, daya tarik utama memang terletak pada suasana malam yang menghadirkan pengalaman visual yang berbeda.

“Banyak pengunjung memilih malam hari karena lampion, lampu-lampu di sepanjang sungai menyala dan backgorund cahaya dari gedung-gedung. Jadi bagus untuk foto atau selfie,” imbuhnya.

Dari sungai perdagangan jadi tempat wisata

Kalimas bukanlah sungai biasa, karena sejak masa kolonial Vereenigde Oostindische Compagnie, aliran ini menjadi jalur penting perdagangan di Surabaya. Kini, setelah direvitalisasi, fungsinya berkembang menjadi ruang publik yang lebih inklusif.

Surabaya, sungai, Menepi Sejenak di Kalimas, Cara Baru Menikmati Surabaya dari Atas Air

Suasana dermaga wisata perahu Kalimas menjadi salah satu destinasi wisataan untuk mengisi liburan saat berada di Surabaya, Jawa Timur.

Perubahan ini tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menghidupkan kembali hubungan warga dengan sungai yang dulu menjadi nadi kehidupan.

“Kalimas ini tidak hanya untuk meningkatkan potensi wisata, tapi juga diharapkan bisa meningkatkan ekonomi,” ujar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi beberapa waktu lalu.

Ia juga melihat potensi Kalimas sebagai ikon baru yang mampu bersaing dengan destinasi serupa di luar negeri.

“Hampir sama seperti Thailand, Singapura, dan Venesia, tapi kita buat dengan ciri khas Surabaya. Jadi tidak perlu ke luar negeri, cukup ke sini,” sambungnya.

Wisata sederhana yang menghidupkan Surabay

Dengan durasi perjalanan sekitar 15 menit, wisata perahu Kalimas menawarkan pengalaman yang singkat namun berkesan.

Surabaya, sungai, Menepi Sejenak di Kalimas, Cara Baru Menikmati Surabaya dari Atas Air

Salah satu keluarga berfoto dengan background suasana wisata perahu Kalimas menjadi salah satu destinasi wisataan untuk mengisi liburan saat berada di Surabaya, Jawa Timur.

Tiket yang terjangkau membuatnya mudah diakses berbagai kalangan, dari keluarga hingga rombongan pelajar yang dapat dipesan secara daring melalui tiketwisata.surabaya.go.id atau langsung di loket yang tersedia di lokasi.

Fery Murgianto menjelaskan, kunjungan pada hari biasa cenderung didominasi kegiatan edukasi dari sekolah. Namun, suasana berubah drastis saat akhir pekan atau libur panjang.

Wisata perahu Kalimas menawarkan dua rute perjalanan yang dapat dipilih pengunjung. Rute pertama adalah Taman Prestasi dan Monumen Kapal Selam dengan harga tiket Rp10.000. Sementara rute kedua adalah Taman Prestasi dan Museum Pendidikan dengan harga Rp7.000.

“Sebetulnya bisa booking online, tapi banyak pengunjung yang datang langsung ke tempat. Kalau ada yang belum paham, biasanya dibantu oleh petugas kami di depan,” jelasnya.

“Ada 3 sesi, pagi (08.00-11.30) tiket dibuka pukul 07.50.  Sesi siang (13.00-17.00) tiket dibuka pukul 12.50 dan sesi malam (18.00-20.30) tiket dibuka pukul 17.50," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang