Pariwisata Asia-Pasifik Melonjak Tajam Berkat Tren Wisata Kebugaran

Wisata, wisata kebugaran, wellness, Pariwisata Asia-Pasifik Melonjak Tajam Berkat Tren Wisata Kebugaran

Industri pariwisata di kawasan Asia-Pasifik sedang mengalami pertumbuhan yang kuat, dan salah satu pendorong utamanya adalah meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata kebugaran (wellness tourism). 

Tren ini menunjukkan bahwa liburan tidak lagi sekadar soal mengunjungi destinasi populer, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional.

Menurut laporan yang diangkat Travel Daily Media pada (10/6/26), wisatawan modern kini semakin memprioritaskan pengalaman yang mendukung kesejahteraan diri, mulai dari retret kesehatan, yoga, meditasi, spa terapeutik, hingga program pemulihan stres. 

Pergeseran preferensi ini turut mendorong lonjakan aktivitas pariwisata di berbagai negara Asia-Pasifik.

Kesehatan Menjadi Prioritas Saat Berlibur

Hasil riset yang dipresentasikan dalam ajang industri perjalanan Asia-Pasifik menunjukkan bahwa kesehatan telah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam merencanakan liburan.

Sebanyak 84 persen wisatawan kelas atas di kawasan ini dilaporkan sedang berupaya meningkatkan kesehatan jangka panjang mereka dan ingin mempertahankan kebiasaan sehat tersebut selama bepergian.

Temuan tersebut memperlihatkan perubahan perilaku wisatawan setelah pandemi. Banyak pelancong kini mencari perjalanan yang memberikan manfaat lebih dari sekadar hiburan, yakni pengalaman yang dapat membantu mereka merasa lebih rileks, bugar, dan seimbang secara emosional.

Wisata Kebugaran Bukan Lagi Segmen Niche

Dulu, wisata kebugaran identik dengan kelompok tertentu yang mencari retret eksklusif atau program kesehatan khusus. Kini, konsep tersebut telah berkembang menjadi bagian utama dari industri perjalanan.

Menurut laporan Destination NSW, wellness tourism telah berevolusi dari segmen khusus menjadi kebutuhan yang semakin dicari wisatawan. 

Konsep ini mencakup perjalanan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh, baik fisik, mental, maupun emosional.

Bahkan, sejumlah destinasi wisata kini mulai menambahkan fasilitas kesehatan sebagai daya tarik utama, seperti program mindfulness, terapi relaksasi, kelas yoga, konsultasi kesehatan, hingga aktivitas yang memungkinkan wisatawan lebih dekat dengan alam.

Pasifik berada di posisi yang sangat strategis untuk memanfaatkan tren ini.

Selain memiliki beragam destinasi alam yang mendukung relaksasi, wilayah ini juga dikenal dengan tradisi kesehatan yang sudah mendunia, seperti meditasi, yoga, terapi herbal, dan berbagai praktik penyembuhan holistik lainnya.

Data industri menunjukkan bahwa ekonomi wellness di Asia-Pasifik mencapai sekitar US$2,03 triliun pada 2024, menjadikannya pasar wellness terbesar kedua di dunia setelah Amerika Utara. 

Dalam periode 2019–2024, sektor ini tumbuh rata-rata 9,3 persen per tahun, melampaui pertumbuhan ekonomi global. 

Pertumbuhan tersebut turut mendorong perkembangan sektor pariwisata, terutama pada destinasi yang menawarkan kombinasi antara rekreasi dan pemulihan kesehatan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang