Ramadan di Kebun Binatang Surabaya, dari Sunyi Menuju Ramai Jelang Lebaran
Bulan Ramadhan biasanya menghadirkan ritme yang lebih pelan. Langkah pengunjung tidak seramai hari-hari biasa, dan suara riuh anak-anak pun sedikit mereda.
Namun suasana itu perlahan berubah di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur. Memasuki pertengahan hingga akhir Ramadhan, denyut kehidupan di kawasan wisata yang berada di tengah kota ini kembali terasa.
Pengunjung mulai berdatangan, membawa teman, keluarga dan anak-anak, mengisi waktu sembari menanti datangnya Hari Raya Idul Fitri.
“Awal puasa memang turun, tapi sekarang sudah mulai naik lagi. Bahkan tahun ini terasa lebih ramai,” kata Humas KBS, Lintang Ratri kepada KOMPAS.com.
Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung tidak hanya berasal dari warga Surabaya, tetapi juga dari luar kota hingga wisatawan mancanegara.
“Yang mudik ke Surabaya sebagian juga sudah tiba, sambil mengisi waktu ada yang kesini. Kalau WNA didengar dari bahasanya, banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Jadi kemungkinan wisatawan luar negeri juga cukup banyak,” imbuhnya.
Ruang Singgah di Tengah Ramadhan
Di antara pengunjung yang datang, Laila, warga Gresik, memilih mampir ke KBS usai mengantar keluarganya ke bandara untuk mudik.
“Mumpung dekat jadi sekalian ke sini. Walaupun bukan Lebaran, ya jalan saja,” ucap perempuan berusia 44 tahun itu.
Baginya, berkunjung ke KBS sudah menjadi kebiasaan tahunan bersama keluarga. Ia bahkan berencana kembali datang saat libur Lebaran nanti.
“Sehari atau dua hari setelah Lebaran. Rencana nanti ke sini lagi, karena hari ini belum bisa foto-foto sama hewan dari dekat,” sambungnya sambil tersenyum.
Ia menilai kondisi KBS saat ini cukup nyaman, terutama dengan suasana yang semakin rindang dan segar.
jalan juga tidak terasa capek walaupun puasa. Cuma kebersihannya masih perlu dijaga,” kata Laila.
Paramitha, salah satu pelajar SMU di kota Pahlawan itu berswa foto berlatar belakang salah satu wahana yang ada di Kebun Binatang Surabaya disela-sela mengerjakan tugas sekolah, Selasa (17/3/2026) siang.
Hal serupa dirasakan Paramitha, pelajar SMU di Surabaya, yang datang bersama dua temannya untuk mengerjakan tugas sekolah.
“Lagi ada tugas bikin vlog selama libur Ramadhan, jadi ke sini bertiga,” ucap siswa berusia 16 tahun itu.
Menurutnya, suasana kebun binatang di bulan puasa justru terasa lebih nyaman karena tidak terlalu padat. Selain itu, ia juga merasa mendapatkan pengalaman belajar dari kunjungannya.
“Bisa lebih lama di sini. Tempatnya juga rindang, tidak panas, jadi tidak terasa kalau puasa,” kata Paramitha.
“Hewannya lengkap, ada keterangannya juga. Jadi yang biasanya cuma tahu secara umum, sekarang bisa tahu jenis-jenisnya,” sambungnya.
Menanti Puncak Keramaian
Meski suasana mulai kembali hidup, pengelola menyadari bahwa puncak kunjungan belum benar-benar tiba. Semua masih menunggu momen Lebaran dan KBS mempersiapkan diri.
“Sekarang sudah mulai naik, tapi nanti saat Lebaran pasti jauh lebih ramai,” pungkas Lintang Ratri.
Sebab bagi banyak keluarga, KBS bukan sekadar tempat wisata saat Lebaran tetapi juga menjadi ruang untuk mengisi Lebaran dengan pengalaman sederhana. Mulai melihat, belajar, dan yang paling penting kebersamaan bersama keluarga dengan hiburan yang telah dipersiapkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang