Menuju World Cup Jepang, Karateka Kyokushin Indonesia Tempa Mental di Surabaya

karate, karateka, indonesia, Kyokushin Karate, Jepang, Menuju World Cup Jepang, Karateka Kyokushin Indonesia Tempa Mental di Surabaya

 Sebanyak 300 peserta dari 12 perguruan ambil bagian dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kyokushin Karate di Surabaya.

Kyokushin merupakan karate full-contact yang diciptakan pada tahun 1964 oleh Masutatsu Oyama.

Aliran ini dikenal luas sebagai salah satu bentuk karate paling keras di dunia karena mengutamakan pertarungan nyata tanpa pelindung tubuh maupun wajah.

Untuk latihannya menekankan kekuatan fisik dan mental melalui ujian kumite atau tarung langsung. Teknik yang digunakan berfokus pada tendangan bawah (low kick), pukulan ke badan, serta serangan lutut dari jarak dekat.

Meski keras, Kyokushin memiliki aturan khusus yang melarang pukulan tangan kosong ke wajah lawan untuk meminimalkan risiko cedera fatal.

Di balik latihan berat tersebut, terdapat filosofi “Osu” yang menjadi napas utama para karateka. Filosofi ini melambangkan kesabaran, rasa hormat, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dalam menjalani latihan maupun kehidupan sehari-hari.

Di indonesia sendiri, semangat juang ratusan karateka dari berbagai daerah telah berlangsung di Gelora Pancasila Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) kemarin.

Dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kyokushin Karate yang tahun ini bukan hanya menjadi arena pertarungan di atas tatami, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, persaudaraan, dan rasa hormat antar atlet.

Sebanyak 300 peserta dari 12 perguruan Kyokushin ambil bagian dalam ajang tersebut. Jumlah itu bahkan melampaui target panitia dan memperlihatkan bahwa perkembangan Kyokushin Karate di Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Di balik kerasnya pertarungan yang identik dengan aliran full-contact, Kyokushin justru membawa filosofi besar tentang ketahanan mental, disiplin, dan kerendahan hati.

Visi Kembangkan Karakter dan Jalin Persaudaraan

Branch Chief IBKO Indonesia, Sensei Suriadi Tresno, menegaskan bahwa filosofi utama Kyokushin bukan sekadar mencari kemenangan.

“International Budo Karate Organization Kyokushinkaikan merupakan organisasi karate internasional yang didirikan di Jepang tahun 2011, sejak awal visinya adalah pengembangan karakter dan menjalin persaudaraan lintas suku agama dan kebangsaan,” ujarnya kepada jurnalis termasuk Kompas.com.

Menurutnya, organisasi tersebut selama ini aktif mengembangkan Kyokushin melalui berbagai turnamen internasional.

Indonesia sendiri mulai terlibat dalam kompetisi dunia sejak 2024 dan langsung menorehkan prestasi membanggakan.

“Selama ini telah mengembangkan dengan banyak turnamen dan tahun 2022 mengadakan World cup dan Indonesia sendiri mulai berpartisipasi pada tahun 2024 di mana atlet kita meraih medali perak. Tahun ini kita mempersiapkan diri untuk mengikuti World Cup,” kata Sensei Suriadi Tresno.

Bagi dirinya, turnamen seperti ini seharusnya menjadi ruang membangun solidaritas dan rasa hormat antarsesama karateka.

“Turnamen ini bukan untuk mencari juara atau kemenangan saja lebih dari itu menjadi wadah persaudaraan membangun rasa hormat bersama dan menghidupkan kembali karate yang tetap rendah hati,” imbuhnya.

Membentuk Mental Generasi Muda

Di tengah perkembangan olahraga modern saat ini, Kyokushin dinilai masih memiliki nilai penting dalam membangun karakter generasi muda.

Sensei Suriadi Tresno percaya latihan keras dalam karate bukan hanya melatih kekuatan tubuh, tetapi juga membentuk mental, keberanian, dan disiplin.

“Spirit Fighting Indonesia percaya bahwa hal ini merupakan pembentukan karakter. Dengan membangun jiwa, mental serta karakter yang sesuai dengan motto kita,” kata Sensei Suriadi.

“Semangat kebersamaan berkembang menghormati satu sama lain untuk menjaga nama baik karate,” sambungnya.

karate, karateka, indonesia, Kyokushin Karate, Jepang, Menuju World Cup Jepang, Karateka Kyokushin Indonesia Tempa Mental di Surabaya

Semangat juang ratusan karateka dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kyokushin Karate yang berlangsung di Gelora Pancasila Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2025) pagi.

Antusiasme peserta yang tinggi juga menjadi bukti bahwa minat generasi muda terhadap karate terus meningkat. Wakil Ketua Panitia, Sandi Sudibyo, mengaku terkejut dengan jumlah peserta yang hadir pada Kejurnas tahun ini.

“Tujuannya bukan hanya pertandingan, tetapi juga mempererat hubungan antarperguruan Kyokushin,” kata pria yang biasa disapa Sandi itu.

Selama kejuaraan berlangsung, peserta dibagi dalam beberapa kategori usia mulai enam tahun hingga dewasa agar pertandingan berjalan lebih seimbang sekaligus menjadi bagian dari pembinaan atlet sejak usia dini.

Persiapan Atlet Indonesia Menuju Jepang

Kejurnas Kyokushin tahun ini juga menjadi bagian penting dari proses seleksi atlet menuju kejuaraan internasional di Jepang pada November 2026 mendatang.

Para karateka terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk membawa nama Indonesia di level dunia.

“Kejuaraan ini menjadi salah satu sarana pembinaan atlet muda. Atlet terbaik nantinya akan kami ikutkan ke kejuaraan internasional di Jepang,” ujar Sandi Sudibyo.

Ajang tersebut turut mendapat perhatian dari perwakilan Jepang, Kiyotaka Nakajima, yang hadir langsung di Surabaya. Ia menilai kualitas karate Indonesia terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional.

“Saya rasa kejuaraan Kyokushin di Surabaya ini sangat bagus. Para peserta sangat antusias mengikuti pertandingan,” kata Nakajima.

“Tidak ada yang berbeda dengan karate di Jepang. Semoga ke depannya kejuaraan karate bisa semakin besar,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Antonius, peserta dari Perguruan Spirit Fighting Indonesia. Mantan atlet yang kini menjadi pelatih itu melihat perkembangan karate nasional semakin positif.

“Perkembangannya cukup bagus. Sekarang pembagian kelas juga lebih merata sehingga pertandingan menjadi lebih berimbang,” pungkas Kiyato Nakajima.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang