Wisata Melihat Bintang Jadi Tren Global, Astrotourism Kian Digemari

astrotourism, wisata astronomi, wisata melihat bintang, Wisata Melihat Bintang Jadi Tren Global, Astrotourism Kian Digemari

Biasanya perjalanan ke luar negeri bagi sejumlah wisatawan, dipilih untuk pergi ke tempat bersejarah, wisata bermain atau wisata alam ternama.

baru ini pada tahun 2026 astrotourism sedang menjadi destinasi wisata tren yang mulai diminati banyak orang.

Bukan dengan bepergian ke luar dengan biaya yang cukup mahal. Namun, sejumlah wilayah juga bisa berpotensi sebagai tempat melihat bintang yang di bawah langit gelap.

Apa itu destinasi Astrotourism?

Destinasi astrotourism merupakan sebuah destinasi dengan berfokus pada kawasan benda langit, fenomena astronomi dan edukasi luar angkasa,

Destinasi ini mulai diminati dengan ciri mulai dari langit cerah dengan tingkat polusi cahaya yang rendah.

Hal ini agar pengunjung bisa melihat dan mengamati bintang tanpa gangguan. Seringkali, langit malam yang bersih ini banyak ditemui di dataran tinggi atau memiliki iklim kering.

Misalnya gurun, menjadi salah satu lokasi terbaik untuk mengamati bintang-bintang. Sejumlah daerah seperti Wadi Rum di Yordania, gurun Namibia dan gurun Atacama di Chili menjadi lokasi terbaik untuk tempat melihat bintang.

Oleh sebab itu, di Afrika kini banyak dilakukan peningkatan pembangunan penginapan mewah dengan fasilitas bisa melihat bintang di atas rooftop.

Tidak hanya itu, Hawaii juga menawarkan destinasi astrotourism karena pemandangan di wilayah tersebut yang terkenal jernih dan luar biasa indah dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya di Amerika Serikat.

Disisi lain, Selandia Baru juga sudah menjadi destinasi astrotourism terbaik karena sejak lama, Selandia Baru terkenal dengan Cagar Langit Gelap Aoraki Mackenzie yang memiliki wilayah cukup jernih untuk melihat bintang.

Tempat ini bahkan menawarkan pemandangan Bima Sakti yang menakjubkan membuat ilmuwan dan wisatawan astronomi sering menjadikan tempat ini sebagai tempat penelitian luar angkasa.

Keuntungan wisata astronomi

Diperkiraan pasar wisata astronomi ini bernilai sekitar 1 milliar dollar Amerika pada tahun 2025 dan bisa meningkat tiga kali lipat dalam tujuh tahun karena orang -orang terus mencoba mencari perjalanan wisata dengan pengalaman yang tidak terlupakan.

Sebuah data yang dilansir Kompas.com dari Far Out Magazine pada Jumat (29/5/2026) melihat bahwa pencarian untuk ‘destinasi langit gelap’ meningkat sekitar 40 persen antara tahun 2022 dan 2025.

Mengapa kepopuleran wisata melihat bintang ini semakin meningkat? Sebab bintang-bintang yang yang kini semakin sulit dilihat dari tahun ke tahun.

Diperkiraan bahwa cahaya buatan yang berasal dari kota, jalan raya dan gedung-gedung perkantoran bisa meningkat sekitar 9,6% per tahun.

Sayangnya, kini populasi cahaya meningkat 80 persen dan hal tersebut tentu bisa mencemari cahaya langit.

Bahkan di Eropa pencemaran cahaya meningkat 60 persen dengan perkiraan mereka bisa melihat bintang di langit hanya 15 persen saja.

Hal ini yang kemudian menyebabkan sejumlah orang memutuskan untuk menjauh dari daerah perkotaan kemudian kembali ke alam.

Tantangan sektor wisata astronomi

Peningkatan selama dekade terakhir ini membuat pengalaman wisatawan terhadap wisata astronomi ini menjadi hal yang menyenangkan.

Namun, meski begitu ada tantangan tersendiri yang bisa dialami saat peningkatan wisata astronomi.

Jika jumlah wisatawan meningkat maka ada risiko pembangunan infrastruktur dan semakin banyak dan bisa menyebabkan pencemaran cahaya.

Maka dari itu, sejumlah tempat wisata yang menawarkan destinasi ini perlu adanya regulasi dan membatasi jumlah pengunjung agar tidak merusak langit malam yang sudah terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang