Surabaya Hangatkan Tradisi Minuman Rempah di Tengah Tren Kopi Kekinian

Rempah, surabaya, jahe, Surabaya Hangatkan Tradisi Minuman Rempah di Tengah Tren Kopi Kekinian

Di tengah menjamurnya kopi kekinian dan minuman modern di Surabaya, Jawa Timur, aroma jahe dan rempah-rempah ternyata masih mampu menarik perhatian banyak orang.

Bukan hanya kalangan orang tua, minuman tradisional kini mulai kembali dilirik anak muda berkat sentuhan konsep yang lebih modern dan dekat dengan gaya hidup masa kini.

Salah satunya hadir melalui Dawa Minuman Rempah yang berada di kawasan Jalan Kedungdoro. Gerai ini mengusung konsep kaki lima dengan nuansa tradisional, namun dikemas lebih modern dalam penyajiannya.

Trainer Dawa Minuman Rempah, M Afrisal, menjelaskan bahwa konsep tersebut memang sengaja dibuat agar minuman rempah lebih mudah diterima berbagai kalangan.

“Ini sistemnya franchise jadi ada 10 cabang di surabaya. Untuk bahan-bahan sudah ada pengiriman dari pusat,” kata pria yang biasa disapa Risal itu kepada Kompas.com.

“Ini menjual minuman rempah yang Konsepnya memang dibuat kaki lima di mix modern dalam penyajiannya. Dengan gelas pres dan untuk minumnya pakai sloki,” imbuhnya.

Rempah, surabaya, jahe, Surabaya Hangatkan Tradisi Minuman Rempah di Tengah Tren Kopi Kekinian

Jahe menjadi bahan dasar Dawa Minuman Rempah yang terletak di kawasan Jalan Kedungdoro, Surabaya dengan mengusung konsep kaki lima bernuansa tradisional, namun dikemas lebih modern dalam penyajiannya.

Meski tampil lebih modern, proses pembuatannya tetap mempertahankan cara tradisional, yaitu ditumbuk secara manual. Sehingga membuat minuman rempah terasa lebih akrab bagi anak muda tanpa menghilangkan cita rasa khas wedang tradisional.

“Setelah itu dimasukkan gelas lalu diberi gula aren dsb. Pengemasan dan penyuguhannya yang modern,” katanya lagi.

Menyasar Semua Kalangan, Susu Rempah Madu Jadi Primadona

Menurut pria asli Surabaya itu, pelanggan minuman rempah saat ini memang masih didominasi usia dewasa dan pekerja. Namun perlahan, anak muda mulai ikut menikmati racikan tradisional tersebut.

Gerai ini menawarkan sekitar 13 varian menu. Hampir seluruhnya menggunakan bahan dasar jahe, rempah-rempah, gula aren, madu, dan sereh.

“Semua menu minuman ini ada khasiatnya dan dijelaskan pada buku menu secara rinci,” ucap M Afrisal.

Dimana dari seluruh menu yang tersedia, susu rempah madu menjadi minuman paling banyak dicari pelanggan. Menu ini dianggap cocok bagi penikmat STMJ yang tidak menyukai campuran telur.

“Jadi kadang ada yang beli stmj tapi ga pakai telor kita arahkan ke minuman tersebut jadi rasa susunya lebih terasa,” sambungnya.

Rempah, surabaya, jahe, Surabaya Hangatkan Tradisi Minuman Rempah di Tengah Tren Kopi Kekinian

Suasana Dawa Minuman Rempah di kawasan Jalan Kedungdoro, Surabaya yang mengusung konsep kaki lima dengan nuansa tradisional, namun dikemas lebih modern dalam penyajiannya.

Sementara itu untuk pelanggan berusia di atas 40 tahun biasanya lebih memilih menu original yang memiliki rasa rempah lebih kuat tanpa campuran susu.

“Untuk menu standart ya Rempah Original itu cuma jahe, rempah, gula aren.madu, sereh saja tanpa ada tambahan lemon dan temulawak. Jadi kaya wedang jahe hanya ketambahan rempah saja,” ujar pria berusia 33 tahun itu.

“Khasiatnya antara lain mengatasi masalah pencernaan, mula dan muntah, mengontrol kadar gula darah, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan banyak lagi,” imbuhnya.

Bir pletok jadi menu unik andalan

Dawa minuman rempah ini buka mulai pukul 17.00 hingga 24.00 WIB. Lokasinya yang berada di pusat kuliner membuat banyak pelanggan mampir setelah makan malam.

Ia mengungkapkan, suasana paling ramai biasanya akhir pekan atau setelah hujan seperti yang kdang terjadi di Surabaya beberapa waktu ini, karena orang-orang butuh yang hangat-hangat.

Kini memasuki musim pancaroba, minuman rempah juga semakin dicari karena dianggap membantu menjaga kondisi tubuh tetap fit. Sejauh ini Antusias warga surabaya sendiri lumayan bagus.

Rempah, surabaya, jahe, Surabaya Hangatkan Tradisi Minuman Rempah di Tengah Tren Kopi Kekinian

Penyajian menu di Dawa Minuman Rempah yang berada dikawasan Jalan Kedungdoro, Surabaya dengan mengusung konsep kaki lima bernuansa tradisional, namun dikemas lebih modern dalam penyajiannya.

Apalagi ada salah satu menu yang cukup menarik perhatian, bir pletok. Meski namanya mengandung kata “bir”, minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Cita rasanya hangat, sedikit manis, dan cocok dinikmati saat malam hari atau cuaca dingin.

“Bir pletok ini minuman dari Jawa tengah, dari basic jahe, rempah, gula aren, susu, sereh, pandan madu dan tambahan kayu secang untuk komposisinya,” ujar M Afrisal.

“Memiliki khasiat meredakan masuk angin, memperlancar peredaran darah, meredakan rasa sakit dan nyeri otot, meminimalisir stress dll,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang