Bukan Cuma Bali, Pemerintah Dorong Investor Garap Potensi Wisata di Daerah Lain

Bali, Indonesia, wisata, Bukan Cuma Bali, Pemerintah Dorong Investor Garap Potensi Wisata di Daerah Lain

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa masa depan pariwisata nasional tidak hanya bergantung pada Bali. 

Menurut VnExpress, pada (3/6/26), di tengah terus meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, pemerintah mendorong para investor untuk melirik berbagai destinasi unggulan lain yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa investasi sektor pariwisata selama ini masih terkonsentrasi di sejumlah kawasan populer di Bali seperti Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Ubud.

 Padahal, Indonesia memiliki banyak destinasi lain yang menawarkan daya tarik wisata sekaligus peluang investasi yang belum tergarap secara optimal. 

Menurut Widiyanti, “Indonesia bukan hanya Bali.” Pernyataan tersebut menjadi pesan utama pemerintah kepada investor agar mulai memperluas fokus investasi ke berbagai wilayah lain yang memiliki potensi pariwisata tinggi dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Bali Masih Jadi Magnet Wisatawan Asing

Tidak dapat dipungkiri, Bali tetap menjadi lokomotif utama pariwisata Indonesia. Data pemerintah menunjukkan bahwa Indonesia mencatat sekitar 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, hampir 7 juta kunjungan terkonsentrasi di Bali. 

Tingginya angka tersebut menunjukkan kepercayaan wisatawan internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.

Namun di sisi lain, konsentrasi kunjungan yang terlalu besar di Bali menimbulkan tantangan tersendiri, mulai dari tekanan terhadap lingkungan hingga ketimpangan distribusi manfaat ekonomi pariwisata antar daerah. 

Pemerintah Siapkan Destinasi Alternatif

Untuk mengurangi ketergantungan pada Bali, pemerintah terus memperkuat pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas yang diproyeksikan menjadi motor ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia. Destinasi tersebut meliputi:

  • Danau Toba
  • Borobudur
  • Mandalika
  • Labuan Bajo
  • Likupang
  • Tanjung Kelayang
  • Bromo Tengger Semeru
  • Wakatobi
  • Morotai
  • Raja Ampat

Pemerintah meyakini pengembangan destinasi-destinasi tersebut dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, sekaligus memperluas pemerataan pembangunan ekonomi berbasis pariwisata.

Tren Wisata Berubah, Investor Diminta Menangkap Peluang

Kementerian Pariwisata menilai tren wisata global saat ini mulai bergeser. Wisatawan semakin tertarik pada pengalaman yang autentik, berkelanjutan, berbasis kesehatan (wellness tourism), serta memiliki nilai budaya yang kuat.

 Kondisi ini membuka peluang besar bagi berbagai daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan budaya unik.

Karena itu, pemerintah ingin investasi tidak hanya mengalir ke kawasan yang sudah matang seperti Bali, tetapi juga ke daerah-daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi kelas dunia di masa depan.

Selain mendorong investasi baru, pemerintah juga tengah menyiapkan sistem verifikasi berbasis API (Application Programming Interface) untuk memastikan seluruh akomodasi yang dipasarkan melalui platform digital telah memenuhi persyaratan perizinan usaha. 

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola sektor pariwisata sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan transparan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang