Magelang Nggak Cuma Borobudur! Ini 9 Spot Wisata Estetik untuk Berburu Sunrise Eksotis
Wisata Magelang bukan hanya Candi Borobudur, tetapi ada sejumlah destinasi lain yang memiliki pesona memukau. Cek di sini sembilan destinasi wisata di Magelang yang sip buat berburu sunrise.
Terletak strategis di antara Yogyakarta di selatan dan Semarang di utara, Kabupaten Magelang memiliki deretan destinasi yang layak dijadikan tujuan utama liburan. Traveler bisa menjangkau Magelang dari dua kota itu sekitar 1-2 jam perjalanan dengan bus atau travel.
Magelang memiliki destinasi wisata berupa hamparan sawah instagramable, bangunan arsitektur ikonik, hingga perbukitan dengan panorama gunung-gunung megah Jawa Tengah. Semua itu disuguhkan dalam satu kawasan.
Setidaknya ada sembilan rekomendasi wisata Magelang yang disusun dari yang terdekat hingga yang paling jauh dari Candi Borobudur.
Berikut 9 rekomendasi wisata Magelang:
1. Svargabumi Borobudur
- Jarak dari Borobudur: ±2-3 km | ~5-10 menit berkendara
Svargabumi, yang berarti "surga di bumi," adalah destinasi wisata terbaru yang langsung mencuri perhatian publik begitu dibuka. Terletak di Dusun Ngaran dan Gopalan, Desa Borobudur, tempat berupa hamparan sawah produktif seluas tiga hektare. Oleh pengelola kawasan itu disulap menjadi ruang wisata tanpa mengorbankan fungsi pertaniannya.
Yang membuatnya istimewa, para petani lokal tetap mengelola lahan sepenuhnya dan hasil panen menjadi milik mereka. Sementara itu, pengelola wisata menyediakan bibit dan pupuk sebagai bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan.
Daya tarik utama Svargabumi adalah lebih dari 22 spot foto instagramable yang tersebar di seluruh area. Titik-titik itu terhubung oleh jalan setapak dari kayu dan bambu yang nyaman.

Suasana fashion show yang berlangsung di lokasi area persawahan SvargaBumi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Eko Susanto/detikcom)
Dari kursi gantung berlatar bukit, ranjang jaring-jaring di tengah sawah, ayunan langit, hingga deck melingkar yang memberi kesan "mengapung" di atas hamparan padi hijau. Setiap spot dan penghubung itu dirancang dengan cermat agar pengunjung bisa beraktivitas tanpa merusak tanaman.
Di beberapa titik strategis, pengunjung bahkan bisa melihat siluet Candi Borobudur di kejauhan.
Sering disebut sebagai "Ubud-nya Magelang," Svargabumi buka setiap hari kecuali Kamis, Senin hingga Rabu pukul 08.00-17.00 WIB, Sabtu-Minggu mulai pukul 06.30-18.00 WIB.
Tiket masuk sangat terjangkau, yaitu Rp 30.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak, dengan diskon tambahan jika pembelian dilakukan secara online melalui svargabumi.store.
Fasilitas yang tersedia juga lengkap, mulai dari area parkir luas, toilet bersih, musala, gazebo istirahat, warung makan dengan menu lokal, hingga toko oleh-oleh.
2. Museum dan Kampung Seni Borobudur
- Jarak dari Borobudur: ±1-2 km | ~5 menit berkendara
Museum dan Kampung Seni Borobudur berada tidak jauh dari gerbang Candi Borobudur. Di dalam area museum, pengunjung akan menemukan replika arca singa Candi Borobudur dalam berbagai ukuran, miniatur candi yang detail, patung-patung Buddha, serta yang paling memukau, yakni lukisan Borobudur karya maestro Affandi.
Sentuhan artistik sang pelukis legendaris Indonesia ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana Borobudur dilihat dan dirasakan oleh seniman dengan kepekaan tinggi.

Lokasi Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Foto diunggah Rabu (6/11/2024). (Eko Susanto/detikJateng)
Di bagian eksterior, sebuah dinding besar dengan relief menyambut pengunjung, menggambarkan perjalanan panjang Candi Borobudur dari masa pembangunannya hingga kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Area ini pun sekaligus menjadi latar foto yang dramatis. Di sana juga terdapat area Top Selfie dengan pemandangan langsung ke Bukit Menoreh yang hijau membentang dan Amphitheatre terbuka, venue pertunjukan kesenian tradisional atau festival budaya.
Yang membuat Museum dan Kampung Seni Borobudur semakin menarik adalah tidak adanya tiket masuk. Jadi, pengunjung bisa masuk dan menjelajahi area secara gratis.
Tempat ini juga menjadi pusat perburuan oleh-oleh dengan pilihan yang beragam: aksesori, kerajinan tangan berbahan lokal, kaos bergambar motif Borobudur, hingga kain batik dengan harga yang relatif ramah di kantong. Jadikan tempat ini sebagai pembuka atau penutup manis dari kunjungan ke Candi Borobudur.
3. Bukit Rhema (Gereja Ayam)
- Jarak dari Borobudur: ±10 km | ~15-20 menit berkendara
Bukit Rhema adalah salah satu ikon wisata paling unik di Kabupaten Magelang. Dibangun oleh Daniel Alamsjah pada 1992, bangunan berlantai tujuh berbentuk burung merpati bermahkota itu awalnya didirikan sebagai rumah doa lintas agama, sebuah visi tentang kedamaian dan persatuan bangsa.
Bukit Rhema lebih populer disebut sebagai "Gereja Ayam" karena bentuk kepalanya yang menyerupai jengger. Gereja itu memiliki fungsi inklusif, bukan hanya gereja seperti yang dikenal selama ini. dikutip dari situs resmi Bukit Rhema, di dalam bangunan itu terdapat ruang doa khusus untuk setiap agama di Indonesia, masing-masing dirancang private dan sakral.

Gereja Ayam & Bukit Rhema (Eko Susanto/detikcom)
Popularitasnya meledak setelah menjadi lokasi syuting film Ada Apa dengan Cinta 2 (2016). Sejak itu, Bukit Rhema tak pernah sepi pengunjung.
Di dalam bangunan tujuh lantai tersebut, setiap level dihiasi rangkaian lukisan bermakna mendalam, tentang perjalanan spiritual manusia, kebaikan Tuhan, nasionalisme, hingga bahaya narkoba.
Pengalaman menelusuri setiap lantai terasa seperti berziarah visual yang menggerakkan pikiran dan hati. Di sepanjang jalan menuju bangunan utama, pengunjung juga bisa berinteraksi dengan berbagai jenis burung hantu yang dipajang sebagai atraksi unik.
Puncak dari kunjungan ke Bukit Rhema adalah naik ke "mahkota" burung di lantai paling atas untuk menikmati panorama 360 derajat yang memukau, Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, hingga siluet Candi Borobudur terhampar di kejauhan.
Tempat ini buka setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB (lebih pagi di akhir pekan), dengan tiket masuk mulai dari Rp 25.000 per orang. Tersedia juga Kedai Rakyat W'dank di dalam kompleks yang menyajikan wedang jahe, beras kencur, kunyit asam, dan makanan Magelang khas dengan harga yang sangat terjangkau.
4. Wisata Getek Balong
- Jarak dari Borobudur: ±5-8 km | ~10-15 menit berkendara
Wisata Getek Balong mengajak pengunjung menyusuri Sungai Progo dengan cara yang paling autentik, di atas rakit bambu tradisional yang disebut getek.
Pengalaman itu bukan sekadar wisata air biasa. Ini adalah replikasi hidup dari kehidupan masyarakat Borobudur berabad-abad lalu, ketika para leluhur menggunakan getek untuk mengangkut batu-batuan andesit dari dasar sungai sebagai material pembangunan Candi Borobudur.
Dengan menaiki getek yang sama, pengunjung diajak berjalan di jejak sejarah yang membentuk salah satu keajaiban dunia.
Selama perjalanan menyusuri sungai, jeram-jeram kecil dan batu-batu andesit besar yang tersebar di tengah aliran menjadi rintangan alami yang menambah keseruan. Di kiri dan kanan, tepi sungai dihiasi pepohonan rindang dan area persawahan yang membentang tenang.
Waktu terbaik untuk menikmati wisata ini adalah sore hari menjelang matahari terbenam, ketika langit berubah keemasan dan cahayanya memantul di permukaan Sungai Progo.
Wisata Getek Balong kini resmi menjadi bagian dari Borobudur Trail of Civilization. Traveler bisa mendapatkan pengalaman yang jauh lebih kaya, tidak sekadar melancong, tetapi memahami konteks peradaban yang melatarbelakangi kebesaran Borobudur.
5. Punthuk Setumbu
- Jarak dari Borobudur: ±4-5 km | ~10 menit berkendara
Punthuk Setumbu adalah salah satu spot sunrise paling ikonik di Indonesia. Berada di ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut di lereng perbukitan Menoreh, lokasi ini memberikan suguhan berupa kabut pagi yang bergulung perlahan di lembah dan di saat bersamaan puncak stupa Candi Borobudur menyembul dari baliknya. Momen semakin spesial saat cahaya pertama matahari yang hangat keemasan jatuh di atasnya.
Pemandangan ini tidak hanya indah secara visual, tetapi terasa spiritual. Bisa jadi, itu pula yang bikin Punthuk Setumbu kerap dipilih sebagai salah satu "sunrise terbaik di Asia."
Untuk mendapatkan momen terbaik, pengunjung biasanya tiba sebelum pukul 05.00 WIB dan mendaki sekitar 15-20 menit menuju puncak bukit. Trek pendakiannya relatif mudah dan sudah dilengkapi tangga di beberapa bagian yang curam.

Punthuk Setumbu (Raina Widita Swasti)
Di atas, tersedia beberapa titik pandang yang menghadap langsung ke arah Borobudur dengan latar pegunungan Menoreh yang membentang memanjang di sisi barat. Suasana yang sejuk, bahkan sering dingin, membuat perjalanan pagi ini terasa seperti ritual tersendiri yang menyegarkan jiwa.
Punthuk Setumbu cocok untuk semua kalangan, dari pasangan muda yang mencari momen romantis, keluarga dengan anak-anak yang ingin mengenalkan keindahan alam, hingga para fotografer yang memburu golden hour dengan latar Borobudur.
Karena popularitasnya yang tinggi, traveler disarankan untuk datang lebih awal, terutama di akhir pekan dan musim liburan, agar mendapat tempat terbaik sebelum area penuh sesak. Pastikan membawa jaket karena suhu di atas bukit bisa turun drastis menjelang fajar.
6. Taman Baca Melek Huruf
- Jarak dari Borobudur: ±8-10 km | ~15-20 menit berkendara
Taman Baca Melek Huruf bukan sekadar perpustakaan biasa - ini adalah oasis literasi di tengah hamparan kebun dengan pemandangan Perbukitan Menoreh sebagai latar belakangnya.
Berlokasi di Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kabupaten Magelang, tempat ini menyimpan lebih dari 1.000 koleksi bacaan yang bisa dinikmati secara gratis, dari novel fiksi, buku nonfiksi, buku anak-anak, majalah, hasil riset akademis, hingga data statistik dan sejarah tentang Magelang yang sangat informatif.
Suasana di sini terasa sangat berbeda dari destinasi wisata komersial pada umumnya. Pengunjung bisa duduk santai di beranda dengan secangkir teh atau kopi sambil membaca buku, ditemani semilir angin dan pemandangan kebun yang menghijau.
Pengelola juga menyediakan berbagai kudapan rumahan khas Magelang yang autentik. Vibe yang ditawarkan tempat ini mendekati pengalaman "book cafe" yang kini sedang sangat populer, tetapi dengan nilai tambah berupa suasana pedesaan, senyap, dan asri.
Bagi pengunjung yang ingin menginap, tersedia penginapan dengan tarif Rp 500.000 per malam yang dilengkapi fasilitas tur yang bisa disusun sesuai minat traveler. Mulai dari kunjungan ke sentra kerajinan, wisata petik buah, hingga eksplorasi desa-desa tersembunyi di sekitar Magelang.
Taman Baca Melek Huruf buka setiap Jumat hingga Senin, pukul 10.00-18.00 WIB. Perlu dicatat bahwa tempat ini tutup di hari Selasa-Kamis, jadi pastikan merencanakan kunjungan sesuai jadwal.
7. Muntilan & "Kota M" Serial Gadis Kretek
- Jarak dari Borobudur: ±17 km | ~25-30 menit berkendara
Muntilan mendadak menjadi bintang baru pariwisata Magelang setelah serial Gadis Kretek tayang di Netflix pada November 2023 dan langsung menyedot perhatian jutaan penonton.
Penulis novel aslinya, Ratih Kumala, mengungkap bahwa "Kota M" yang misterius dalam cerita itu terinspirasi dari Muntilan, sebuah kecamatan bersejarah yang dilewati jalur strategis antara Yogyakarta dan Borobudur.

Pasar Kayu di Muntilan lokasi syuting Gadis Kretek (Eko Susanto/detikJateng)
Petunjuk tersebar di berbagai detail cerita, mulai dari posisi geografisnya, referensi budaya seperti tape ketan dan wajik Nyonya Pang, serta atmosfer kota kecil Jawa yang penuh kenangan kolonial.
Namun Muntilan bukan sekadar latar fiksi. Kecamatan ini menyimpan sejarah panjang yang dimulai sejak era Kesultanan Yogyakarta, berganti tangan ke kekuasaan Inggris dan Belanda, lalu berkembang pesat di awal abad ke-20 dengan hadirnya jalur kereta api, kantor pos, dan sekolah-sekolah modern dari misi Katolik.
Jejaknya masih bisa dilihat hingga kini dalam bentuk bangunan-bangunan tua berarsitektur colonial di pusat kota, serta Candi Mendut yang megah, candi bercorak Buddha yang menyimpan arca setinggi hampir tiga meter dan kerap digunakan untuk ritual keagamaan saat Waisak.
Bagi penggemar Gadis Kretek, mengunjungi Muntilan adalah pengalaman melakukan "literary tourism", menelusuri ruang-ruang yang menginspirasi sebuah karya besar. Cobalah cicip tape ketan khas Muntilan yang bisa ditemukan di berbagai warung lokal atau singgah di pasar tradisional yang masih berdenyut dengan kehidupan autentik.
Dikombinasikan dengan kunjungan ke Candi Mendut dan Candi Pawon (yang terletak di antara Mendut dan Borobudur, sebagai penghubung spiritual ketiga candi), Muntilan menawarkan rute wisata budaya dan sejarah yang sangat padat dan memuaskan.
8. Dusun Butuh (Nepal van Java)
- Jarak dari Borobudur: ±35 km | ~50-60 menit berkendara
Dusun Butuh atau dikenal dengan julukan viral "Nepal van Java" terletak di ketinggian 1.620 meter di atas permukaan laut di lereng Gunung Sumbing, Kecamatan Kaliangkrik.
Dusun ini memiliki pemandangan yang benar-benar mengingatkan pada desa-desa dataran tinggi Nepal. Rumah-rumah warga tersusun bertingkat di lereng bukit yang terjal, dengan latar belakang Gunung Sumbing yang menjulang gagah dan di pagi hari cerah kabut tipis yang menyelimuti lembah menciptakan efek dramatis bak Himalaya versi Jawa.

Desa Butuh atau Nepal van Java (detik)
Daya tarik Dusun Butuh bukan hanya soal estetika visual. Kehidupan masyarakatnya yang asli dan hangat menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berkunjung.
Di pagi hari saat sunrise, cahaya matahari yang menembus kabut dan menyinari atap-atap rumah menciptakan momen fotografi yang sulit ditandingi. Pada musim tertentu, hamparan padi terasering di sekitar dusun menambah lapisan keindahan yang berbeda.
Bagi para pendaki, Dusun Butuh juga berfungsi sebagai titik awal pendakian menuju puncak Gunung Sumbing, salah satu gunung tertinggi di Jawa Tengah.
Namun bagi wisatawan biasa yang tidak berniat mendaki, sekadar berjalan-jalan di sekitar dusun, menikmati sarapan di warung lokal dengan pemandangan gunung, dan mengabadikan foto di berbagai titik panorama sudah lebih dari cukup untuk meninggalkan kesan mendalam.
Traveler disarankan berkunjung pada hari kerja untuk menghindari keramaian, dan pastikan membawa pakaian hangat karena suhu di sini bisa sangat dingin terutama di pagi hari.
9. Gunung Andong
- Jarak dari Borobudur: ±45 km | ~60-75 menit berkendara
Gunung Andong dengan ketinggian 1.726 meter di atas permukaan laut relatif ramah buat pendaki pemula. Gunung ini berada di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.
Trek pendakian gunung ini relatif landai dan terkelola dengan baik. Traveler bisa mencapai puncak dengan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam dari basecamp.

Momen para pendaki padati Puncak Alap-alap Gunung Andong, Magelang, Minggu (17/8/2025). (Eko Susanto/detikJateng)
Di puncak Gunung Andong, pemandangan yang tersaji adalah salah satu yang terbaik di Jawa Tengah. Deretan gunung besar terlihat dari sini sekaligus, yakni Merbabu, Merapi, Sumbing, Sindoro, hingga Telomoyo tersusun dalam panorama 360 derajat yang memukau.
Traveler disarankan mendaki gunung ini di musim kemarau (April-Oktober) ketika cuaca lebih bersahabat dan pemandangan dari puncak tidak terhalang awan.