FIFA Mau Tambah Peserta Piala Dunia Jadi 66 Negara, Jalan Timnas Indonesia Makin Terbuka?
FIFA dikabarkan tengah mempertimbangkan penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 66 negara. Jika format itu diterapkan, jumlah slot peserta otomatis akan semakin banyak dibanding edisi sebelumnya.
Situasi tersebut tentu menarik perhatian banyak negara, termasuk Indonesia, yang sedang berupaya meningkatkan level persaingan untuk bisa tampil di ajang sepak bola terbesar dunia.
Apalagi saat ini Timnas Indonesia berada dalam fase pembangunan tim yang dinilai menjanjikan di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman. Sosok asal Kanada itu disebut memiliki waktu yang cukup panjang untuk membentuk skuad kompetitif menuju kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dilansir media Spanyol AS, FIFA mulai serius membahas kemungkinan memperluas jumlah peserta Piala Dunia dari 48 tim menjadi 66 tim. Wacana tersebut awalnya datang dari federasi sepak bola Amerika Selatan atau CONMEBOL, namun kini mulai mendapat perhatian lebih luas di internal FIFA.
Presiden FIFA Gianni Infantino
Piala Dunia 2030 sendiri akan menjadi edisi spesial karena bertepatan dengan 100 tahun penyelenggaraan turnamen tersebut. Tiga negara yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko akan menjadi tuan rumah utama. Sementara Argentina, Uruguay, dan Paraguay dijadwalkan hanya menggelar masing-masing satu pertandingan sebagai bagian dari perayaan sejarah sepak bola dunia.
FIFA menilai perluasan peserta bisa membuka kesempatan bagi lebih banyak negara untuk merasakan atmosfer Piala Dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, memang dikenal sebagai sosok yang mendorong konsep sepak bola yang lebih inklusif.
Bagi FIFA, Piala Dunia bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga panggung global yang memberi ruang bagi negara-negara berkembang untuk bersaing di level tertinggi. Sebelumnya, FIFA sudah memastikan Piala Dunia 2026 menggunakan format 48 peserta. Turnamen tersebut akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Format baru itu diprediksi melahirkan banyak debutan baru di Piala Dunia. Negara-negara seperti Cape Verde, Curacao, Jordan, hingga Uzbekistan disebut memiliki peluang besar mencetak sejarah.
Namun FIFA tampaknya belum ingin berhenti sampai di sana. Jika format 48 tim dianggap sukses pada 2026, peluang hadirnya Piala Dunia dengan 66 peserta pada 2030 bisa semakin besar.
Meski demikian, keputusan final belum akan diambil dalam waktu dekat. FIFA masih fokus mempersiapkan Piala Dunia 2026 sebelum mulai membahas format baru setelah partai final digelar pada 19 Juli 2026 mendatang.
Di sisi lain, persiapan tuan rumah Piala Dunia 2030 juga masih menghadapi sejumlah evaluasi. Beberapa kota di Spanyol bahkan mulai diragukan statusnya sebagai venue pertandingan.
Kota Malaga dipastikan keluar dari daftar kandidat stadion tuan rumah. Sementara Bilbao dan San Sebastian masih dalam tahap peninjauan FIFA.
Jika nantinya format 66 negara benar-benar diterapkan, maka Piala Dunia 2030 berpotensi menjadi turnamen sepak bola paling besar sepanjang sejarah.
Bagi Indonesia, situasi ini tentu menjadi kabar yang sangat menarik. Setelah nyaris menciptakan kejutan pada kualifikasi Piala Dunia 2026, peluang untuk tampil di panggung dunia pada 2030 kini terasa semakin terbuka.
Dengan waktu persiapan empat tahun ke depan, John Herdman berpeluang membangun fondasi kuat untuk membawa Timnas Indonesia kembali menembus Piala Dunia di era modern.
FIFA Bikin Gebrakan Baru, Final Piala Dunia 2026 Bakal Ada Halftime Show
Tak hanya soal penambahan peserta, FIFA juga resmi menghadirkan inovasi besar lainnya untuk Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, final Piala Dunia akan menghadirkan halftime show ala Super Bowl yang dipenuhi penampilan musisi dunia.
Turnamen edisi 2026 memang dipastikan menjadi salah satu Piala Dunia paling berbeda sepanjang sejarah. Selain digelar di tiga negara dan diikuti 48 tim, partai final juga bakal dipenuhi konser musik megabintang internasional saat jeda babak pertama.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut pertunjukan tersebut akan menjadi perpaduan olahraga, budaya, dan hiburan global.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia FIFA, final akan menampilkan Halftime Show yang menghadirkan para superstar dunia dalam satu panggung besar yang disiarkan langsung ke seluruh dunia,” tulis FIFA.
Acara tersebut menjadi bagian dari kampanye FIFA Global Citizen Education Fund yang menargetkan dana hingga 100 juta dolar AS untuk memperluas akses pendidikan dan sepak bola bagi anak-anak di berbagai negara.
Sejumlah nama besar pun dikabarkan bakal tampil dalam konser tersebut, mulai dari Shakira, Madonna, hingga grup K-Pop BTS. Konsep pertunjukan halftime show itu juga disebut dikurasi langsung oleh Chris Martin.
Shakira sendiri bukan sosok baru di panggung Piala Dunia. Penyanyi asal Kolombia itu pernah tampil membawakan lagu ikonik “Waka Waka” pada final Piala Dunia 2014 di Brasil. Sementara Madonna dikenal sebagai salah satu ikon musik pop terbesar dunia dengan koleksi tujuh Grammy Awards. Adapun BTS menjadi grup K-Pop pertama yang pernah masuk nominasi Grammy pada 2020.
Final Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 di MetLife Stadium.
Saat peluit babak pertama berbunyi, stadion megah di New Jersey itu bukan hanya menjadi arena sepak bola, tetapi juga panggung hiburan dunia yang disaksikan jutaan pasang mata dari berbagai negara.